
Kupejamkan mata sambil kubaca beberapa do'a sebisaku,berusaha agar tidak takut namun nyatanya aku memang takut sekarang.Dalam kepanikan terus ku baca do'a dalam hati sebisaku sambil perlahan kututup pintu kulkas,meski rasanya tanganku seperti kaku dan begitu sulit menutup pintu kulkas sekarang.
Setelah pintu kulkas benar-benar tertutup ku coba membalikkan badan melihat siapa atau apa yang berdiri di belakangku sekarang.
"Kamu ngapain malam-malam disini,belum tidur?"
Kudengar suara yang tak asing dan itu suara kak Rendi,ya itu suara kak Rendi.Dia sudah pulang rupanya.
"Hufh......"
Ku tarik nafas panjang lalu kubuang perlahan untuk mengusir keteganganku.
"Kamu kenapa? hehehe,takut ya? dikira kakak setan ya? hahaha dasar penakut!"
Ku peluk tubuh kakakku lalu jari jemariku menjalar kearah perutnya,lalu kicubit kecil perut kekarnya itu karena gemas sudah menakutiku barusan.
"Adow...! Aduh,aduh,aduh....sakit tau!"
"Biarin! emang enak?!"
"Enakan ini!"
Ucapnya sambil menunjukkan sekotak donat padaku,donat yang beraroma manis dengan aneka toping membuatku kegirangan ditengah rasa lapar.
"hemh,laper banget kayaknya dia."
"He'em."
Jawab dengan mulut dipenuhi donat dengan toping kacang coklat.
"Hmmmm,kamu kayak orang lagi kelaperan aja dek makannya?!"
"Hmmmm,emang laper kak."
__ADS_1
Jawabku masih sambil mengunyah.
"Emangnya selama kakak pergi kamu nggak makan?"
"Makan,tadi sore aku cuma makan bubur terus malemnya aku belum makan lagi."
"Bubur?! kamu makan bubur?"
"He'em."
"Tumben."
"Terpaksa,mama yang nyuruh."
"O....hehehe,emangnya kenapa harus makan bubur?"
"Dari tadi pagi kepalaku pusing kak,perutku juga mual.Tadi pagi aku pingsan disekolah karena kena bola basket nyasar dikepalaku."
"Iya pingsan,tapi udah nggak papa kok tadi sore tante Susi udah dateng kerumah katanya lambungku sedang ngambek."
"Kamu makan pedes terus pasti tuh di sekolah,terus makannya nggak teratur pasti."
"Hehehe."
Jawabku sambil nyengir,dan ku suapkan donat bekas gigitanku kemulut kak Rendi.
"Kakak kok pinter banget sih,pas aku laper datang bawain donat buat aku.hehehe."
"tau lah,adeknya kakak yang doyan makan ini paling suka dibawain oleh-oleh makanan.Tapi kok aneh ya?"
"Kenapa?"
"Orang doyan makan kayak kamu kok bisa sih lambungnya sampe sakit? jangan-jangan sakit karena kebanyakan makan."
__ADS_1
"Ah,masak!"
"Bisa jadi dek,kamu kan makan banyak masih ngemil,tapi kok nggak gemuk badannya?jangan-jangan kamu cacingan itu....berarti kamu sakit perut karena cacingan,coba deh besok tanya tante Susi lagi atau cek kerumah sakit."
"Aaaahhhh,kakak .......! jangan nakut-nakutin deh!"
"Hahahhaha......kakak bercanda,cepet sembuh ya dek,habis ini istirahat lagi biar cepet pulih,dasar jelek!"
"Weeek! kakak juga jelek!"
"Maaaaassssaaaaa?!"
"Tungguin kak....!"
"Eits,beresin dulu bekas makannya!"
"Tapi jangan ditinggal,tunggu disitu sebentar....."
"Iya,iya."
Kak Rendi menungguiku di dekat tangga hendak naik kekamarnya yang kebetulan bersebelahan dengan kamarku diatas.
Setelah selesai membereskan bekas makanku,kami naik bersama dan masuk kekamar masing-masing dan aku kembali tidur karena memang hari sudah semakin larut.Semoga saja besok pagi badanku sudah kembali bugar dan bisa sekolah lagi,aku tidak mau menahan kebosanan berlama-lama diam dirumah.
'Ting'
Kuraba-raba tempat tidurku mencari sumber bunyi yang berasal dari notifikasi hapeku.
Segera kubuka chat yang masuk.
Dari Laura,sahabat SMP ku.
Bersambung.....
__ADS_1