
Malam hari saat aku sedang belajar ada chat masuk dihapeku dan ternyata itu chat dari kak Rendi.
'Malem Ra,udah tidur belum?'
Kuabaikan saja hapeku dan kulanjutkan kembali belajarku.
Saat setelah belajar tanpa sengaja saat aku sedang membuka beberapa chat dari teman-temanku malah kebuka chat dari kak Rendi.Apa boleh buat sudah terlanjut kebuka,kubaca saja sekalian semua isi chatnya.
Inti dari semua chat yang kak Rendi kirim padaku berisi permintaan maaf karena tak mampu membendung perasaannya padaku,kak Rendi tak bisa melihatku dekat dengan pria lain meski itu disekolah sekalipun.Kak Rendi hanya takut jika mereka yang berusaha mendekatiku hanya sekedar mempermainkanku dan kak Rendi takut jika kelak mereka hanya akan membuatku sedih.
Tak satupun dari chat kak Rendi yang kubalas,aku semakin bingung dengan sikapnya yang seperti kekanak-kanakan.Kami tumbuh bersama sejak kecil namun kenapa dia justru bersikap seperti ini padaku.
Kubiarkan hapeku tergeletak dalam keadaan menyala sedangkan aku terlelap dalam kondisi yang entah tak dapat diungkapkan hanya sekedar mencari kenyamanan dalam tidur.
Pagi ini aku berangkat dengan diantar oleh pak Yanto,sepertinya papa mulai faham dengan keadaanku dengan kak Rendi yang semakin tidak nyaman ketika satu mobil.
Hari ini di sekolah seperti biasa,Samuel selalu menempel pada kami bertiga karena memang bangkunya yang dekat dengan bangku kami bertiga.Lagipula kami orang yang pertama kali dekat dengannya sejak awal pindah kesekolah ini adalah Medina dan aku,jadi tidak heran jika sampai saat ini kami jadi semakin akrab.
Ternyata Samuel anaknya sangat menyenangkan,humoris dan sangat supel nyatanya dia langsung akrab dengan kami bertiga dan juga teman-teman yang lain.
Hari ini saat pulang sekolah seperti biasa aku menunggu jemputan di parkiran sekolah dengan ditemani Medina dan Samuel,sedangkan Jesika sudah pulang lebih dulu karena jemputannya sudah datang lebih dulu.
Hari mulai mendung,karena memang saatnya musim penghujan namun pak Yanto tak kunjung datang.
"Din,Sam kalian pulang saja duluan,nanti kalian malah kehujanan lho."
Usulku karena mendung semakin pekat sedangkan mereka mengendarai sepeda motor,aku khawatir jika mereka tetap menungguku disini nanti malah mereka pulang kehujanan.
"Iya Din,kamu pulang duluan aja gak papa,nanti kalo kehujanan bisa sakit."
__ADS_1
Kata Samuel pada Medina.
"Kamu sendiri gimana,sendirian nunggui jemputan?"
Tanya Medin padaku.
"Aku gampang."
Jawabku.
"Biar aku yang nemenin Rara,kamu tenang saja."
Jawab Samuel sambil menurunkan resliting jaket yang dia kenakan.
"Yaudah,aku pulang duluan ya.Awas jangan macem-macem sama Rara,urusannya nanti sama aku!"
Sedangakan Samuel yang diancam hanya senyum-senyum menerima kepalan tangan Medina.
Baru saja Medina hendak mengenakan helmnya tiba-tiba terhenti karena mendengar bunyi nada dering dari hapeku,ternyata panggilan dari pak Yanto.
"Halo....."
Jawabku lalu mendengar penjelasan pak Yanto dengan seksama.
"Iya pak nggak papa."
Ku tutup panggilan lalu membuka sebuah aplikasi hendak memesan taksi secara online.
"Eh! ngapain itu?"
__ADS_1
Tanya Samuel sambil menengok hape yang berada di tanganku
"Mau pesen taksi online."
Jawabku.
"Emang jemputannya kenapa?"
Tanya Samuel dengan wajah keponya.
"Mobilnya lagi ada masalah katanya."
"Mending barengan sama Samuel aja lebih aman Ra,emang kamu nggak takut nanti kayak dulu lagi."
Medin mengingatkanku akan kejadian malam itu.
"Tapi ini kan masih sore Din,tenang....Insya Allah aman kok."
"Iya Ra,lagian kan kita searah.Ayo buruan nanti keburu hujan."
Dengan ragu kukenakan helm yang dipinjamkan Medina,Samuel melepaskan jaket yang sedari tadi dikenakannya lalu berikannya padaku.
"Pakailah,udaranya dingin mungkin sebentar lagi akan turun hujan."
Kukenakan jaket milik Samuel lalu dengan ragu naik keatas motor Samuel sedangkan Medin langsung tancap gas karena memang mendung mulai gelap.
Benar saja baru separuh perjalanan tetes-tetes air hujan mulai turun membasahi jalanan beraspal yang kami lalui,gerimis mulai turun menambah hawa dingin sedangkan Samuel semakin kencang melajukan motor sportnya.
Bersambung.....
__ADS_1