
Hari ini adalah hari dimana pak Mario berpamitan pada kami semua setelah masa mengajarnya disrkolah kami selesai sejak akhir minggu kemarin.
Hari senin ini beliau datang kembali kesekolah hanya untuk berpamitan dan mengucapkan selamat tinggal pada semuanya dan juga beberapa ucapan terima kasih darinya.
Aku yang hari ini juga berdiri sebagai salah satu siswanya ikut berbaris mengikuti upacara bendera seperti yang biasa kami laksanakan setiap hari senin bersama dengan siswa yang lain.
Sebenarnya setelah ini pak Mario tidak langsung berencana pulang kekotanya karena dia masih akan tinggal dikota ini selama satu minggu lagi untukku.
"Ra,kamu nggak apa-apa?"
Tanya Medina berbisik padaku disela pidato pak Mario di depan kami semua sekaligus dalam rangka upacara bendera yang rutin dilaksanakan oleh sekolah kami setiap hari senin pagi.
"Ssst!"
Jawabku tanpa menoleh kearahnya karena takut akan menyita perhatian sekitar.
Setelah selesai upacara bendera selesai kami semua bubar dan segera masuk kedalam kelas masing-masing karena sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai.
"Din,Jesika apa kabarnya ya?"
Tanyaku pada Medina disela menunggu kelas dimulai.
"Aku juga tidak tau Ra,sejak dia keluar udah los kontak sama dia!"
Jawab Medina sambil menoleh kearahku yang duduk di bangku belakangnya.
"Kira-kira kak Roi jadi nikahin dia nggak ya?"
Tanyaku lagi pada Medina.
"Woi,pagi-pagi udah gosip aja!"
Bisik Samuel pada kami berdua yang sedang membicarakan Jesika sambil berbisik juga sejak tadi.
Tak berapa lama pintu kelas kami terbuka,bapak kepala sekolah memasuki ruang kelas kami dan berbasa-basi menyapa dan memberitahukan tujuan beliau datang kekelas kami.
Tak lain dan tak bukan adalah untuk memperkenalkan guru baru pengganti pak Mario yang akan mengajar kelas kami dalam mata pelajaran yang sama.
Seorang laki-laki muda bertubuh tinggi memasuki kelas kami dan menyapa kami semua.
"Assalamu'alaikum,selamat pagi semuanya....!"
Sapanya sambil tersenyum ramah.senyuman yang terasa begitu menyejukkan jiwa dan raga.
Bapak kepala sekolah berpamitan meninggalkan ruangan sembari mempersilahkan guru baru untuk memperkenalkan diri.
Mataku tak hentinya memandang kearahnya yang memang sudah tak lagi asing untukku,kami pernah bertemu satu kali saat suasana berkabung ketika meninggalnya nenek.Dia datang bersama Uti,ya....dia adalah kak Yahdan sepupuku yang datang mengantarkan Uti kerumah kami ketika nenek meninggal dunia kala itu.
Ya Allah....kenapa dunia ini sempit sekali? batinku.
pak Yahdan memperkenalkan diri pada kami semua,usianya dua puluh lima tahun dan dia masih lajang.Begitulah dia memperkenalkan dirinya yang disambut hangat oleh semua siswi karena terpesona oleh keteduhan serta ketampanan wajahnya.
Acara perkenalan selesai,pak Yahdan mengabsen kami satu persatu untuk lebih mengemal kami semua.
Saat pak Yahdan memanggil namaku,aku segera bangkit dan berdiri untuk menunjuk tangan serta menunjukkan wajahku padanya.
Pak Yahdan nampak sedikit terkejut saat melihatku namun dia kembali tenang dan melanjutkan mengabsen yang lain.
__ADS_1
Kemarin suamiku yang jadi guruku dan sekarang sepupuku,lalu besok lagi siapa? apakah semua anggota keluargaku akan menjadi guru disini juga!
Batinku menggerutu heran pada kehidupan ini.
Aku sedang menunggu jemputan,pak Pras yang biasanya selalu on time didepan gerbang sekolah saat jam pulang sekolah tak kunjung kujumpai keberadaannya,saat ku telfon tidam dijawab dan ketika ku chat hanya di buka dan tidak juga di balas.
Hari ini aku benar-benar kesal padanya karena tidak biasa-biasanya dia seperti ini.
"Rara?"
Sapa pak Yahdan padaku saay beliau sedang berjalan menuju parkiran khusus untuk para pengajar serta staf sekolah.
"Eh,iya pak selamat sore...,"
Sapaku dengan sopan.
"Sedang nunggu jemputan?"
Tanyanya sambil melihat kearah gerbang.
"Iya,sepertinya yang jemput sedikit terlambat hari ini."
Jawabku.
"Dijemput sama....."
"Sopir pak!"
Jawabku dengan cepat memotong pertanyaannya sebelum dia menyebut kata suami di area sekolah.
"Iya tidak mengangka pengganti pak Mario ternyata malah sepupu sendiri,oiya kak Yahdan tinggal dimana?"
Tanyaku penasaran.
"Saya nge kost di dekat sini."
Jawabnya.
"Kenapa tidak tinggal dirumah kami saja? kan masih saudara dari pada nge kost kan lebih ramai tinggal bersama saudara!"
"Tidak apa-apa,nanti malah merepotkan!"
Jawabnya dengan tersenyum ramah,entah kenapa aku selalu senang setiap melihatnya tersenyum.Senyumannya bagaikan air segar yang mampu menghilangkan dahaga,begitu manis dan membuatku ingin melihatnya tersenyum lagi seperti terhipnotis.
"Ra,itu mungkin jemputan kamu yang datang!"
Ucap kak Yahdan sambil menunjuk sebuah mobil yang baru saja datang dan berhenti ketika sudah memasuki gerbang sekolah.
"Mas Rio...!"
Bisikku pelan saat kulihat mobil mas Rio yang sudah berhenti tepat di halaman sekolah sambil mengklakson.
"Maaf pak,saya permisi dulu,main kerumah ya kalau ada waktu!"
Ucapku lalu dengan cepat berjalan meninggalkannya menuju mobil mas Rio.
Kulihat dari dalam mobil pak Yahdan masih berdiri mematung ditempatnya melihatku masuk kedalam mobil mas Rio.
__ADS_1
"Kenapa kamu melihatnya seperti itu?"
Tanya mas Rio padaku yang ketahuan memandang kearah laki-laki lain meski itu adalah guru baru disekolahki sekaligus sepupu jauhku.
"Dia itu guru baru pengganti anda pak!"
Jawabku.
"Lalu?"
"Tidak,dia itu juga sepupuku!"
Jawabku berusaha menjelaskan agar dia tidak salah paham padaku.
"Benarkah!"
Tanyanya seolah tak percaya dengan ucapanku.
"Apa anda lupa padanya? dia yang mengantarkan uti datang kerumah saat nenek meninggal dunia."
Jawabku kesal.
Dia hanya diam seolah sedang mengingat-ingat siapa kak Yahdan,atau mungkin dia diam karena tidak suka aku membicarakan kak Yahdan.
"Belum ingat siapa dia?"
Tanyaku sambil melihat wajahnya yang datar tidak seperti sedang memikirkan apapun untuk mengingat kak Yahdan yang sedari tafi ku bicarakan.
"Emangnya penting siapa dia harus di ingat-ingat segala!"
Jawabnya ketus.
"Bilang saja tidak ingat! maklum lah ya....sudah tua jadi pelupa deh.....hehehe,"
Celetukku sambil tertawa puas sudah berhasil mengejeknya.
"Enak aja ngatain tua!"
Ucapnya sambil tangannya usil mencolek bagian kesukaannya.
"Eh! tangan anda tidak sopan ya pak!"
Bentakku padanya dengan berkacak pinggang sambil menahan tawa.
"Maaf nona,saya tidak sengaja! saya hanya sedikit khilaf nona!"
Jawabnya diiringi dengan tawa yang kian meledak diantara kami berdua.
Tiba-tiba terdengar bunyi dering hape dari dalam tas sekolahku yang ada di pangkuanku.
JESIKA!
"Hallo Jes.....kamu apa kabar?"
Aku terdiam sejenak mendengarkan perkataan Jesika,ternyata dia menghubungiku untuk meminta maaf atas perlakuannnya padaku serta memberitahukanku bahwa dalam beberapa hari ini dia dan kak Roi akan segera menikah.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1