Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Mual


__ADS_3

"Sayang....kamu harus makan,tante Susi bilang kamu harus makan yang lembek-lembek dulu jangan makan nasi biasa dulu karena pencernaan kamu sedang tidak baik."


Bujuk mama padaku meski aku masih enggan.


Memang semuanya salahku sendiri,karena aku yang hobi makan pedas ini justru menjadi bomerang untuk kesehatan pencernaanku ditambah lagi pola makan yang sering kali ku abaikan yang menjadi penyebab rasa sakit yang kini membuatku tak berdaya seperti sekarang ini.


"Setelah makan nanti minum obat biar enakan perutnya.Mama suapin ya....?"


Aku hanya menganggukkan kepala tanda pasrah,meski terkenal manja dirumah tapi aku tak berani membantah kedua orang tuaku.


Pernah sekali dulu waktu aku masih duduk di bangku SD,mama melarangku bermain sepeda namun aku membantahnya dengan berteriak keras padanya dan kejadian tersebut membuatku sangat menyesal sampai sekarang.


Karena setelah aku berteriak keras tiba-tiba mama pingsan setelah menangis akibat bentakanku,Papa bilang mama memang punya riwayat penyakit itu sejak kecil jika mama sedikit tertekan atau terlalu banyak beban pikiran maka mama akan pingsan dan bahkan jadi sakit.


Sejak saat itu aku tau sikap apa yang harus aku lakukan agar tidak membuat mama kepikiran sesuatu tentangku,kami sekeluarga selalu berusaha membuat mama sebisa mungkin selalu bahagia.


"Tadi pagi kan mama sudah bilang ke kamu,nggak usah berangkat sekolah dulu kalo memang sedang sakit.Kamu ngeyel sih....! bilangnya nggak papa,eh....taunya pingsan."


Mama memprotesku sambil menyuapkan sesendok demi sesendo bubur kedalam mulutku.


"Iya ibu ratu...hamba mohon maaf karena sudah melanggar perintah."


Ucapku sambil melipat kedua tanganku keatas kepala seperti seorang hamba sahaya memohon hormat pada paduka ratunya.


"Kamu ini,selalu saja bisa ngerayu mama."

__ADS_1


Mama tertawa kecil sambil mengelus rambut diujung kepalaku.


Kudengar suara papa mengucap salam,lalu masuk kedalam kamarku.Masih dengan pakaian kerjanya,tidak biasanya papa pulang kerja mampir keruangan lain selain langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


Mungkin kali ini berbeda karena sang anak manjany sedang sakit,jadi hari ini ada pengecualian.


"Bibi bilang kamu sakit Ra? sampai pingsan disekolah?!"


Dengan panik papa mendekat kearahku.


"Nggak apa-apa kok pa,Rara cuma pusing dan mual aja.Kalo pingsan tadi karena ada bola basket nyasar kekepala Rara pa."


"Kok bisa?! trus apanya yang luka,kita kerumah sakit ya?takutnya kepala kamu kenapa-kenapa nak!"


Aku berusaha menenangkan papa,meyakinkannya bahwa aku masih baik-baik saja.


"Tapi,kamu kena bola dikepala lho Ra! Sampai pingsan lagi!"


"Tadi sudah di periksa tante Susi kok pa,nggak papa."


"Yakin kamu ya? beneran nggak papa ya? nanti kalo ada yang di rasain lagi atau keluahan apapun bilang ke papa sama mama ya?"


" Siyap bos!"


Ucapku sambil meletakkan tangan dipelipis menandakan gerakan hormat.

__ADS_1


"Kamu ini bisa aja,hahahaha."


"Yaudah papa bersih-bersih dulu.....kamu beneran nggak papa ya?"


Aku hanya menganggukkan kepala,lalu menelan beberapa butir obat yang sudag disiapkan mama.Lalu kembali berbaring untuk beristirahat.


Krrrruuuk.


Suara perutku berbunyi karena merasa lapar,rasa pusing dikepalaku sudah mulai reda.


Kulirik jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam.


Sudah sangat larut rupanya,namun perutku tersa lapar.Benar saja terakhir perutku terisi tadi sore itupun hanya bubur,mana kenyang kalo nggak makan nasi,gumamku.


Ku paksakan kaki melangkah kearah meja makan berharap ada sisa makanan yang lupa bibi bereskan,namun naas tak ada makanan yang kutemukan di meja makan.


Saat aku hendak menuju kulkas sekilas kulihat sekelebat bayangan.


"Bik....bibi...ma....ma...mama!"


Ku panggil-panggil siapapun berharap ada yang menyahut namun tak ada siapun,aku berusaha mengabaikannya agar tak merasa takut.


Saat kubuka pintu kulkas kurasa ada yang berdiri dibelakangku.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2