
Aku benar-benar kesal dengan kak Rendi,pasalnya baru saja papa menanyakan permasalahan antara aku dan mas Rio lalu kujawab baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun tapi kini tiba-tiba saja kak Rendi baru datang menanyakan apakah aku sudah baikan dengam mas Rio atau belum!
"Baikan? memangnya kami sedang bertengkar!"
"Nggak tau!"
"Ren......! jangan mulai lagi."
Kata mama mengingatkan kak Rendi.
"Ra,papa harap hubungan kalian akan selalu baik-baik saja!"
"Pa....sudah lah,kita sarapan dulu ya!"Rayu mama seolah sedang berusaha mencairkan suasana pagi ini yang mulai kaku.
"Degar kata papa Ra?"
Papa mengulangi kembali perkataannya untukku.
"Ya pa."
Jawabku singkat sambil menyendok nasi yang ada dihadapanku.
Hari ini seperti biasa aku berangkat diantar oleh kak Rendi,sedangkan papa diantar oleh pak Yanto karena pagi ini papa langsung menuju lokasi meeting yang arahnya berlawanan dengan sekolahku dan juga sudah pasti berbeda arah dengan kantor juga.
"Dek,sebenarnya masalah kalian itu apa sih?"
"Masalah apa sih kak? nggak ada masalah apa-apa kok!"
"Udah! nggak usah bohong terus sama kakak!"
"Siapa juga yang bohongi kakak! nggak ada gunanya juga!"
"Siapa yang bilang kamu bohongin kakak?"
__ADS_1
"Lah,itu tadi bilang gitu!"
"Kamu memang bener nggak bohongin siapapun,hanya saja kamu sedang membohongi diri kamu sendiri.Hahahahaha....dasar bocah!"
"Ketawain aja terus.....! emangny kenapa kalo aku bocah? emangnya kakak sendiri sudah jauh lebih dewasa daripada aku!"
Seketika kak Rendi terbungkam oleh jawabanku yang tajam,aku sedikit merasa bersalah ketika melihat raut wajah kak Rendi berubah murung.
"Kak,maaf aku tidak bermaksud apa-apa kak...maaf ya,aku hanya kesel aja tadi....maaf ya kak!"
"It's ok! nggak apa-apa kok Ra,kamu bener! terima kasih sudah menyadarkan kakak!"
"Kaaaaaak,maaf ya.....!"
"Iya... cepetan turun sana!"
"Hah! emangnya sudah nyampe?"
"Dek,nanti sore Rosa keluar dari rumah sakit.Kamu mau ikut jemput nggak?"
"Boleh!"
"Ok,nanti sore kakak jemput kamu ya!"
"Iya!"
Jawabku sambil memutar badan berjalan memasuki gerbang sekolah.
'Tin tin tin tin.....!'
Suara sepeda motor yang berkali-kali membunyikan klakson dibekakangku.
Siapa sih yang iseng sedari tadi mengklakson dibelakangku!
__ADS_1
Batinku,sambil menoleh kearah belakang.
Terlihat Medina sedang cengar cengir kearahku dengan motor berhenti namun mesinnya masih tetap menyala.
"Iseng banget sih Din!"
"Hehehe,selamat pagi neng! mau ngojek nggak?"
Tanyanya menggodaku sambil menaikkan kedua alisnya.
"Maaf nggak dulu bang! mau jalan saja rumah saya sudah deket!"
Jawabku sambil tertawa disusul oleh gelak tawa Medina yang kembali melajukan motor maticnya menuju parkiran.
"Kalau sekarang jalan bareng saya gimana neng?"
Kata Medin sambil menggandeng lenganku diikuti gelak tawa kami berdua sambil berjalan menuju kelas.
"Ra,kamu tau nggak? denger-denger pak Mario sudah mau tunangan lho! berarti sebentar lagi pak Mario mau menikah dong.....!"
Kata Medina saat kami masuk kedalam kelas dan Jesi sudah ada di bangku tempatnya biasa duduk.
"Hah! se....rius kamu Din? dapat kabar dari mana kamu!"
"Ada deh! yang pasti kabar ini akurat!"
Kata Medina kearah belakangku seolah sengaja supaya Jesi mendengarnya dengan jelas.
"Medin...! ssst! jangan bikin gosip disekolah!"
Medina hanya tertawa kecil kearahku sambil menaruh tasnya diatas meja dan sgera duduk dengan tenang setelah aku mengingatkannya.
BERSAMBUNG......
__ADS_1