Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Interogasi kak Rendi


__ADS_3

"Ehem! kalian belum pulang?" Tanyanya pada kami.


"Belum kak."


Jawab Medin dengan cepat.


"Nunggu jemputan ya?"


"Iya kak,Maura belum di jemput jadi saya nemenin disini takutnya nanti ada yang gangguin dia!"


Jawab Medina agak ketus.


"O....boleh nggak kalo aku ikutan gabung?"


"E....emangnya kakak nggak pulang?"


Tanyaku.


"Nanti aja nggak papa,eh kapan-kapan kita jalan yuk!"


"Kakak ngajakin kita,atau......?"


Tanya Medina sambil melirik kearahku.


Sedangkan kak Roi hanya tersenyum memandang kearahku juga.


"Kok pada liatin aku?"


"Ra,jemputan kamu udah dateng tuh! aku juga mau pulang.Duluan ya kak Roi.....!"


Medina segera mengenakan helmnya dan memutar sepeda motor maticnya,sedangkan aku segera berpamitan pada kak Roi lalu berlalu menuju ke mobil kak Rendi.


"Kok kak Rendi yang jemput?"


Tanyaku sambil membetulkan posisi dudukku.


"Emangnya kenapa?ganggu kamu pacaran ya?"


Tanyanya sambil melajukan mobil menuju jalanan yang sangat ramai.


Aku hanya diam tak menghiraukan perkataannya.

__ADS_1


"Kenapa diam? jawab dong!"


"Kakak maunya aku jawab apa?"


"Yang tadi pacar kamu?"


"Nggak."


"Trus siapa?"


"Kakak kelas."


"Dia suka sama kamu?"


"Hmmm."


"Kalian pacaran?"


"Nggak."


Jawabku singkat.


"Serius?"


Aku mulai kesal dengan pertanyaannya.


"Ingat kata mama dek,kamu nggak boleh pacaran."


Katanya,sok mengingatkanku padahal dia sendiri juga pacaran.


"Kakak sendiri juga pacaran sama kak Rosa,kenapa aku nggak boleh?!"


Protesku padanya.


"Itu kan dulu...."


"Kakak sudah belum tanya-tanyanya?aku laper!"


"Marah?"


Aku hanya terdiam,malas menyahuti obrolan kak Rendi.

__ADS_1


Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar,kurebahkan tubuhku diatas tempat tidurku yang empuk menghilangkan kepenatan hari ini untuk sejenak.


Tanpa terasa ternyata aku terlelap masih dengan mengenakan seragam lengkap,saat aku terbangun kak Rendi sedang berada di meja belajarku sambil sibuk dengan laptop yang menyala dihadapannya.


"Kakak ngapain disini?!"


Tanyaku sambil bangkit dari tempat tidurku.


"Numpang bentar,kamar kakak panas AC nya mati lagi dibenerin."


Jawabnya masih sibuk dengan laptopnya.


"Kamu sendiri,tadi katanya laper....malah tidur!"


Tanpa menyahuti pertanyaannya,aku berlalu kekamar mandi untuk bersih-bersih dan berganti pakaian lalu turun meninggalkan kak Rendi sendirian dikamarku.


"Mama....."


Kupeluk mamaku dari belakang yang sedang sibuk didapur.


"Makan dulu sayang.Tadi mama kata kakak pulang sekolah kamu langsung tidur,capek banget ya disekolah?"


"He'em,mama masak apa?"


"Ini masak bubur buat nenek."


"Makan dulu sayang,sudah mama siapin di meja makan barusan."


"Siap mama."


"Mama kekamar nenek dulu ya,nanti kalau sudah selesai makan tolong panggilkan bibi suruh bawain makanan kekamar nenek ya kalau sudah nggak terlalu panas."


"Iya ma,jawabku sambil tersenyum kearah mama."


"Makan yang banyak ya sayang."


Ucap mama mengelus kepalaku yang sedang tak berhijab lalu meninggalkanku menuju kamar nenek.


Setelah selesai mengahabiskan makan siangku,kupanggil-panggil bi Umi tapi tak ada sahutan.Kucari kebelakang bahkan sampai kedepan rumah,kutanyakan pada satpam dan sopir didepan dan kata mereka bibi sedang keluar kewarung sebentar dengan bu Sum.


Akhirnya kuputuskan untuk mengantarkan sendiri makanan nenek kekamar karena takut makanan keburu dingin jika tidak segera diantarkan.

__ADS_1


Saat sampai didepan kamar nenek ternyata pintunya tidak tertutup dengan rapat aku segera masuk,namun baru saja hendak memasuki kamar kudengar sedikit perbincangan antara mama dan nenek.


Bersambung.....


__ADS_2