
Aku benar-benar cemas karena bahkan sudah lewat bakda Isya' mas Rio belum pulang juga dan kini hapenya malah tidak bisa dihubungi karena sudah tidak aktif.
Pikiranku mulai kemana-mana,takut terjadi hal buruk padanya.
Ataukah jangan-jangan dia sengaja pergi untuk membuatku kebingungan,mungkinkah dia masih marah padaku karena kejadian malam itu?
Batinku bertanya-tanya sendiri.
Sejak kejadian malam itu,mas Rio memang lebih banyak diam dan hanya menjawab dengan sepatah dua patah kata seperlunya saja saat aku menanyakan sesuatu padanya.
"Rio belum pulang Ra?"
Tanya mama padaku saat aku baru bergabung dengan yang lain dimeja makan.
"Belum ma,hapenya tidak bisa dihubungi."
Jawabku sambil duduk di sebelah kak Rendi.
"Kalian tidak sedang bertengkar kan?"
Tanya papa seolah sedang mencurigaiku.
"Tidak pa,kami rukun-rukun saja kok!"
Jawabku santai namun tetap tidak bisa menyembunyikan kekhawatiranku.
"Jangan-jangan Rio ngambek tuh....!"
Ledek kak Rendi padaku.
"Ssst!"
Mama berusaha memperingatkan kak Rendi agar tidak terus-terusan meledekku dalam keadaan seperti ini,sepertinya mama tau apa yang sedang kukhawatirkan saat ini.
"Makanlah dulu,mungkin Rio sedang terjebak macet dijalan.Jika tidak bisa di telfon,mungkin hapenya habis baterai dan lupa tidak bawa carger.Papa juga pernah seperti itu,iya kan pa?"
Mama sepertinya berusaha menenangkanku.
__ADS_1
"Iya ma."
Jawabku singkat sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutku meskipun sebenarnya sedang tidak selera makan sama sekali.
Setelah selesai makan malam,aku segera masuk kedalam kamarku.Sengaja pintu kamarku kubiarkan tidak terkunci,aku takut jika nanti aku sudah tertidur mas Rio tidak bisa masuk kekamar ketika dia pulang nanti.
Aku masih berusaha menghubungi mas Rio,dengan harapan jika hapenya tadi memang habis baterai semoga saja sekarang hapenya sudah di cas.
Entah sudah berapa kali kucoba untuk menghubunginya kembali,namun tetap tidak berhasil.
'Tok,tok,tok'
Terdengar suara ketukan dari pintu kamarku yang tidak terkunci.
Segera aku bangkit dari tempat tidurku untuk membukakan pintu.
Saat kubuka pintu kamarku ternyata mas Rio sudah pulang dengan membawa koper yang mungkin berisi barang-barang pribadinya.
"Syukurlah mas sudah pulang,kenapa tidak memberiku kabar?"
"Tadi aku pulang dulu kerumah membawa beberapa keperluan pribadiku!"
Jawabnya sambil membuka kopernya.
"Tadi pak Pras juga bilang begitu,lalu kenapa baru sampai rumah jam segini?"
Tanyaku sambil membantunya mengeluarkan barang bawaannya dari dalam koper.
"Tadi aku dapat kabar kalau di cafe sedang kewalahan karena ada seorang pelayan yang sedang sakit dan kebetulan cafe hari ini sedang ramai."
"Lalu kenapa hapenya tidak bisa dihubungi?"
Tanyaku lagi sambil menyodorkan handuk baru untuknya agar segera mandi.
"Maaf tadi waktu dijalan pulang kemari mami telfon,meminta kita untu pulang kesana setiap libur akhir pekan."
"Lalu?"
__ADS_1
Tanyaku lagi.
"Setelah mami telfon kamu langsung telfon tapi saat baru mau aku angkat hapeku malah terjatuh!
Sekarang tidak mau menyala,sepertinya rusak karena terbentur,"
Ucapnya sambil melepas satu persatu kancinh bajunya.
"Aku kira mas marah padaku!"
Ucapku sambil mengeluarjan baju-bajunya dari dalam koper.
"Marah? marah kenapa!"
Tanyanya sambil memandang kearahku.
"Karena kejadian malam itu!"
Jawabku,sesaat menghenikan pekerjaanku lalu kulanjutkan kembali.
"Untuk apa aku marah?"
"Jadi mas benar tidak marah?"
Tanyaku lagi,lalu hanya dijawab dengan gelengan kepala olehnya.
"Oh! Aku takutnya mas kenapa-kenapa dijalan tadi."
Ucapku sambil menutup pintu alamari karena telah selesai merapikan pakaiannya.
"Maaf ya sudah membuatmu khawatir!"
Ucapnya dari hadapanku saat aku berbalik arah setelah menutup pintu almari.
Di kecupnya dengan lembut bibirku,lalu berlalu kekamar mandi dengan handuk dibahunya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1