Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Noda darah di seprei


__ADS_3

Aku terbangun saat kudengar alarm yang berasal dari hapeku berbunyi,saat kubuka mata kulihat mas Rio baru selesai menunaikan sholat subuh.


Aku merasa tidak nyaman di bagian perutku saat berusaha bangkit dari pembaringan.


"Astagfirullah.....!"


Teriaku pelan saat kulihat noda darah di seprei,dengan buru-buru aku segera berlari menuju kamar mandi.


'Tok,tok,tok'


"Ra! ada apa?"


Tanya mas Rio padau dari luar pintu kamar mandi.


"Maaf mas aku mengotori tempat tidurmu! maaf,nanti akan segera kubersihkan!"


Teriakku dari dalam kamar mandi.


Saat aku keluar dari pintu kamar mandi tak kulihat keberadaan mas Rio di dalam kamar,aku hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhku dari dada hingga lutut saat keluar dari kamar mandi.


Kulihat diatas tempat tidur sudah disiapkan baju ganti lengkap untukku beserta perlengkapan pribadiku termasuk barang yang sedang kubutuhkan saat ini yang dirancang khusus untuk wanita yang sedang datang bulan.


Kulihat tempat tiduar sudah kembali rapi,serta seprei dan selimut juga sudah di ganti dengan yang baru.


Saat aku selesai menenakan pakainanku lengkap,terdegar seseorang mengetuk pintu kamar.


Ketika aku membukanya ternyata seorang pelayan yang datang dengan membawakanku sarapan.


Pelayan bilang tuan mudanya yang memerintahkannya.


Saat kupertanyakan keberadaan mami,pelayan menjawab bahwa mami baru pulang pagi ini dan sedang sarapan di bawah bersama sang tuan muda dirumah ini.


Aku segera turun menyusul mereka dan memberitahu pelayan jika aku akan makan di meja makan saja,tidak perlu sarapan dikamar.


Pelayan mengikutiku dari belakang sambil membawa kembali makanan yang sudah di siapkan untukku.


"Selamat pagi mi....,"

__ADS_1


Sapaku pada mama mertuaku yang tampak tersenyum bahagia saat melihatku pagi ini.


"Pagi sayang.....bagaimana semalam?"


Tanya mami sambil tersenyum melihat kearah mas Rio.


"Mami tanya sama Rara,atau sama mas Rio?"


Tanyaku bingung untuk menjawab,karena mami bertanya padaku sambil melihat kearahku lalu pandangan matanya berpindah kearah mas Rio.


"Ya pada kalian dong.....kan kalian yang,"


"Ehem! mami.....untuk apa hal seperti itu dipertanyakan? bukankah semua pengantin baru pasti akan melakukannya!"


Mami nampak tersenyum sumringah membuatku bingung dengan sikapnya.


"Rara,kamu makanlah yang banyak! kamu pasti lelah karena tenagamu sudah terkuras semalam karena ulah anak mami."


"Maksud mami apa?"


Tanyaku polos masih tak mengerti maksud dari perkataan mami,karena aku memang benar-benar tidak mengerti.


Jawab mas Rio dengan nada ketus.


"Oh iya mi,bagaimana keadaan om Dedi?"


Tanyaku.


"Kenapa masih panggil om?dokter bilang keadaannya sudah jauh lebih baik,dia sudah melewati masa kritisnya semalam."


Kami bersyukur karena om Dedi,maksudku papi sudah menjalani operasinya dengan lancar serta berhasil melewati masa kritisnya.


Setalah selesai sarapan mami segera kembali kekamar untuk beristirahat sejenak sebelum kembali kerumah sakit untuk menunggu sang suami tercintanya,sedangkan mas Rio kembali menggiringku kekamar.


Saat dikamar dengan bingung ku pertanyakan padanya kembali tentang maksud dari obrolan mama dengannya tadi soal kejadian semalam.


"Memangnya ada kejadian apa mas,semalam!"

__ADS_1


Tanyaku dengan lugu.


"Kamu ini memang benar-benar masih bocah yang tidak akan paham obrolan orang dewasa!"Jawabnya sambil menatapku.


"Jika saya belum paham,mohon pak guru menjelaskan secara rinci supaya saya paham!"


Protesku padanya.


"Lalu jika kamu masih belum paham juga,mungkin perlu metode lain untuk menjelaskannya padamu!"


"Metode lain apa?"


"Mungkin harus langsung praktek supaya kamu langsung paham!"


"Memangnya apa!"


Tanyaku mempertegas ingin segera mendapat penjelasan.


"Mami kira kita sudah melakukannya!"


Jawabnya.


"Melakukan apa?"


Tanyaku padanya,masih tak mengerti.


"Huh! kamu ini pura-pura bodoh atau memang benaran selugu itu!"


Tanyanya padaku kembali dengan nada kesal.


"Aku nemang tidak paham!"


"Bukankah kita sudah menjadi suami istri? mami kira kita sudah melakukan..."


"O......sudah,tidak perlu diteruskan! aku sudah paham."


Jawabku dengan begitu percaya dirinya sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


Sedangkan mas Rio justru menatapku dengan pandangan kesal.


BERSAMBUNG......


__ADS_2