Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Berdamai


__ADS_3

Langkahku semakin dekat dengan mobil hitam yang terparkir didepan gerbang sekolahku.


Aku segera membuka pintu mobil,kulihat yang ada di dalam memang benar Mas Mario datang menjemputku.


"Cepat masuk!"Perintahnya padaku.


Dengan cepat aku segera masuk dan menutup kembali pintu mobil sesuai perintah pemiliknya.


Mas Mari langsung melajukan mobil menjauhi area sekolah,mungkin karena di khawatir akan ada yang melihat kami.


Kami saling diam karena terasa sangat canggung,aku ragu saat akan memulai percakapan lebih dulu.


"Kamu apa kabar?"


Tanyanya padaku memecah keheningan.


"Baik,mas sendiri apa kabar? sudah sehat?"


"Ya!"


Jawabnya singkat,apa mungkin dia masih marah padaku karena gara-gara aku dia sampai sakit kehujanan bahkan hapenya juga sampai sempat rusak karena terkena air hujan.


"Mas marah sama aku?"


Tanyaku sambil menundukkan wajah.


"Marah! kenapa?"


"Gara-gara aku mas jadi sakit dan hape mas juga jadi rusak!"

__ADS_1


"Semuanya nggak akan terjadi kalau kamu mau maafin aku!"


"Iya iya,aku maafin tpi janji jangn diulang lagi ya!"


"Serius di maafin kan? nggak marah lagi kan!"


"Iya,asal jangan diingetin lagi biar aku nggak teringat lagi waktu kamu masuk kedalam kamar mandiku padahal aku sedang tidak memakai apapun! kamu laki-laki pertama yang melihatku dalam keadaan seperti itu mas!"


Aku menunduk sambil menyeka air mataku,teringat kembali kejadian waktu itu.Betapa terhinanya aku saat itu olehnya.


"Maaf,aku.....benar-benar tidak bermaksud melakukan hal buruk terhadapmu,aku hanya ingin bersembunyi dari bibi supaya tidak salah paham melihat kita berduaan di dalam kamarmu sedangkan kamu sedang dalam keadaan seperti itu!"


Mas Mario menepikan mobil berusaha menenangkankun dan berkali-kali meminta maaf serta menjelaskan maksud dari apa yang dia lakukan ketika itu.


Meski sebenarnya aku masih sangat kecewa dan enggan rasanya memaafkan kesalahan fatal yang telah dia lakukan padaku.


Namun aku kembali teringat pesan mama kala itu bahwa jika dua orang bersama maka masalah akan selalu ada,jika salah satu atau bahkan keduanya tidak ada yang saling mau mengalah satu sama lain meski tidak merasa bersalah sekalipun maka yang ada hanya akan menyakiti satu sama lain dan akhirnya aku memutuskan untuk mengalah dan memaafkannya.


Mas Mario kembali melajukan mobilnya setelah tangisku berhenti dan kami memutuskan untuk berdamai.


"Iya,kerumahku atau rumahmu?"


"Kamu maunya kerumahku? kita hanya berduaan disana?"Tanyanya sambil menyunggingkan senyum


"Jangan mulai lagi!"


"Iya,iya maaf cuma bercanda! aku antar kamu kerumahmu untuk ganti baju,nanti aku jemput lagi setelah pulang sholat Jum'at!"


"Baiklah!"

__ADS_1


Mobil telah berhenti tepat didepan rumah,aku segera turun dan masuk kedalam rumah sedangkan mas Mario segera pergi untuk menunaikan sholat Jum'at.


Aku langsung menuju kamarku dan berganti pakaian.


Setelah selesai berganti pakaian,aku kembali turun menuju meja makan dan kucari bibi untuk kumintai tolong menyiapkan makan untukku karena perutku terasa lapar dan tak ada makanan yang tersaji.


Wajar jika tak ada makanan tersaji karena memang tak ada satupun penghuni rumah kecuali aku dan bibi didalam rumah serta pak Jo satpam penjaga pos di gerbang yang sering menjaga rumah kami agar tetap aman terutama saat rumah kosong seperti sekarang.


"Bik...bibi.....!"


Tak ada sahutan dari siapapun.


Aku segera keluar menemui pak Jo di pos depan gerbang masuk depan rumah.


"Permisi pak,bibi pergi kemana ya?"


Tanyaku padanya.


"Maaf non setau bapak,bibi lagi pulang kampung sejak kemarin non ada keperluan katanya"


"Hah! kok aku nggak tau ya? sudah sejak kemarin kok non perginya."


"Jadi rumah bener-bener kosong ya pak?bapak cuma jaga rumah sendirian!"


"Iya non!"


"Owh...yaudah,terima kasih ya pak!"


"Sama-sama non!"

__ADS_1


Aku segera kembali masuk kedalam rumah dalam keadaan perut lapar.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2