
Aku begitu terkejut mendengar perkataan mas Rio pada anak kecil disampingnya.
Hah!pacar? pantas saja dia melihatku dengan pandangan seperti itu tadi.Apa mas Mario ini pedofilia? hush jangan berfikiran kotor!
Aku sudah seperti orang gila akhir-akhir ini karena sering berbicara dengan diriku sendiri dalam hati.
Tapi....bisa jadi sih kalau dia punya kelainan,nyatanya dia mau aja dijodohkan denganku yang usianya jauh lebih muda dibawahnya.
"Mohon perhatian semuanya untuk adik-adik yang ada disini!"
Ucapnya sambil tangannya terus menggandeng tangan seorang anak perempuan disampingnya yang berkepanh dua dan disebutnya pacar.
"Terutama untuk Sasa,kak Rio minta maaf ya karena tidak bisa mewujudkan keinginan Sasa untuk menikahi Sasa saat dewasa nanti.Maaf ya sayang!"
Kulihat anak perempuan yang ternyata bernama Sasa nampak menundukkan kepalanya seperti sedang menahan tangis karena kesedihannya.
"Kakak mau memperkenalkan kalian pada seseorang yang kebetulan hari ini ikut berada ditengah-tengah kita."
Dia memandang kearahku dengan senyuman semanis madu meski tampak tidak alami,karena senyumannya terlihat imitasi alias palsu bagiku.
"Perkenalkan,ini namanya kak Maura kalian bisa memanggilnya kak Rara.Kak Rio dan kak Rara besok akan bertunangan,dan akan segera menikah."
Ucapnya pada semua yang ada didepan kami.
"Berarti nanti kalau kak Rio sudah menikah,sudah tidak akan kesini lagi dong?"
Tanya seorang anak laki-laki berbaju coklat menenteng paper bag di tangan kanannya.
"Hmmmmm,gimana ya????? hehehehe,kakak tetap akan ada buat kalian seperti biasa kok!"
Sontak membuat anak-anak bersorak gembira kecuali satu anak perempuan yang masih terdiam sambil menundukkan wajahnya disamping mas Rio.
__ADS_1
Mas Rio memandang kearah Sasa,lalu berjongkok agar tinggi tubuh mereka sejajar.
"Sasa....?"
Sontak Sasa memeluk tubuh mas Rio dengan tangisan yang pecah seketika membanjiri muka bumi.
"Kak Rio kenapa menikah dengannya? kenapa tidak mau menikah denganku!"
"Sasa........,kak Rio...."
Sasa sudah terlanjur lari meninggalkan kami dan kerumunan teman-temannya,mas Rio berniat mengejarnya namun kucegah.
"Biar saya saja!"
Ucapku sambil berjalan cepat menyusul Sasa yang ternyata tengah duduk disebuah kursi kayu masih sambil menangis.
"Hai Sasa,kenalin aku Rara!"
"Sudah tau!aku sudah dengar dari kak Rio! mau apa kamu kesini, mau nyukurin aku ya!"
Sasa begitu ketus padaku dengan sesenggukan disela-sela jejutekannya padaku sambil sesekali menyeka air matanya yang tak berhenti menetes.
"Kak Rara minta maaf,karena ternyata kak Rio sudah punya pacar secantik dan selucu kamu. Tapi......."
"Apa! kakak tetap akam menikahi kak Rio kan! kak Rio pasti akan tetap memilih kakak karena lebih cantik dariku.!"
Ucapnya sambil melihat kearahku dengan mata garangnya.
Aku berusaha sabar dengan senyuma yang tak hentinya kukembangkan dibibirku.
"Sasa,Sasa kelas berapa sekarang?"
__ADS_1
"Empat!"
Jawabnya singkat sambil memalingkan wajahnya.
"Kalau kelas empat berarti usia Sasa sekarang sekitar sembilan atau sepuluh tahun ya? sekarang kak Rio usia dua puluh delapan.Nanti pas Sasa sudah boleh menikah sekitar usia paling muda delapan belas tahun berarti sekitar sembilan tahun lagi kak Rio sudah berusia tiga puluh tujuh tahun....."
Aku menghitung jariku sendiri.
"Berarti nanti pas aku besar kak Rio sudah lebih tua dong kak?"
Tanyanya padaku sambil ikutan melihat jariku yang sedang kuhitung.
"Iya,padahal pas kamu besar nanti kamu pasti sudah jadi anak seorang perempuan yang cantik dan banyak anak laki-laki seumuran kamu yang suka sama kamu."
"Terus,kak Rio sudah tua dong?"
Tanyanya padaku mulai luluh dan menghentikan tangisnya.
"Mungkin belum terlalu tua sih,hanya saja lebih pantasnya jadi bapak kamu bukan suami kamu.Sasa kan masih sekolah,jangan terlalu sedih memikirkan pernikahan.Belajar saja yang pintar supaya bisa menjadi apapun yang Sasa mau."
"Tapi Sasa cuma maunya menikah dengan kak Rio kak!"
Jawabnya sambil memanyunkan bibirnya dan bersedekap kesal.
"Oke,kalau begitu kakak saja yang mengalah dari Sasa.....tapi kita baikan ya.....Sasa jangan musuhi kaka Rara lagi,nanti gantian kak Rara yang sedih lho!"
"Beneran kak? terima kasih ya kak,karena tidak jadi menikah dengan kak Rio!"
Begitu girangnya dia sambil memeluk tubuhku yang kini duduk disampingnya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
.