Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Teringat malam itu


__ADS_3

Beberapa pertanyaan diajukan padaku,entah ada berapa banyaknya aku tak ingat mungkin ada beberapa puluh pertanyaan.


Aku sempat terdiam sejenak karena kembali mengingat kejadian malam itu,dimana aku sendirian bersama orang asing yang menurutku berniat buruk padaku,teriakanku meminta pertolongan sambil berlari tunggang langgang tanpa arah dan tujuan dimalam gelap serta ditempat sepi.


Om Aris berusaha menenangkanku agar aku mampu menjawan kembali pertanyaan-pertanyaan yang kawan sesragamnya ajukan padaku.


"Astaghfirullah hal adzim....."


Ucapku sambil menenangkan diri,sambil meneguk sebotol air mineral yang sengaja dibawakan mama untukku.


Sejenak kewarasan serta kesadaranku kembali,aku berusaha kuat dan menghilangkan ketakutanku ketika mengingat kejadian malam itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya.


Hari sudah beranjak sore ketika kami keluar dari kantor polisi dengan diantarkan oleh om Aris sampai ke parkiran,om Aris berpesan padaku agar aku tak takut dalam memberikan kesaksian karena si pelaku sudah tertangkap jadi aku tak perlu terlalu khawatir.


"Oiya om,tadi sewaktu kami datang ada laki-laki yang keluar dari sini dan sempat mengobrol sama om."


Kataku memancing agar om Riyan secara sendirinya menceritkan keperluan pak Mario datang kemari juga sebelum aku.


"O....yang tadi itu namanya Mario,bukankah dia orang yang menolongmu? dia Juga yang membantu kami menangkap tersangka."


"Oya?!"

__ADS_1


Tanyaku agak sedikit kaget,karena heran saja pak Mario ternyata yang membantu menangkap pelakunya? Wah hebat sekali dia. Batinku memujinya,


Karena hari sudah sore mama dan papa mengajakku untuk segera pulang,sedangkan aku sebagai anak yang berbakti pada orang tua tentu saja segera menuruti apa perkataan mereka.Meski sebenarnya masih ada yang perlu ku obrolkan sama om Aris,namun apalah dayaku harus kuturuti orangtuaku.


Saat kami sampai dirumah kulihat kak Rendi juga baru pulang dari kantor,namun begitu turun dari mobilnya ternyata bersama kak Rosa.


Kusapa sekedar berbasa-basi pada kak Rosa saat aku hendak masuk kedalam rumah,karena memang aku merasa sangat lelah hari ini.


Kulihat kak Rosa berwajah masam ketika berpapasan denganku,entahlah mungkin karena aku yang merasa lelah saja sehingga membuatku jadi over thinking.


Segera kurebahkan tubuhku setelah selesai dari kamar mandi guna membersihkan tubuhku,rasa segar kembali menyelimuti tubuhku yang tadinya terasa sangat lelah dan penat.


Sampai kudengar suara ketukan dibalik pintu kamarku.


"De.....kita makan bareng yuk,semua udah siap di meja makan tinggal nungguin kamu aja ini."


Teriak kak Rendi dari balik pintu.


Dengan enggan ku paksa tubuhku bangun dari rebahanku yang nyaman,lalu berjalan menuju pintu dan segera kubuka.


Terlihat wajah kak Rendi yang sedanga menungguku di depan pintu.

__ADS_1


"Hah....aku masih lelah kak!"


Segera kak Rendi berjongkok didepanku.


"Kakak ngapain jongkok disitu?! mau berak?"


Tanyaku dengan penasaran


"Ayo sini naik ke punggung kakak,biar kakak gendong kamu!"


Perintahnya.


"Aku masih kuat jalan kak,gak perlu digendong.Tapi kalau di paksa apa boleh buat,hehehe."


Segera aku naik kepunggung kekar kakakku,dan menggendongku menuju ruang makan.


"Kamu berat banget sekarang ya de? udah gede ternyata adeknya kakak ini."


Selama perjalanan dari kamarku menuju meja makan kami saling tertawa mengingat kembali masa kecil kami yanh tak jauh beda dengan adegan saat ini,ketika aku ngambek


,kecapekan,atau lagi susah makan biasanya kak Rendi merayuku dengan menggendong seperti ini.

__ADS_1


Sesampainya dimeja makan kulihat wajah kak Rosa yang nampak begitu kusut melihat kehadiran kami.


Bersambung......


__ADS_2