Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Bangun kesiangan


__ADS_3

Pagi ini aku bangun kesiangan,jadi telat berangkat kesekolah.


Papa dan kak Rendi tidak mengantarkanku kesekolah hari ini,mungkin karena takut mereka kesiangan jika menungguku berangkat bareng seperti biasa.


Aku berlari menuju sekolahku,dengan nafas terengah-engah kulewati beberapa kendaraan yang berlalu begitu saja,Samar-samar kudengar suara pak Mario memanggil namaku.Ternyata pak Mario dibelakangku dengan mengendarai sepeda motornya.


"Ra......! Rara....!"


Saat baru saja aku akan berjalan mendekat kearah pak Mario naas justru aku malah terpeleset.


Dug!


"Aduh.....!"


Aku mengaduh saat kubuka mata ternyata aku masih di dalam kamarku dan berada diatas kasur,ternyata tadi kepalaku terpentok dinding kamar yang kebetulan tempat tidurku memang merapat kedinding seprti saling sayang gitu.


"Ra......! Rara.....! kamu sudah bangun kan sayang?"


Tok,tok,tok.


"Ra.....Rara!"


Suara Mama seperti sedang panik mengetuk pintu dari luar kamar.


"Iya ma......,ini baru bangun.Huwaaaahhhhh."

__ADS_1


Jawabku sembari menutupi mulutku sambil menguap.


"Ayo buruan siap-siap! nanti kamu telat.....ini sudah jam berapa?!"


Akupun ikutan panik sesaat setelah melirik jam dinding yang berada dikamarku,karena benar kata Mama bahwa aku memang bangun kesiangan.


Ya Allah....inikah yang dinamakan mimpi yang menjadi kenyataan?Aku bermimpi bangun kesiangan dan telat berangkat kesekolah.Begitu bangun langsung jadi kenyataan.


Pagi ini aku tak sempat sarapan karena terlalu terburu-buru,tapi Mama sudah menyiapkan roti tawar dengan selai coklat serta susu yang ditempatkan pada tumbler agar tak tumpah ketika aku meminumnya dimobil.


"Terima kasih ya Ma,Mama selalu yang terbaik"


Ucapku sambil mencium punggung tangannya lalu memeluknya sambil menerima kotak sarapanku yang berwarna merah muda bergambar hati.


"Hati-hati minumnya Ra,awas nanti belepotan!"


"Kira-kira perlu disuapin papa nggak?"


Seperti biasa kak Rendi meledekku,selalu seperti itu.Sejak kecil dia selalu meledekku dan menggodaku bahkan tak jarang sampai membuatku menangis.


"Maaf ya pak Rendi yang terhormat,saya sudah cukup besar untuk makan sendiri! hufh,nyebelin! heran deh,kok bisa sih cewek secantik kak Rosa bisa suka sama orang kayak kak Rendi?"


"Sudah berani melawan ya ternyata adek cengengnya kakak sekarang?"


Seketika papa dan kak Rendi tertawa bersamaan,lalu disusul suara tawaku yang tak mampu kutahan untungnya mulutku sudah tak lagi penuh dengan roti ataupun susu atau seragamku ini akan belepotan seperti anak TK.

__ADS_1


Aku segera berpamitan pada Papa dan kakakku lalu segera berlari menuju gerbang yang sedang dalam proses akan ditutup oleh satpam penjaga sekolah.


Masih dengan terengah-engah,segera kumasuki kelasku dan duduk sambil mengatur nafas lalu kembali meminum susu di dalam tumbler yang tanpa sengaja terbawa olehku kedalam kelas.


"Kamu kenapa Ra?"


Tanya Jesika dengan pandangan penuh tanya.


"Kamu kayak anak TK aja Ra,sampe bawa botol minum gitu."


Ledek Medina saat melihatku meneguk susu dari dalam tumbler berwarna bening seperti kaca jadi terlihat jelas isi didalamnya.


"Hehehe....maklum,bangun kesiangan jadi tadi sarapan di mobil terus waktu masuk terlalu buru-buru jadi ikutan deh tempat minumnya."


Jawabku sambil nyengir kearah Medina.


"Ikut apa kebawa Ra?"


Tanyanya lagi.


"Aku nggak sengaja bawa malah tadi sudah kubilangin kok supaya jangan ikut,jadi dia sendiri yang pengen ikutan aku sampe sini.Mungkin pengen kenalan sama kamu,hehehehe."


"Hmmmmmm,Rara.....!


"Hehehe."

__ADS_1


Candaan kami terhenti ketika pak Widodo guru matematika kami datang memasuki kelas.Suasana berubah menjadi sangat serius padahal sebenarny pak Widodo ini orangnya sangat baik hati serta lemah lembut jika dibandingkan dengan pak Mario yang terlihat cool meski tanpa senyuman.


Bersambung.....


__ADS_2