Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Acara Jesi


__ADS_3

Melihat ekspresiku yang nampak sedang ketakutan membuat kak Rendi menghentikan langkahnya seketika.


"Maaf dek,kakak nggak bermaksud membuatmu takut."


Perlahan kubuka mataku,tak kulihat lagi keberadaan kak Rendi yang tadi sempat berdiri dihadapanku dan ku dengar kak Rendi baru saja menutup pintu kamarnya.


Aku segera turun untuk menemui papa dan memberi tau bahwa aku sudah siap,karena aku tak mau terlambat datang ke pesta ulang tahun Jesi.


Begitu aku turun semua sedang panik dan bergegas lari kekamar nenek,aku pun segera ikut berlari kearah semua orang berlari yaitu kekamar nenek.


Ternyata kesehatan nenek kembali menurun kali ini dan harus segera dilarikan kerumah sakit.


Papa segera mendekat kearahku dan meminta maaf padaku karena tidak bisa menepati janjinya mengantarkanku kerumah Jesi,akupun maklum dan berniat membatalkan rencanaku datang kerumah Jesi.Namun papa justru malah menyuruh kak Rendi mengantarkanku kerumah Jesi karena mama dan papa harus segera membawa nenek kerumah sakit.Meski aku sudah menolak dan berniat untuk tidak datang ke acara Jesi,namun papa bilang aku harus datang meski hanya sebentar,katanya nggak baik jika tidak hadir di acara penting teman baik.


Akhirnya dengan terpaksa aku bersedia datang ke acara ulang tahun Jesi dengan ditemani oleh kak Rendi,bukan hanya sekedar di antar melainkan ditemani.


Dengan setelan casual serta warna kemeja yang hampir senada dengan dress yang kukenakan membuat kami bukan lagi nampak seperti kakak beradik melainkan seperti sepasang kekasih.


Saat kami sampai di depan rumah Jesi,nampak sudah begitu banyak motor dan mobil berjajar terparkir dihalaman depan rumah Jesi.


Begitu kami turun dari mobil,kak Rendi melingkarkan lengannya ke pinggangnya sendiri seolah memingaku untuk menggandengnya.


Aku pura-pura tak memperhatikannya dan berjalan lerlahan mendahuluinya yang masih diam berdiri di dekat mobil.

__ADS_1


"Dek...."


"Hmmmm,iya kak?"


Ku hentikan langkahku,lalu berbalik.Kulihat kak Rendi masih terdiam ditempatnya tanpa ada pergerakan sama sekali.


"Kakak,ayo masuk.....! keburu acaranya mulai,kita juga harus buru-buru kerumah sakit habis ini."


Aku mengkomando kakakku agar segera berjalan masuk menuju tempat acara,namun bukanya segera jalan menghampiriku justru malah menyender kemobil.


"Kakak mau masuk nggak sih? kalo nggak aku tinggal nih!"


Rajukku padanya.


Kami berjalan bergandengan menuju tempat acara akan diselenggarakan,kupandangi wajah kakakku yang begitu menawan.


Andaikan kami ini bukan saudara mungkin bisa saja aku sudah naksir sama dia,namun segera kusadarkan diriku sendiri dengan beristighfar sebanyak-banyaknya dalam hati agar kak Rendi tak mendengarnya.


"Kenapa dek,kakak ganteng kan?"


Tanyanya tiba-tiba membuatku gelagapan salah tingkah,spontan ku arahkan pandanganku kesegala arah.


"Hai.....Rara!"

__ADS_1


Jesi berjalan menghampiriku dan lansung memelukku.


"Selamat ya Jes."


Ku serahkan padanya kado sederhana yang kubawa khusus untuk sang pemilik hari special.


"Makasih ya Ra,ini pacar kamu?"


"Kenalin ini kak Rendi dan kak kenalin ini Jesi temenku."


Saling kuperkenalkan mereka dan keduanya saling berjabat tangan.


"Pacar kamu Ra?"


"Kakak aku Jes."


"O....sini bentar deh Ra,ada yang mau aku omongin sama kamu.Kak pinjem Rara sebentar ya...."


"Ok,silahkan."


Segera Jesi menyeretku ketempat dimana tak banyak orang berkerumun.


Jesi meminta pendapatku karena akan mengungkapkan perasaannga pada pak Mario tepat dipuncak acara,dimana semua orang akan berkumpul untuk memperhatikannya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2