
Saat aku masuk kedalam kamar kulihat kak Rendi sudah berbaring ditempat tidurku sambil sibuk memainkan hapenya.
"Ada apaan kak?"
"Nggak ada apa-apa,kenapa emangnya?"
Jawabnya tanpa memalingkan pandangannya dari layar hapenya.
"Katanya tadi ada yang mau diomongin?"
Tanyaku sengaja mengingatkan.
"Tadi seharian kamu kemana?"
"Ow...main sama temen."
Jawabku sambil duduk di tepi tampat tidur.
"Cowok ya?!"
"Nggak."
"Serius!"
"iya,temenku cewek semua kok kalo nggak percaya tanya aja sama mama.Tadi pas berangkat mama sama papa tau kok."
__ADS_1
"Masa!"
"Nggak percaya yaudah!"
Jawabku sambil memonyongkan bibir kearahnya,lalu meraih hape dan berbaring disebelahnya.
"Sini coba liat hapenya!"
Tiba-tiba direbutnya hapeku dengan paksa,aku berusaha merebutnya kembali sampai bergulat dengannya diatas tempat tidur.
"Apaan sih kak! itu kan barang privasi aku tau!"
"Kakak kan cuma pengen tau aja,kamu sudah punya pacar apa belum!"
"O....gitu sekarang rahasia-rahasiaan sama kakak,hemh?"
Kaka terus membuka semu chat di aplikasi hapeku,saat kulihat dia sedang membuka grup yang berisi sahabat SMP ku akhirnya aku berhasil merebut kembali hapeku sebelum kaka selesai membaca semua isi percakapannya.
'Mmmmuach'
Kak Rendi mencium pipiku membuatku terdiam karena terkejut.
"Cepat tidur,jangan mainan hape terus!"
Berlalu begitu saja meninggalkan kamarku.
__ADS_1
"Apa maksudnya sih?! kok tadi kakak...?"
Aku bergumam sendiri seperti orang gila,karena tidak biasanya kak Rendi bersikap seperti barusan.
Tiba-tiba saja kepo dengan hapeku dan tanya-tanya soal pacar,terus barusan dia cium kening aku.
Lagipula tidak biasa-biasanya malam minggu begini kakakku berada dirumah,biasanya pergi nge-date dengan pacar kesayangannya dan pulang sampai larut bahkan pernah sampai semalaman tidak pulang hingga berujung pada sebuah tragedi.
Ya,tragedi dimana papa marah besar bahkan samapi memukul kak Rendi dihadapan kami semua.Papa benar-benar murka saat itu,bagaimana tidak semalaman tidak pulang tanpa kabar dan hape tidak bisa dihubungi sedangkan pamitnya mau pergi sama kak Rosa semalaman papa dan mama khawatir bahkan sampai terpaksa menghubungi keluarga kak Rosa dan ternyata malam itu kak Rosa juga tidak pulang dan tidak bisa dihubungi.
Setelah kejadian malam itu Mama sakit karena kecewa pada kak Rendi dan juga terlalu banyak pikiran.Entah apa yang terjadi diantara mereka hanya Allah dan mereka berdua yang tau,bahkan sampai sekarang tidak ada pengakuaan apapun dari mereka berdua.
Sebenarnya sedari awal papa nggak begitu setuju jika kak Rendi dekat dengan kak Rosa,apalagi Mama yang sejujurnya tidak menginginkan anak-anaknya berpacaran.
Namun begitulah kak Rendi dengan sikap dan sifat keras kepalanya.
Mama selalu mewanti-wanti aku agar tak mengikuti jejak kak Rendi,mama inginnya aku jadi wanita solehah yang taat pada agama dan patuh pada orang tua.
Mungkin aku tak akan bisa menjadi sesempurna yang mereka harapkan,namun aku selalu mencoba dan berusaha membahagiakan mereka meski selama ini aku hanya bisa menjadi anak manja yang akan selalu merepotkan mereka.
Setelah kak Rendi keluar dari kamarku segera aku bersiap untuk tidur namun entah kenapa mata ini rasanya enggan untuk terpejam,meski sudah kupaksakan untuk terpejam pun aku tak bisa benar-benar terlelap dalam tidurku.
Entah kenapa aku masih terus memikirkan sikap kak Rendi padaku tadi,meski kak Rendi begitu menyanyangiku sejak kecil rasa-rasanya apa yang kakak lakukan padaku itu adalah sesuatu yang berlebihan dan rasanya agak kurang pantas menurutku.Karena bagaimanapun kami terlalu dewasa jika menunjukkan rasa sayang dengan sikap demikian.
Bersambung.....
__ADS_1