
Mas Rio masih terdiam sambil memelukku dari belakang,begitu juga denganku yang ikut mematung dalam dekapannya.
"Maaf! jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kamu mau!"
Bisiknya lirih di telingaku seiring hembusan nafas hangat yang melewati dun telingaku.
Dia langsung melepaskan pelukannya denga tiba-tiba seolah dirinya baru saja tersadar dari hipnotis seseorang.
Aku benar-benar bingung dengan sikapnya,juga dengan maksud dari perkataannya barusan.
"Apa maksudnya? tidak bisa menjadi apa yang aku mau!"
Gumamku pelan saat dia sudah lebih dulu keluar meninggalkanku.Dengan buru-buru aku berjalan cepat untuk mengejarnya saat dia berdiri didepan pintu sambil memanggil namaku lalu kembali berjalan pelan keluar dari cafe.
"Mas,bisa tolong jelaskan maksud perkatan mas tadi apa?"
Tanyaku saat kami sampai di parkiran.Pak Pras membukakan pintu mobil untukku dan mempersilahkanku untuk segera masuk karena sang tuan mudanya yang sudah berada di dalam mobil lebih dulu.
Aku masih mengulangi pertanyaanku yang sama saat kini kami sudah sama-sama berada di dalam mobil dan pak Pras telah menutupkan pintu untukku,meski begitu tak ada jawaban apapun darinya yang mampu mengusir rasa penasaranku karena dia justru hanya diam.
Sepanjang perjalanan kami hanya saling diam ,kembali dia memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di sandaran bangku mobil.
Sepertinya dia sedang banyak pikiran,karena sering kali kulihat papa melakukan hal demikian saat membicarakan masalah kantor yang serius dengan kak Rendi di dalam mobil selama perjalanan saat mengantarkanku kesekolah.
"Apakah mas sedang banyak pikiran? maaf jika aku terlalu ikut campur!"
Dengan ragu aku mulai membuka pembicaraan dalam suasana canggung.
Dia hanya menyunggingkan sedikit senyum sambil melirik kearahku.
"Kepalaku sakit!"
Jawabnya sambil kembali memejamkan matanya.
"Apa mas sudah minum obat? perlu kita kedokter?"
Tanyaku dengan cemas,aku hanya takut jika sakit dikepalanya adalah hal serius yang tak ku ketahui.
"Tidak perlu! kepalaku sakit karena berada di dekatmu!"
Jawabnya tanpa merubah posisinya.
Kudengar pak Pras terbatuk seperti sedang menahan tawa mendengar percakapan kami,membuatku semakin bingung karena tak tau apa masalahku hingga membuatnya pusing saat didekatku.
"Maaf,meski aku tak tau apa salahku hingga membuat mas Rio sakit kepala,"
Ucapku bahkan sampai berkali-kali meminta maaf padanya yang hanya diam tak menyahut.
"Apa perlu saya pijat kepala mas Rio?"
Tanyaku sambil menyentuh kepalanya pelan.
"Jangan!"
Ucapnya pelan sambil menepis tanganku dengan kasar.
"Hentikan mobilnya Pras!"
Sesaat setelah mobil berhenti mas Rio keluar dari mobil,tampak seperti sedang menarik nafas panjang berusaha merilekskan diri lalu berjalan menuju pintu mobil bagin depan.
__ADS_1
Dibukanya sendiri pintu mobil bagian depan dan kini dia sudah berpindah ketempat duduk di sebelah pak Pras.
Untuk apa dia pindah tempat duduk segala? apakah sebegitu menyebalkannya diriku sampai harus pindah tempat dudu dan tak mau duduk dekat denganku?
Aku hanya bertanya dalam batinku sendiri.
"Sepertinya anda sudah mulai sembuh tuan muda."
Ucap pak Pras pada mas Rio yang duduk di sebelahnya sambil menyunggingkan senyum.
"Diam lah Pras!"
Ucapnya,sedangkan pak Pras tak hentinya tersenyum sambil sesekali melihat tuan mudanya yang kini duduk disampingnya dan terkadang melihat kearahku melalui kaca yang ada di atas kepalanya yang mengarah kebelakang.
"Apa yang sedang kau pikirkan Pras! fokuslah menyetir saja!"
Perintahnya dengan nada sinis dan mata melotot kearah pak Pras.
"Pak Pras! bisa tolong tanyakan pada tuan mudamu itu,dia kenapa atau adakah yang salah denganku hingga membuatnya seperti itu padaku! Atau aku akan turun disini sekarang!"
Ucapku dengan kesal,karena kali ini aku benar-benar tersinggung dengan sikapnya.
"Nona,mohon anda jangan salah paham pada tuan muda.Beliau hanya sedang lelah nona."
Jawab pak Pras,seolah sedang mencari pembelaan untuk tuan mudanya.
Tiba-tiba saja hapeku yang kini berada di dalam tas berdering,sebuah panggilan video dari Yasmin.
"Halo Yas,Assalamu'alaikum.....!"
Ucapku saat panggilan video tersambung.
Jawab Yasmin berbarengan dengan suara Dimas yang kini terlihat sedang berada di samping Yasmin sahabatku.
Aku sengaja menerima panggilan video dari Yasmin untuk mengalihkan rasa kesalku.
"Ra.....,kamu masih dijalan? kok jam segini belum pulang sekolah!"
Tanya Yasmin padaku sambil menyuapi Dimas kentang goreng dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya memegang hape.
"Iya ini masih dijalan,baru mau pulang!"
Jawabku sambil tersenyum berusaha menyembunyikan rasa kesalku di depan sahabatku.
"Hayo.....! habis mampir main sama pacarnya ya?"
Goda Dimas padaku.
"Ehem!"
Terdengar suara mas Rio berdehem dengan keras,seolah sengaja supaya Dimas dan Yasmin mendengar ada suara laki-laki di dalam mobil yang sedang aku tumpangi.
"Itu suara siapa Ra? kak Rendi?"
Tanya Yasmin sambil mendekatkan wajahnya kearah kamera hapenya,nampak dari gambar yang begitu dekat dari tampilan di layar hapeku.
"Ngg.....Yas,Dim,sudah dulu ya aku sudah sampai nih,sudah dulu ya......bye....Assalamu'alaikum!"
Segera kumatikan panggilan dengan cepat,bahkan sebelum kudengar jawaban salam dari Dimas dan Yasmin.
__ADS_1
"Hufh,maaf Yasmin,Dimas aku harus berbohong!"
Gumamku pelan sambil menyenderkan kepalu sambil kuletakkan tanganku di dahiku sendiri dalam keadaan terkepal.
Aku benar-benar terpaksa harus berbohong agar tak semakin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka lontarkan padaku yang akan semakin mempersulitku untuk menjawabnya dengan kejujuran.
"Sepertinya sakit kepala tuan muda menular sampai ke nona,"
Kata pak Pras seolah sedang meledekku.
"DIAM LAH!"
ucapku yang tanpa sengaja bersamaan dengan mas Rio secara kompak tanpa di komando.
"Kompak sekali?"
Ucapnya lagi pada kami.
"DIAM!"
Ucap kami lagi secara bersamaan.
"Iya,maaf....."
Lalu setelah itu pak Pras benar-benar diam tanpa bersuara,sampai suara panggilan dari hape seseorang memecah keheningan.
"Nyonya,tuan muda!"
Ucap pak Pras memberi tahu sang tuan mudanya.
"Cepat angkat! bilang.......baru dalam perjalanan mengantar dia!"
Bisik mas Rio pada pak Pras sambil menunjuk kearah belakang dengan jari jempolnya,sedangkan jari yang lain dalam keadaan terkepal.
"Halo nyonya....!"
"Maaf nyonya,sekali lagi maafkan saya nyonya.Maaf saya sedang dalam perjalanan mengantar nona Maura kerumahnya."
"E.....tuan muda nyonya? Tuan muda.....iya sedang bersama saya.Baik nyonya,sebentar saya tepikan mobil dulu supaya tidak terganggu."
"Tuan,nyonya ingin mengubah panggilan kedalam mode video!"
Bisik pak Pras pada mas Rio sambil menepikan mobil kesisi bahu jalan.
Mas Rio segera berpindah kembali ke bangku belakang,duduk disebelahku.
"Halo nyonya.....!"Kini pak Pras telah mengubah panggilan dengan nyonyanya alias mami pada mode video.
"Kenapa lama sekali Pras!"
Tanya mami dengan nada sedikit marah.
"Maaf nyonya,tadi saya sedang menepikan mobil."
Jawabnya mencoba mencari alasan.
"Mana anak dan calon menantuku!"
Tanya mami masih dengan nada marah.
__ADS_1
BERSAMBUNG......