Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Rengekan Medina


__ADS_3

Medina masih saja terus merengek memintaku dan Samuel untuk menemaninya ke toko buku sepulang sekolah,meski kami sudah memberikan alasan yang masuk akal namun tetap saja dia tak mau tau.


"Sam,gimana kalau kamu temani saja dulu Medina sebelum kamu pulang kampung!"


Usulku diiringi senyum merekah bagaikan kelopak bunga mawar yang sedang mekar.


"Emmmm.....! gimana ya?"


Samuel terus menatap kearahku,kukedipkan salah satu mataku berkali-kali supaya Sam mau mengiyakan usulku.


"Nanti aku pikir-pikir dulu deh!"


Jawab Samuel sambil kembali kebangkunya masih sambil menaik turunkan salah satu alisnya menghadap padaku.


Jam sekolah telah usai,kini saatnya semua siswa kembali kerumah masing-masing.


Karena hari ini adalah hari Jum'at jadi sekolah dipulangkan sebelum tengah hari sekitar jam sebelas.


"Sam.....jadi kan nemenin aku? Ra....sekalian ikut dong.....!"


Rengek Medina padaku,kulirik kearah Jesi seolah merasa kesal melihat keakraban kami sedangkan dia seolah mulai terkucilkan


"Sory ya Din....! oiya,gimana kalo kamu ajak Jesi aja! ya kan Jes?"


Aku menoleh kearah Jesi.


"Sorry aku juga nggak bisa!"


Jawabnya ketus lalu bangkit dari bangkunya sambil menenteng tas dan berlalu keluar dari kelas.


Samuel masih nampak bingung dengan permintaan Medina.

__ADS_1


"Din,traktir aku minum dulu lah.....haus nih,masak aku nemenin kamu dalam keadaan kehausan?"


"Ok!"


Jawab Medina sambil berjalan cepat menuju kantin.


"Ra,gimana nih? Kak Rio memintaku pulang bareng kamu sekalian!"


"Gitu ya? nggak apa-apa nanti biar aku pulang pakai taksi online aja Sam!"


"Soalnya kak Rio sudah dalam perjalanan kerumahnya,kita ditunggu disana!"


"Bukannya nanti akan ada orang buat jemput aku nanti?"


"Ya memang! kak Rio yang jemput kita!"


"Atau....gimana kalau kak Rio aja yang langsung jemput kamu kesini? nanti aku pulangnya gampang lah bisa sendiri."


"Kamu yakin?"


"Terserah kamu saja lah Sam!"


Saat Samuel menelfon mas Rio,Medina datang dengan membawa sebotol air mineral untuk orang terkasihnya.


"Cuma satu aja Din minumnya?"


"Iya lah! kan cuma Samuel yang haus!"


"Ciye.....buat yang terkasih! aku kan juga haus Din!"


"Salah siapa nggak mau ikut nganterin aku!"

__ADS_1


Medina merajuk sambil memonyongkan bibirnya.


"Din....bukannya aku nggak mau nemenin,cuma......aku pingin kalian ada waktu buat berdua aja!"


Medina menatapku curiga,namun aku berusaha meyakinkannya.


"Oiya,mas Rio itu siapa sih Ra? ayolah Ra...kita kan sahabat,katanya nggak boleh rahasia-rahasiaan!"


"Bukan siapa-siapa,nggak penting kok!"


Tak perlu waktu lama,sebuah mobil sedan yang nampak asing berhenti didepan gerbang sekolah kami bertiga sontak saling memandang kearah mobil yang baru saja terparkir disana.


Tiba-tiba saja hapeku berdering,ternyata pak Mario.


"Hallo.....!"


"Iya,baiklah!"


Jawabku singkat,karena dalam panggilan telfon mas Mario berpesan jangan bicara apapun supaya tidak menimbulkan kecurigaan teman yang ada di sampingku,maksudnya Medina.Dia bilang mobil yang baru saja datang adalah dia dan aku suruh langsung masuk saja tanpa banyak bicara apalagi banyak tanya,dan aku hanya menjawab iya dan baiklah.


"Din,Sam aku duluan ya!"


"Itu jemputan kamu Ra? wuih keren banget mobilnya!"


"Iya,itu kak Rendi."


Jawabku asal agar Medina tak banyak tanya.


"Mobilnya baru ya Ra?"


"Nggak tau! aku duluan ya.....kalian selamat bersenang-senang....!"

__ADS_1


Lalu aku berjalan menuju mobil hitam yang terparkir didepan pintu gerbang yang masih tertutup rapat.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2