Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Debat lagi


__ADS_3

"Selamat datang pak Rio,selamat siang!"


Sapa seorang pelayan perempuan yang menyambut kedatangan kami,sebenarnya aku tak begitu heran karena ini sudah kedua kalinya kami berkunjung ke cafe ini dan di sambut.Tapi kali ini ada yang aneh karena pelayan tersebut memangginya BOS!


"Ayo..!"


Ajaknya saat aku tetap berhenti di dekat pintu masuk,ingin melihat apakah mereka akan menyapa para pengunjung yang baru datang dengan sapaan yang sama atau hanya kami yang diperlakukan istimewa?


"Tunggu sebentar! aku masih mau disini dulu sebentar!"


Jawabku sambil melihat kearah luar berharap ada pengunjung yang akan masuk setelah kami.


Beruntungnya aku,ada sepasang muda mudi memasuki cafe sambil bergandengan tangan dengan mesra.


"Silahkan....!"


Sapa pelayan yang sama,namun dengan sapaan yang berbeda dan cara menyapa yang berbeda pula,saat menyapa kami dia melakukannya sambil membungkukkan badan namun saat dengan yang lain hanya menundukkan kepasa saja.


"Ayo kita duduk! kamu sedang nungguin siapa sih?"


"Nunggu moodku balik lagi!"


Jawabku sambil berjalan menuju meja yang kosong.


"Silahkan.....!"


Kata seorang pelayan yang dulu pernah melayani kami saat kami pertama kali berkunjung kemari.


"Kamu pilih saja dulu,nanti aku samain aja!"


Kata mas Mario sambil bangkit dari tempatnya duduk.


"Mas mau kemana?"


"Ke toilet sebentar!"


Jawabnya sambil berjalan menuju sudut ruangan yang bertuliskan TOILET dengan sebuah tanda panah.


"Mbk....boleh saya tanya sesuatu?"


"Maaf,tanya apa ya?"


Tanyanya kembali padaku dengan tangan sedikit gemetar.


"Mas Rio itu....."


Belum sempat aku menyelesaikan pertanyaanku keburu mas Mario datang.

__ADS_1


"Cepet banget ketoiletnya!"


Tanyaku sambil memandangnya curiga.


"Maaf,tadi ada yang mau anda tanyakan?"


Pelayan disebelahku mengingatkanku tentang pertanyaanku yang terputus tadi.


"Saya cuma mau tanya,pesenan saya bisa fast nggak mbak? saya pesan ini sama ini dua ya!"


"Baik akan kami usahakan secepat mungkin,ditunggu.....!"


Ucapnya sambil berlalu meninggalkan meja kami.


Setalah selesai makan kami kembali melanjutkan perjalanan tanpa kendali.


"Setelah ini kita sudah tidak mampir-mampir lagi kan?"


"Kenapa memangnya?"


"Takutnya sampai sana kesorean,mami sudah janjian sama orang butik sore ini nggak enak kalo telat!"


"Iya,lagian aku juga sudah kenyang!"


Jawabku sambil kembali menggeser-geser layar hapeku,terkadang menyentuh beberapa jajaran huruf mengetik untuk membalas chat dari teman-temanku termasuk Medina yang kini sedang jalan sama Samuel.


'Ra....udah berangkat?"


'Sudah!'


"Semua ikut?'


'Iya.'


'PAP dong!'


'Maaf nggak bisa!'


'Kenapa? biasanya kamu sering pamer foto ke aku kalau lagi pergi sama keluarga!'


'Kali ini luar biasa!'


'Karena ada mas Riomu?takut aku naksir mas Rio!'


'Bukan gitu....!'


'Iihhhh......kamu pelit!'

__ADS_1


'Biarin! happy fun ya Din.....hati-hati jangan deket-deket sama Sam, nanti di gigit! hahahaha'


'Emangnya Sam macan!'


'Lebih ganas dari macan tau!'


'Masaaaaa......!'


Tiba-tiba saja Medina video call,aku bingung jika tak ku jawab dia pasti akan berfikiran buruk tentangku tapi jika kuangkat.....


"Ada telfon,kenapa nggak diangkat!"


Tanya mas Mario padaku.


Aku hanya menunjukkan layar hapeku padanya.


"Medina video call."


Bisikku padanya.


"Sudah tau aku juga bisa baca! lagian ngapain bisik-bisik!"


"Gimana?"tanyaku.


"Angkat aja!"


"Nggak apa-apa?"


Tanyaku lagi.


"Asal jangan sampai dia tau ada aku!"


Akhirnya kuangkat panggilan video dari Medina,ternyata dia lagi makan siang sama Samuel.Medina sempat menanyakan tentang mas Rio dan ingin lihat seperti apa wajah mas Rio yang selama ini selalu dia pertanyakan,mas Rio yang merasa namanya disebut-sebut hanya melihat kearahku dengan pandangan tajam seperti singa yang siap menerkam.


"Kamu cerita sama temen-temen kamu soal perjodohan kita!"


Tanyanya setelah panggilan dari Medina dimatikan.


"Nggak,aku cuma nggak sengaja keceplosan waktu menanyakan soal kejadian Medina dengan Jesi."


"Huh! dasar perempuan!"


"Kenapa memangnya dengan perempuan? salahin saja terus perempuan! pantas saja sampai umur segini belum punya istri."


"Jangan salah ya banyak diluar sana yang ngantri sama aku!"


"Trus kenapa juga mau sama aku? terpaksa? sama,aku juga!"

__ADS_1


Lagi dan lagi kami berdebat lagi begitu seteruanya,sampai kami lelah pada akhirnya sama-sama diam dalam keheningan menbuatku merasa kantuk.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2