Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Makan siang bersama


__ADS_3

'Tok,tok,tok!'


Suara ketukan dari pintu kamarku kembali terdengar,kami saling diam dan kak Reina tersenyum padaku.


"Biar kakak saja yang buka pintunya!"


"Terima kasih ya kak!"


Kak Reina hanya tersenyum sambil berjalan menuju pintu untuk membukanya.


Ternyata Zarra dan sang pengasuh datang menyusulkan Zarra kekamarku sesuai pesan kak Reina sebelum kekamarku tadi,jika Zarra bangun diminta disusulkan kekamarku.


"Zarra.....! sini sayang....!"


Kucium serta kupeluk Zarra yang masih terdiam sepertinya dia belum benar-benar tersadar dari mimpi indahnya,jadi Zarra masih seperti melamun.


Zarra memandangi wajahku tanpa ekspresi,membuatku gemas ingin terus menciuminya.


"Kamu sudah lihat persiapan tempat acaranya belum Ra?"


"Sudah kak,tadi waktu baru sampai disini."


Jawabku sambil bermain dengan Zarra.


"Foto yang sedang di pajang itu foto barusan? kok bajunya masih sama dengan baju yang kami pakai sekarang!"


"Iya kak tadi pagi aku diajak mas Rio ke taman yang ada di rumah kaca,dia tidak bilang kalau akan ada sesi pemotretan disana tau-tau fotonya sudah di pajang aja!"


"Jadi itu foto hasil diam-diam?"

__ADS_1


"He'em!"


Jawabku sambil memanyunkan bibirku.


"Kamu sudah makan siang belum Ra?"


"Belum kak,nanti saja belum terlalu lapar."


"Makan yuk! jngn smpai calon mempelai kelaparan.Yuk!"


Kak Reina mengajakku keluar untuk makan siang bersamanya,Pengasuh Zarra segera meminta Zarra yang sedari tadi berada di pangkuanku untuk di gendong olehnya namun Zarra masih belum mau dan malah merengek ketika sang pengasuh hendak menggendongnya.


"Sudah biar sama saya saja mbak,silahkan kalau mbak mau makan siang duluan nanti saya gampang!"


Ucapku pada pengasuh Zarra yang nampak canggung karena tugasnya aku yang ambil alih.


"Lho kalian mau kemana? kita makan siang dulu yuk!"


Ajak mama pada kami sambil tersenyum ramah pada kak Reina.


"Iya tante,ini juga kami mau makan siang!"


"Kalau gitu kita kesana bareng-bareng saja!"


Ucapku sambil membetulkan posisi Zarra dalam gendonganku.


"Zarra sayang....sini sama mama aja ya!"


Rayu kak Reina pada Zarra,namun Zarra menolak dan justru mempererat pegangan tangannya padaku.

__ADS_1


"Sudah,tidak apa-apa kak biar sama aku saja!"


"Atau mau sama oma sini sayang!"


Mama mengulurkan kedua tangannya kearahku untuk menggendong Zarra dan ternyata Zarra justru mau di gendong oleh mama.


"Biar Zarra sama tante saja ya nak Reina? kalian makanlah!"


"Tapi tante....?"


Kak Reina agak canggung karena justru Zarra meminta di gendong oleh mama.


"Sudah tidak apa-apa,biar bisa gantian yang penting Zarra anteng!"


"Terima kasih ya tante!"


"Iya,sama-sama."


Kami bersama-sama menuju restoran di hotel tempat kami akan mengadakan acara pesta lamaran.


Sesampainya di resto mas Rio beserta keluarganya kecuali kak Reina dan Zarra sedangkan keluargaku kecuali aku dan mama sudah lebih dahulu tiba disana sedang duduk di satu meja yang sama.


Saat baru saja kami duduk tiba-tiba saja Zarra rewel dan terus merengek di pangkuan mama menunjuk kearahku tak mau diajak oleh siapapun kecuali olehku.


Akhirnya acara makan kuurungkan dulu yang demi menenangkan Zarra yang sedang rewel.


Meski kini mulai tenang dalam gendonganku Zarra masih saja merengek menunjuk-nunjuk kearah lain dan memang mau tak mau harus kuturuti.


BERSAMBUNG .......

__ADS_1


__ADS_2