
'Tok,tok,tok'
Saat pintu terbuka kak Rendi masuk dan menanyakan apakah kami sudah siap,karena penghulu yang akan menikahkan kami sudah datang.
Kami segera berpindah menuju ruang dimana tempat om Dedi dirawat,karena penghulu dan semuanya sudah menunggu disana.Serta acara akad nikah juga akan dilaksanakan disana.
Mama yang menuntunku dari sebelah kanan bersama dengan mami yang juga ikut menuntunku berada disebelah kiriku.
Sedangkan mas Rio sudah lebih dulu keluar bersama dengan kak Rendi yang tadi datang memberitahukan kedatangan penghulu.
Acara akad nikah berjalan dengan lancar,ijab qobul dengan lancar diucapkan oleh mas Rio di hadapan penghulu,para saksi,serta di hadapan seluruh keluarga kami yang hadir dalam upacara sakral kami yang sederhana dan mendadak karena keadaan yang sangat mendesak.
Semua nampak bernafas lega,senyum bahagia tergambar dari wajah-wajah sumringah yang tak hentinya memberikan ucapan selamat pada kami berdua,namun gambaran lain terukir di batinku.
Hari ini adalah awal dari kehidupanku bersama mas Rio,mulai detik ini kami sudah resmi menjadi suami istri dimata agama.Meski belum tercatat sah di mata hukum,namun nyatanya kami sudah resmi dinyatakan sebagai suami istri.
Aku segera mengganti kebaya yang kukenakan dengan pakaianku yang lain sesaat setelah acara akad nikah selesai dan penghulu pergi dari rumah sakit karena telah selesai menikahkan kami.
Mas Rio mengikutiku dari belakang saat aku hendak mengganti pakaianku kekamar mandi.
"Mau ngapain?"
Tanyaku padanya yang ikut berhenti dibelakangku saat kuhentikan langkahku didepan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Jam tanganku tertinggal di dalam!"
Jawabnya lalu aku mundur untuk memberinya jalan masuk lebih dulu masuk kekamar mandi.Setelah menemukan jam tangannya,mas Rio segera keluar dan mempersilahkanku masuk untuk mengganti pakaianku.
Dua jam setelah aku resmi menjadi istri mas Rio,om Dedi segera dibawa keruang operasi.
Sedangkan keluargaku yang lain langsung pulang kerumahku karena papa harua meeting dengan kliennya yang akan datang dari luar negeri malam ini.
"Rio,antarkanlah istrimu pulang agar bisa beristirahat!"
Perintah mami pada mas Rio.
"Nanti saja mi,setelah papi keluar dari ruang operasi.Kamu tidak keberatan kan Ra?"
Jawabnya sambil menoleh kearahku saat bertanya padaku,yang hanya kujawab dengan anggukan kepala.
"Halo.....Pras,antarkan Rara pulang! biar bisa beristirahat dirumah."
Kudengar mas Rio berbicara dengan pak Pras di telfon.
Mami hanya menggeleng sambil melihat kearah mas Rio yang nampak hanya diam duduk,lalu bangkit lagi dan kini berjalan mondar-mandir tak karuan lalu kembali duduk.
Entah sudah berapa kali hal serupa ia lakukan,mami dan aku yang duduk di sebelahnya hanya diam melihat tingkah resah mas Rio.
__ADS_1
Pak Pras datang dengan tergopoh-gopoh menghampiri kami di ruang tunggu yang berada didepan ruang operasi.
"Mari nona!"
Ajak pak Pras padaku untuk mengantarkanku pulang.
Aku hanya menurut,aku segera berpamitan pada mami dan mas Rio.Kucium punggung tangannya yang kini telah resmi menjadi suamiku.
Bi Yayah sudah bersiap menyambutku saat pak Pras baru saja menghentikan mobil yang kami tumpangi.
"Selamat siang nona!"
Sapanya padaku yang baru saja datang.
"Selamat siang bik."
Jawabku sambil menyunggingkan senyum padanya.
"Terima kasih pak Pras!"
Ucapku sambil berjalan pelan diikuti langkah bi Yayah dibelakangku.
"Mari saya antar ke kamar tuan muda nona!"
__ADS_1
Ucap bi Yayah padaku sambil menuntunku menuju kamar tuan mudanya.
BERSAMBUNG....