Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Balasan atas cubitan


__ADS_3

Mataku melotot serta tubuhku mematung kaku,aku benar-benar bagai disambar petir di pagi yang baru akan menjelang siang mendengar perkataannya yang benar-benar sedetail itu dia tau akan diriku.


Sedangkan aku saja tidak tau apapun tentangnya ataupun keluarganya.


Mungkin memang aku yang salah karena tak pernah berusaha mencari tau,kalaupun niat mencari tau pun juga percuma.Bukankah selama ini pak Mario begitu pelit membagikan informasi tentang dirinya di sosial media miliknya.


"Sedetail itu?"


"Itu belum seberapa!"


"Iiiiih.....! curang!!!!"


"Waaaduh....!"


Mas Rio mengaduh saat lengannya terkena cubitanku.


"Maaf,maaf! saya tidak sengaja! maaf ya.....!"


Ku usap lengan tangannya yang memerah bekas cubitanku.


Mas Mario hanya terdiam sambil memandang kearahku saat aku mendongak melihat wajahnya,sedangkan tanganku masih memegang lengannya.


"Jangan melihatku seperti itu!"


"Maaf,tadi saya hanya spontan mencubit lengan anda! sakit ya?"


Aku langsung menundukkan wajah dan mengelus lengannya kembali.


"Masih ada yang mau ditanyakan lagi?"Tanyanya padaku.


"Mmmm......,mas prrnah punya pacar?"


Tanyaku agak ragu sambil memejamkan mata,tak berani melihat ekspresinya.

__ADS_1


Mas Rio berdehem lalu bangkit dari duduknya.


"Untuk apa kamu mempertanyakan hal seperti itu!"


"Ya....hanya mau tau saja! memangnya tidak boleh?"


"Tidak!"


"Kenapa?"


Mas Mario hanya terdiam membelakangiku.


"Masih ada hal lain yang mau ditanyakan?"


"Sebenarnya masih banyak yang mau ditanyakan,tapi berhubung minumnya sudah habis dan hari juga sudah siang...sudahan dulu,mungkin bisa di lanjut lain waktu!"


Jawabku sambil menghabiskan minumanku pada tegukan terakhir.


"Sekarang sudah yakin dengan pertunangan ini? masih ragu dengan pernikahan kita!"


Jawabku sambil ikutan bangkit berdiri membelakanginya melihat kearah bunga-bunga yang sedang bermekaran kisekelilingku.


"Kita jalani saja sesuai kemauan mereka!"


"Sepertinya saya juga harus belajar bersikap demikian!"


"Ada apa Pras? bukankah saya sudah bilang tunggu diluar sampai saya selesai!"


Mas Mario berbicara dengan pak Pras yang tak kuketahui kedatangannya dengan nada kesal.


"Maaf karena saya telah lancang mengganggu tuan muda dan nona Maura,tapi ini perintah dari nyonya dan tuan untuk memberitahukan bahwa tuan muda dan nona harus segera datang ketempat acara sekarang."


Jawab pak Pras sambil menundukkan kepalanya,aku yang mendengar percakapan kaku antara dua pria langsung berbalik badan menghadap kemereka berdua.

__ADS_1


"Baiklah,siapkan mobil sekarang! kami akan segera kesana!"


"Baik tuan muda."


Pak Pras segera berlalu meninggalkan kami yang sebenarnya sudah tidak ada lagi hal yang ingin kubahas saat ini.


"Pak Pras itu siapa?"


"Untuk apa tanyakan soal pria lain dihadapanku!"


"Cuma mau tau saja,pak Pras itu siapa disini?"


"Dia asisten pribadiku!"


"Asisten pribadi? wah,wah....seorang guru honorer punya asisten pribadi,hahahaha!"


"Tidak usah mengejekku!"


"Ah,tidak! siapa yang mengejek!"


Mas Mario menarik tanganku,membuatku tersentak kaget karena tiba-tiba saja kini tubuhku telah berada di pelukannya.


Tanganku bertumpu pada dada bidangnya,tubuh kami saling berhadapan tanpa jarak dan nyaris wajah kami saling bertamu karena spontan aku mendongakkan wajahku melihat wajahny sedangkan mas Rio menundukkan wajahnya mendekat kearah wajahku.


'Cup'


Dengan cepat tanpa aba-aba,tanpa pemberitahuan ataupun izin dari sang pemilik dengan lancang dia mencuri keperawanan bibirku.


Spontan aku langsung tertunduk setelah dia melepaskan pelukannya dari tubuhku.Perasaan malu bercampur marah beradu didalam hatiku.


"Kenapa mas lakukan ini padaku!"


"Ini balasan untuk cubitanmu tadi padaku!"

__ADS_1


Jawabnya sambil berjalan pelan menuju pintu keluar taman rumah kaca.


BERSAMBUNG......


__ADS_2