Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Maaf


__ADS_3

Aku dan kak Rendi masih diteras belakang sambil mengenang masa-masa kecil kita dulu ketika masih ada ayunan ditempat sekarang kami duduk,dulu aku sering main disini ditemani olehnya sebelum ayunan tersebut di bongkar oleh papa karena sempat membuatku terjatuh hingga membuat dahiku berdarah akibat benturan saat aku terjatuh.


"Dek kamu inget nggak waktu kita main kemah-kemahan di.....situ! ya disitu tu."


Katanya sambil menunjukan jari tepat dimana dulu kami pernah mendirikan tenda untuk berkemah dan berniat tidur didalam tenda semalaman namun justru gagal karena tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya.


Kami tertawa bersama ketika mengenang kembali masa-masa itu,tiba-tiba saja terdengar suara mama dan papa.


"Mama.....! sudah pulang?"


Aku memeluk mama.


"Iya barusan aja masuk,kakak mana?"


"Ada tuh di teras belakang! habis ngobrol-ngobrol tadi sama aku."


"Rio?"


Tanya mama lagi,sambil menengok kearah kakak yang terlihat dari dalam.


"E.....anu ma,eeeee katanya tadi pulang! he'eh ma pulang!"


Jawabku gugup karena tidak yakin betul kalau dia benar-benar sudah pulang atau belum.


"Lho kok katanya! memangnya dia pulang kamu nggak tau?"


"Tadi Rara lagi sama kakak,trus dia chat Rara katanya mau pulang ma."


"Lho,mama suruh dia istirahat saja dulu disini biar sekalian makan malam bareng disini."


"Nggak tau ma,tiba-tiba saja pulang!"


"Kalian berantem?"


"Nggak kok ma."


"Reeeeen! Rendi tolong cek Rio dikamarnya!"


"Iya ma!"


Kak Rendi berjalan melewatiku lalu menaiki anak tangga menuju kamar mas Rio.


Tak lama kemudian kak Rendi kembali tanpa membawa hasil yang membuat mama puas.


"Ma....Rio sudah tidak ada dikamarnya."


"Maaf nyonya,tadi mas Rio sudah pulang pamit sama bibi katanya ada urusan."

__ADS_1


"Lho memangnya waktu Rio pulang Rara nggak ada bik?"


Tanya mama sambil melirik kearahku.


"Eeee....anu nyonya,tadi non Rara sedang bersama den Rendi di belakang."


"Rio nggak pamit sama Rara bik?"


"Tidak nyonya,tadi saya sudah bilang kalau non Rara dibelakang sedang sama den Rendi kalau mau pamit biar saya panggilkan.Katanya tidak usah nyonya soalnya sedang buru-buru ada usuran,begitu!"


"Rara! kalian pasti lagi marahan!"


Mama seolah sedang mengintimidasi.


"Enggak ma.....,tanya saja sama bibi atau kak Rendi,ya kan kak?"


"Nggak tau! oiya tadi Rio bilang ada yang mau dibicarakan sama Rara ma,terus Rara malah ngobrol sama Rendi di belakang.Mungkin Rio ngambek ma....."


"Iiiih,kakak!"


"Rara....ada masalah apa sebenernya? ayo cerita sama mama."


"Nggak ada kok ma....."


"Kalo nggak ada masalah apa-apa,kenapa kamu menunduk begitu? sekarang juga telfon Rio!"


"Buat buktiin kalo kalian memang sedang tidak ada masalah apa-apa!"


"Iya,iya...!"


Jawabku sambil berjalan meninggalkan mama dan kak Rendi.


"Eit! mau kemana?"


"Katanya suruh telfn?"


"Disini saja! jangan lupa di loudspeaker,biar mama dengar apa yang kalian bicarakan!"


"Ma......apaan sih!"


Segera ku kirim chat padanya dengan cepat sebelum menelfon.


'Mama menyuruhku menelfonmu,jangan bicara yang macem-macem karena telfonnya aku loudspeaker.'


"Kok lama banget ya.....? cepetan mama mau dengar nada sambungan telfonnya!"


"Iya iya ma.....sabar dong! lagi di cari kontaknya."

__ADS_1


"Halo,Assalamu'alaikum Ra!"


Suara mas Mario dari ujung telfonnya.


"Waalaikum salam,mas dimana?"


Tanyaku.


"Ini lagi diluar,maaf ya yang tadi...ehem! maaf aku pulang nggak pamit langsung sama kamu,takut ganggu aja kamu kelihatannya lagi asyik ngobrol sama Rendi."


"Iya nggak apa-apa,ini mama mau bicara!"


"Halo maa,Assalamu'alaikum ma."


"Iya Rio Waalaikum salam,nanti setelah urusan kamu selesai kembali kesini lagi kan? jadi makan malam disini kan?"


"Eeeee,gimana ya ma? soalnya ini Rio juga belum tau sampai jam berapa selesainya,mungkin lain waktu saja ya ma makan malamnya.Maaf ya ma....maaf sekali."


"Iya deh nggak apa-apa,tapi beneran ya lain kali makan malam disini!"


"Iya ma,eeee sudah dulu ya ma.Boleh minta tolong panggilkan Rara ma? Rio mau bicara."


"Baiklah. Hati-hati ya Rio...."


"Iya ma,Assalamu'alaikum....."


"Waalaikum salam...."


" Ra!"


"Iya ma?"


Aku mendekat dan menerima hapeku kembali dan ternyata panggilan masih dalam keadaan tersambung.


"Halo!"


"Bisa bicara sebentar?"


Tanya mas Mario,segera kumatikan mode loudspeakernya agar lebih privasi.


"Maaf untuk kejadian tadi sore!"


Aku hanya diam.


"Halo....Ra,halo.....!"


Kumatikan panggilan dengan cepat tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2