Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Menghibur Jesi


__ADS_3

"Cari cowok lain?"


Tanya Jesi sambil menimbang-nimbang mencoba memikirkannya kembali.


"Nggak mauuuuuu! aku maunya pak Mario....!"


"Jes....mendingan sekarang kamu mandi aja dulu biar seger dan fikiran kamu fresh,habis itu kita makan biar kamu bisa berfikir lebih tenang."


Bujukku,karena berbagai bujukan sedari tadi rasanya nggak mempan.


Tiba-tiba hapeku berbunyi,saat kulitat layar hapeku ternyata itu panggilan dari kak Rendi.


"Sebentar ya aku angkat telfon dari kakakku dulu."


Pamitku lalu berjalan perlahan keluar dari kamar Jesi untuk menerima telfon dari kak Rendi.


"Halo kak,Asaalamu'alaikum.......iya ini masih dirumah Jesi,engggg ditolak (jawabku sambil berbisik).......iya ini lagi ngerayu dia dari kemarin nggak mau makan.........gitu ya?iya deh nanti aku coba.......ok,hati-hati ya kak.Walaikum salam."


Kak Rendi memutus panggilan karena sedang dalam perjalanan kemari menjemputku.


"Jes,kita jalan-jalan yuk! buat ngilangin bete kamu."


Usulku,yang sebenarya ini adalah usul dari kak Rendi.


"Nggak ah,males!"


"Sama kakak aku,tadi aku cerita soal kamu terus dia bilang mau kesini ngajak kita jalan-jalan gitu.Mau ya Jes...."


"Sama kakak kamu?yeiy aku ikuuuuut!"

__ADS_1


Jawab Medina bersemangat.


Membuatku dan Jesi saling pandang dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Medina.


"Jangan seneng dulu,nanti ditolak sama kakaknya Rara baru tau rasa kamu!"


Ledek Jesika pada Medina.


"Jadi gimana Jes,mau ikut nggak?"


"Mmmmmmmmm,iya deh nggak papa. Tapi aku mandi dulu ya...."


"Ok."


Jawab kami berdua dengan kompak.


"Ra,apa jangan-jangan pak Mario itu sudah punya pacar ya?"


"Atau jangan-jangan sudah punya istri Ra."


"Entah lah Din,aku no komen. Jangan gibah Din.....!"


"Hehehe,iya."


Ringtone hapeku kembali berbunyi dan ternyata kak Rendi lagi yang telfon,segera ku angkat dan ternyata kak Rendi sudah di depan rumah Jesi.


Kupinta kak Rendi masuk saja dan menunggu kami sampai Jesi siap.


'Tok,tok,tok'

__ADS_1


"Permisi non,ada kakaknya non Maura diluar sudah menunggu."


Ucap salah seorang pembantu dirumah Jesika memberitahukan pada kami bahwa kak Rendi sudah sampai dan menunggu diluar.


"Iya bi,makasih ya."


Jawabku lalu keluar untuk menemui kak Rendi yang ternyata sudah duduk di sofa ruang tamu dirumah Jesi,Medina mengekor dibelakangku.


Tak perlu menunggu terlalu lama,Jesi sudah siap dan kami segera berpamitan pada bibi salah satu pembantu Jesi.


Waktu sudah semakin sore,Medina sudah mulai gelisah.Sepertinya dia takut jika nanti akan diomeli orang tuanya karena pulang terlalu sore dari sekolah,kami sudah makan serta jalan-jalan memainkan beberapa permainan di game zone disebuah mall yang cukup ternama dikota kami.


Ketika sedang berjalan didalam mall kami sempat bertemu dengan beberapa teman laki-laki Jesi dan diperkenalkannya pada kami,sepertinya mereka sangat akrab dan Jesi bilang salah satu dari mereka adalah mantan pacarnya.


Jika aku tak salah menilai sepertinya mereka bukanlah teman yang baik untuk Jesi,entahlah sepertinya itu hanya perasaanku saja.


Hari sudah semakin sore,jam ditanganku sudah menunjukkan lewat dari pukul lima.


Kami segera mengantar Jesi dan Medina kerumah Jesi karena Motor Medina masih tertinggal dirumah Jesika.


Setelah kami berpisah didepan rumah Jesi,kak Rendi segera malajukan mobil untuk langsung pulang kerumah.


"Kita langsung pulang kan dek?"


"Iya,mkasih ya kak sudah ikut perduli dengan teman-temanku dan ikut menghibur Jesi."


"Hmmm,iya sama-sama."


Kulihat sepertinya tadi Jesi sudah mulai agak sedikit melupakan kesedihannya,syukurlah dia sudah bisa bersikap normal seperti biasa lagi meski aku sendiri tak tau seperti apa dalam hatinya saat ini.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2