
Aku teringat minuman yang kuminum saat kak Roi hendak menyentuh tanganku tadi ketika di cafe.
"Campuran minuman apa mas?"
Tanyaku pada mas Rio yang ada di sampingku sedang mengendarai mobil dengan cepat.
Aku masih merasa pusing serta terasa berat di seluruh kepalaku dan hawa panas mengalir cepat didalam darah keseluruh tubuhku,detak jantungku berdebar dengan begitu cepat menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diriku.
Kucoba memejamkan mata dan kusandarkan kepalaku ke sandaran tempat duduk untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa pusing dikepalaku.
Namun semua usahaku hanya terasa sia-sia belaka,karena bukannya meredakan apa yang kurasakan sekarang justru malah membuatku teringat kejian tadi sore di kamarku saat aku bersama mas Rio ketika masih dirumah mama.
Rasanya benar-benar seperti terulang kembali dengan nyata,perasaanku benar-benar tidak nyaman setiap kali bayangan tentang kejadian itu terualang kembali.Benar-benar masih terasa hingga kini dan membuatku seolah ingin mengulanginya lagi.
Kubuka mataku,namun saat kulihat wajah laki-laki yang kini duduk di sampingku nampak begitu sempurna dan begitu mempesona dimataku malam ini.
Kucoba mengalihkan pandanganku kearah depan,melihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang dijalanan dan terkadang kulihat sekitar melalui kaca jendela yang berada di sampingku agar aku tidak memandang kearahnya yang membuatku semakin berdebar dan menginginkannya.
"Kamu sudah merasa enakan?"
Tanya mas Rio sambil sesekali memandang kearahku untuk memastikan kondisiku baik-baik saja.
"Belum!"
__ADS_1
Jawabku singkat tanpa menoleh kearahnya.
"Sebenarnya apa yang kak Rio masukkan kedalam minumanku mas?kenapa rasanya diriku jadi seperti ini!"
Tanyaku sambil memegang kepalaku yang sudah sedikit lebih baik dengan kedua tanganku.
Pak Pras segera berlari membukakan pintu mobil untuk kami.
"Pras,susul Samuel dan bantu dia mengurus Roi."
Perintah mas Rio pada asisten pribadinya tersebut saat membukakan pintu mobil untuknya.
"Biar aku saja Pras! kamu bukakan pintu saja!Ucapnya sambil menunjuk pintu rumahnya saat pak Pras hendak membukakan pintu mobil untukku.
"Baik tuan muda."
"Kenapa kita kemari mas,bukannya kita pulang kerumah mama?"
Tanyaku saat keluar dari mobilnya dengan terhuyung hampir jatuh dan untungnya aku segera terjatuh kedalam pelukannya sebelum benar-benar terjatuk ketanah dan rumput yang bergoyanglah yang akan menangkapku nantinya.
"Mereka akan khawarir jika melihatmu dalam keadaan seperti ini,biar nanti aku kabari mamamu!"
Jawabnya lalu segera membopongku kedalam gendongannya membawaku masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Tutup dan kunci pintunya dari luar Pras! dan kalian jangan kembali sebelum pagi,terserah kalian mau tidur dimana!"
Ucapnya pada pak Pras yang langsung melaksanakan perintah sang tuan mudanya dengan patuh.
Kulihat pak Pras segera keluar dan menutup pintu dari luar,kudengar dia benar-benar mengunci pintu dari luar sesuai perintah mas Rio.
Aku masih berada di dalam gendongan mas Rio yang sedang berjalan menaiki anak tangga.Wajahnya begitu tampan dan mempesona membuatku menelan saliva berkali-kali saat melihatnya.
"Kamu mandilah dengan air dingin supaya tubuhmu jauh lebih segar!"
Pintanya padaku saat menurunkan tubuhku dari gendongannya tepat di depan pintu kamar mandi.
Namun tubuhku yang belum berdiri seimbang hampir kembali terjatuh,dengam cepat segera dia meraih tubuhku dalam dekapannya.
Aku benar-benar tak kuasa untuk menahan diriku sendiri yang mulai taknterkendali,dengan tak tau malunya aku menggoda laki-laki yang memang kini sudah sah menjadi suamiku.
Aku dengan berani memulai apa yang seharusnya tak kulakukan,hal yang selama ini dia inginkan dariku namun selalu kutolak dengan cara apapun.
Namun malam ini dikamar pribadi miliknya aku dengan pasrah melepaskan dan menyerahkan untuknya tanpa dia memita.
Aku benar-benar sudah gila dan seperti kehilangan akal sehat malam ini,aku benar-benar ingin terbang melayang bersamanya meski rasa sakit yang dia berikan padaku malam ini tetap tak menyurutkan hasratku atas dirinya.
Seolah rasa takut yang ku khawatirkan selama ini sirna di telan oleh nafsu yang tak mampu lagi kami bendung,malam kami benar-benar menuntaskan apa yang seharusnya terjadi sejak kami resmi menjadi suami istiri yang sah tanpa adanya penolakan sedikitpun dariku.
__ADS_1
Meski awalnya dia berusaha menghindariku namun pada akhirnya juga tak mampu menghindari apa yang telah kumulai sampai pada akhirnya kami terkulai menutupi diri dengan selimut yang sama dan terpejam dalam keadaan saling berpelukan satu sama lain seolah takut akan kehilangan.
BERSAMBUNG.....