
Kak Rendi sudah menungguku didepan gerbang sekolah,Kak Rendi mengirim pesan chat kehapeku sesaat setelah hape kuaktifkan.
Disekolahku diperbolehkan membawa hape namun ketika jam pelajaran dimulai swmua hape harus dikumpulkan ditempat yang sudah disediakan di depan kelas sampai jam pulang sekolah baru boleh diambil hape masing-masing atau boleh diambil sebelum jam pulang sekolah hanya dalam keadaan darurat.
Aku segera berpamitan dengan kedua teman dekatku lalu berjalan keluar gerbang sekolah,Jesika juga sudah ditunggu oleh penjemputnya sedangkan Medina pulang sendiri dengan motor maticnya.
Setelah mengantarkanku pulang kerumah dengan aman dan selamat,kak Rendi langsung kembali lagi kekantor.
"Mau langsung makan sekarang non? bibi siapin makan ya?"
Tanya bibi saat aku membuka kulkas untuk mencari air dingin,karena siang ini cuaca memang sedang panas sekali.
"Nggak usah bi,nanti Rara ambil sendiri saja."
Jawabku sambil kuletakkan gelas bekas minumku keatas meja makan.
"Tapi non......"
"Nggak papa bi,Rara sudah besar nggak perlu diladeni lagi kalo makan."
Ucapku sambil menenangkan bibi.
"Nyonya......"
__ADS_1
Mama hanya tersenyum pada bibi sambil duduk di dekat kursi tempatku duduk di ruang makan.
"Rara bener bi,biarkan dia belajar mandiri,dia sudah besar kan sekarang?."
Mama mengelus rambutku.
"Tuh kan bi,aku pengen kayak mama yang nggak manja."
Sambil kupeluk mama dengan manja.
"Ra,minggu depan Nenek akan datang."
"Hah?!"
Ucap mama dan bibi berbarengan.
Kuletakkan wajahku dimeja makan sambil tertawa terpingkal-pingkal bahkan sampai takbersuara melihat adegan barusan.
"Ma.....bi.....Rara bukanya nggak denger,cuma kaget saja.hahahhaha.....!"
"Tumben non Rara seneng banget denger nyonya besar mau datang?biasanya......"
"Bi,Nenek datang kan bukan untuk melihatku....tapi untuk melihat Papa dan kak Rendi,iya kan ma?"
__ADS_1
Jawabku sambil bangkit memegang piring hendak menyendok nasi untuk mengisinya.
Nenek adalah nyonya besar dikeluarga ini,beliau adalah ibu dari papaku.
Meski aku tau sejak dulu Nenek tak pernah menyukaiku,karena kata Mama Nenek tidak suka dengan cucu perempuan dan hanya sayang pada cucu laki-laki serta anak laki-lakinya saja.
Lalu bagaimana dengan mama? Apakah Nenek juga tidak menyukai mama? jawaban Mama adalah; karena Mama bukanlah cucunya Nenek bukan juga anak kandung,mama adalah menantu jadi beda lagi ceritanya.
Itu yang selalu mama katakan ketika aku masih kecil jika kutanyakan padanya kenapa Nenek tidak menyukaiku.
Aku selalu bersikap biasa saja jika Nenek datang kerumah,nenek tidak tinggal disini karena lebih memilih tinggal sendiri dirumah lamanya bersama beberapa pelayannya dikota yang sejuk.
Beda lagi halnya jika Uti yang datang,aku sangat senang jika Uti datang karena Uti begitu sayang padaku serta kak Rendi tanpa membedakan satu sama lain.
Uti adalah ibu dari mamaku yang juga tinggal di daerah yang sama dengan Nenekku namun Uti lebih memilih tinggal bersama anak bungsunya dirumah peninggalan keluarga suaminya yang tak lain adalah almarhum kakungku.
Nenek tak mau tinggal bersama kami disini karena Nenek tak mau meninggalkan rumah yang menyisakan kenangan semasa mudanya bersama Kakek disana.
Sedangkan Mama dan Papa lebih memilih mandiri dengan tinggal terpisah dari orang tua mereka dan memulai kehidupan sendiri dari awal,itu yang aku tau dari cerita mama dan papa padaku.
Sebenarnya aku bukan tenang saja mendengar berita bahwa Nenek akan datang karena selain tak acuh padaku Nenek juga seringkali mengomentariku sebagai anak yang manja sebab itu Nenek tak suka dengan cucu perempuan karena manja,berbeda dengan cucu laki-laki yang lebih jantan dan mandiri menurutnya.
Aku memang manja,karena seringnya dimanjakan oleh kedua orang tuaku sejak kecil.
__ADS_1
Bersambung.....