
Mama kembali melihat penampilanku dan tak hentinya terus menerus memujiku dengan disertai ucapan rasa syukur serta kagum.
"Kamu sudah siap sayang? kita turun yuk!"
"Iya ma."
Jawabku sambil kembali melihat diriku sekali lagi lewat pantulan di cermin.
Mama menggandeng lenganku dan menuntunku untuk berjalan menuju pintu kamarku diikuti oleh mbak Tari yang juga segera ikut serta keluar dari dalam kamarku yang kini tak berpenghuni lagi.
"Terima kasih ya mbak Tari sudah membantu saya bersiap."
Ucapku padanya sambil menoleh kearah belakang karena mbak Tari berjalan pelan dibelakangku dan juga mama.
"Sama-sama nona,jangan sungkan karena semua ini sudah menjadi tugas saya.Saya permisi dulu nona dan nyonya Diana "
Ucapnya sambil berlalu meninggalkan kami melalui jalan yang lain.
Mama masih menggandeng tanganku menuruni anak tangga lalu bi Yayah menuntun kami menuju sebuah ruang yang cukup besar,seperti sebuah aula atau entahlah karena jangankan rumahnya penghuninya saja penuh dengan teka teki.
__ADS_1
Saat aku dan mama memasuki ruangan bersama bi Yayah,tanpa dikomando semua langsung terdiam dan semua mata langsung tertuju pada kami membuatku menjadi salah tingkah sendiri.
"Silahkan nona Maura,nyonya Diana!"
Kata bi Yayah mempersilahkan kami lalu berpamitan meninggalkanku dan mama yang langsung di sambut oleh mami.
"Tegakkan pandanganmu sayang!"
Bisik mama padaku saat tau aku menunduk karena merasa malu saat semua orang memandang kearahku.
"Tapi ma....aku malu! kenapa semua orang melihatku?"
"Sayang...jangan kau tundukkan wajahmu! biarkan mereka melihatmu,mereka hanya ingin tau secantik apa calon menantuku ini."
Bisik mami juga padaku sesaat setelah menghampiri kami lalu ikut menuntunku bersamaan dengan mama.
Kini ada dua orang bidadari di kanan serta dikirikun,yakni mama dan mami calon mertuaku.
Bu.....ibu Pratiwi! Andaikan saja ibu ada ditengah-tengah kami saat ini melihatku atau ikut serta malam ini,maka ibu akan memilih berdiri disebelah manaku? disebelah kananku telah ada mama Diana,perempuan yang telah merawat serta membesarkanku sejak bayi yang berdiri menggandeng lenganku.Serta disebelah kiriku kini juga tengah ada mami Sarah yang juga tampak sangat menyayangiku karena aku akan menjadi calon tunangan dari anak laki-lakinya kini juga tengah berdiri menggandengku.
__ADS_1
Aku menahan air mataku agar tidak tumpah dan menjadi tontonan serta menimbulkan pertanyaan semua orang yang hadir disini.
Aku bahagia berada ditengah-tengah dua perempuan yang begitu menyayangiku,namun justru malah membuatku rindu akan dirimu ibu.....ibu Pratiwi yang belum sempat kutemui namun telah pergi,yang belum sempat mencurahkan kasih sayangnya padaku namun aku yakin cinta serta kasih sayangnya tak akan pernah habis untukku.
Saat mama dan mami Sarah menuntunku sampai di tengah-tengah ruang acara perjamuan makan malam semua berdiri menyambut kehadiranku.
"Selamat malam semuanya....!"
Sapa om Dedi selaku tuan rumah mulai membuka acara demperkenalkanku sebagai calon anggota baru dikeluarganya.
Keluarga Wijaya sengaja mengundang beberapa anggota keluarga inti untuk acara makan malam ini untuk memperkenalkanku kepada mereka semua sebelum acara pertunangan yang akan digelar besok malam.
Setelah acara perkenalan kami semua duduk di tempat masing-masing untuk menikmati hidangan makan malam bersama.
Aku duduk semeja dengan kedua orang tuaku,kak Rendi,om Doni,nenek dan juga bu Sum.
Sedangkan mas Rio sendiri juga duduk bersama dengan anggota keluarganya sendiri,tampak juga Samuel didalam acara makan malam kali ini sepertinya dia duduk semeja dengan kedua orang tuanya.
Begitu juga dengan para tamu undangan yang lain,semua tampak sedang menikmati hidangan malam ini serta menikmati acara dengan suka cita.
__ADS_1
BERSAMBUNG......