
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang memenuhi pikiranku,ingin rasanya aku meledak lalu menumpahkan semua isi kepalaku dengan jutaan pertanyaan yang harus terjawab.
"Iya!"
Jawabku singkat,meski sebenarnya masih nampak seperti orang linglung.
"Baiklah nona Maura dan nyonya Diana,jika tidak ada lagi hal yang diperluka saya pamit permisi dulu."
"Iya bi Yayah,terima kasih ya!"
Jawab mama,lalu bi Yayah keluar dari kamar tempatku sekarang sambil menutup pintu dengan rapat dari luar.
"Ma......?"
"Iya,kamu mandi lah dulu supaya tubuhmu terasa segar! semua barang-barangmu sudah dirapikan dan sudah berada di almari."
"Ma....mama masih belum menjawab,kenapa kita kesini?"
"Karena memang ini kediaman keluarga Wijaya,rumah Rio!"
Jawab mama sambil tersenyum laku menggenggam tanganku.
"Hah! mama serius?"
"Memangnya mama terlihat seperti sedang bercanda?"
"Ng.....nggak sih,cuma rasa-rasanya aku masih belum bisa percaya ma!"
"Kenapa?"
"Bukankah mas Mario itu cuma......"
"Cuma apa? cuma seorang guru SMU?"
"Bukannya begitu ma.....cuma,iya sih dia kan cuma seorang guru.......!"
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau dia cuma seorang guru!"
"Atau selama ini profesinya sebagai seorang guru hanya untuk menutupi identitas aslinya saja?"
"Sssst! jangan bilang seperti itu!"
"Tapi ma.....! aku hanya merasa,dibohongi ma....!"
"Bohong? bohong bagaimana?"
Tanya mama padaku.
"Mas Mario pernah bertanya padaku,apakah aku yakin mau menerima perjodohan ini karena dia hanya seorang guru SMU.Dia bilang hanya seorang guru ma .....!"
"Memang benar kan?"
"Ya ......iya sih! tapi........Ck,ah! entah lah ma!"
Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur dengan kasar.
"Gitu ya ma?"
Tanyaku sambil kembali bangun lalu duduk di dan bersandar di sandaran tempat tidur.
"Hmmmmm,sepertinya begitu!"
"Hanya.....aku nggak nyangka saja kalau keluarga mereka secrazy rich ini ma........!"
"Itu adalah keistimewaan yang diberikan Allah untukmu sebagai anak baik!"
"Tapi ma......"
"Sudah....mandi lah,mama keluar dulu ya! kalau ada apa-apa kamar mama ada di sebelah."
"Ok mama ....!"
__ADS_1
Jawabku sambil mengangkat jari jempolku tinggi-tinggi.
Sebenarnya aku ingin sekali segera mandi agar tubuh ini kembali segar,namun rasa lelah setelah perjalanan cukup jauh membuatku ingin rebahan saja diatas tempat tidur empuk dan sangat luas ini.
Kupaksa tubuhku untuk bangkit berkeliling kamar yang luasnya hampir dua kali lipat dari kamarku atau mungkin lebih,entahlah tubuhku ini terlalu penat untuk mengukur secara langsung atau hanya sekedar mengira-ngira.
Di samping tempat tidurku ada sebuah sofa panjang menghadap ke televisi yang terletak didekat jendela full kaca membuat suasana ruangan menjadi lebih hangat karena terangnya sinar matahari yang menyeruak masuk kedalam ruangan.
Dari dalam kamarku pemandangan langsung tertuju pada taman dan air mancur yang kulihat saat memasuki halaman depan.
'Tok,tok,tok!'
Terdengar suara ketukan dari luar pintu.
"Iya?"
Jawabku sambil berjalan menuju pintu untuk segera membuknya,seorang perempuan muda yang terlihat usianya mungkin sedikit diatasku berdiri diluar pintu sambil menundukkan kepala.
"Maaf saya mengganggu istirahat nona Maura,saya hanya memberitahukan bahwa nona ditunggu nyonya dibawah karena perawatan sudah siap."Ucapnya masih tetap pada posisinya menundukkan kepala di hadapanku.
"Terima kasih,tapi maaf saya mandi dulu sebentar ya.....sebentar saja,nggak lama kok!"
"Baiklah nona,akan segera saya sampaikan pada nyonya. Saya permisi dulu nona!"
"Iya......mmmmmm,maaf nama kamu siapa?"
Tanyaku padanya.
"Nama saya Nita nona."
"Iya,terima kasih sudah memberi tahu saya mbak Nita!"
"Tidak perlu sungkan nona,sudah menjadi tugas saya.Saya permisi dulu nona."
Setelah mbak Nita pergi meninggalkan kamarku,segera aku bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan sebuah ritual untuk menyulap tubuhku agar kembali segar.
__ADS_1
BERSAMBUNG......