Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Sahabat baru


__ADS_3

Sebenarnya aku sendiri bingung kenapa aku mengatakan hal demikian pada bocah sekecil itu,bagaimana jika dia merasa aku telah membohonginya nanti?


"Sasa punya sahabat?"


Tanyaku padanya dan hanya dijawab dengan gelengan kepala.


"Memangnya kak Rara mau jadi sahabatnya Sasa?"


Tanyanya kembali padaku.


"Kalau Sasa mau nggak jadi sahabat kak Rara?"


Sasa hanya memandangku tanpa mengucapkan apapun.


"Kenapa melihat kakak seperti itu?"


Tanyaku padanya karena melihatku dengan tatapan tajam tanpa mengucapkan apapun.


"Sepertinya kakak orang baik,nyatanya kakak nggak marah ketika tau aku ingin menikah dengan kak Rio!"


"Memangnya kenapa kaka Rara harus marah sama Sasa?"


"Kakak tidak cemburu? kakak yakin mau mengalah sama Sasa dan tidak jadi menikah dengan kak Rio? memangnya kakak tidak cinta sama kak Rio ya!"


Kenapa anak ini menanyakan hal yang tidak mungkin bisa kujawan begini sih!


Batinku.

__ADS_1


"Eee......"


"Kakak cinta nggak sama kak Rio?"


"Sasa....dengerin kakak sebentar ya....!"


"Kalau kak Rara dan kak Rio sama-sama saling mencintai,Sasa nggak apa-apa mengalah untuk kebahagiaan kalian!"


"Ehem! Kakak dengar lho.....! ya jelas lah kak Rio dan kak Rara saling mencintai,makanya kami akan bertunangan!"Tiba-tiba mas Rio datang dari sampingku mengagetkan kami yang sedang sibuk mengobrol.


"Beneran kak Rara?"Tanya Sasa padaku sambil berdiri bangkit dari duduknya.


Aku masih bingung harus menjawab apa atau bagaimana dengan pertanyaan bocah sekecil ini,aku tidak mungkin berbohong atau jujurpun bingung harus menjawab apa.


"Iya kan sayang?"


"Eh,i...iya!" Jawabku dengan gugup.


"Hah,baiklah kalau begitu aku......tidak akan memaksa kak Rio untuk menikah denganku atau menjadi pacarku lagi."


Mas Mario tersenyum pada Sasa lalu tersenyum sambil memandang kearahku.


"Maaf Tuan,nona hari sudah semakin larut,kita harus segera pulang untuk acara makan malam."


Tiba-tiba pak Pras datang membuat kami semua terkejut dibuatnya,spontan mas Mario melepaskan rangkulan tangannya dari pundakku.


"Jadi....mulai hari ini kita putus ya kak Rio! o

__ADS_1


kak Pras belum punya pacar kan?"


Tanya Sasa sambil mendekat dan tersenyum kearah pak Pras yang berdiri dengan wajah bingung sambil menggaruk kepalanya yang kemungkinan sedang tidak gatal,disusul dengan tawa kami berdua kompak bersamaan.


Kami segera berpamitan pulang setelah berdamai dengan Sasa sang mantan pacar mas Rio calon tunanganku.


Pak Pras segera melajukan mobil membawa kami kembali keistana keluarga Wijaya.


"Sayang.....! kalian habis dari mana?"


Tanya mami pada kami saat baru saja Pak Pras membukakan pintu mobil untuk mas Rio dan juga untukku.


"Pras! kau bawa kemana lagi anakku,lalu sekarang calon menantuku kau bawa serta pula Pras!"


Mami menggelengkan kepala sambil berkacak pinggang pada pak Pras yang sebenarnya tak tau apa-apa tapi justru disalahkan.


"Maafkan saya nyonya,saya telah lancang melanggar aturan sekali lagi."


Pak Pras meminta maaf sambil membungkukkan badannya,sedangkan mas Rio dan aku langsung digandeng oleh mami.


"Baiklah,aku maafkan sekali lagi kamu Pras!"


Ucap mama sambil menghentikan langkah kakinya tanpa menoleh kearah pak Pras,lalu kembali melanjutkan langkahnya membawa kami memasuki pintu masuk istana.


"Terima kasih banyak nyonya!"


Jawab pak Pras,sementara mami sudah tak lagi menggubrisnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2