Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Keluarga pak Mario


__ADS_3

Mataku terus tertuju pada pak Mario dengan seorang perempuan yang mungki istri dan juga anaknya yang kini berada di pangkuannya,mereka terlihat sangat harmonis.


Jadi ini alasan pak Mario dulu menolak Jesi,karena pak Mario sudah beristri dan memiliki seorang anak.


Sambil berjalan mataku terus melirik kearah mereka sampai tanpa sadar aku hampir jatuh karena tersandung,untungnya kak Roi dengan sigap menopang tubuhku.


Aku buru-buru melepaskan pelukan tangan kak Roi dari tubuhku dengan canggung.


Kami segera mencari tempat duduk dan menunggu Jesi datang,sepertinya Jesi sengaja membiarkan kami hanya berdua saja seolah sengaja memberi celah untuk kak Roi agar leluasa berduaan saja denganku.


"Kamu mau pesan apa Ra?"


Tanya kak Roi sambil membolak balikkan buku menu yang diberikan oleh seorang pelayan pada kami.


"Hmmmmmmm,apa ya?"


Jawabku nampak binggung sambil membolak balikkan buku menu,akhirnya Jesi datang dan kami segera memesan makan.


Setelah selesai makan kami pergi menonton sebuah film bergenre komedi romantis,lalu meneruskan perjalanan kesebuah taman.Jesi lagi-lagi meninggalkan kami hanya berdua lagi dengan alasan ingin membeli minum,awalnya aku berniat ikut dengannya membeli minum namun tidak diizinkan dengan alasan hanya sebentar saja dan akhirnya aku kalah dan mengalah.


"Ra,kamu masih tetap kukuh dengan pendirian kamu yang tidak mau menerima aku sebagai pacar kamu?"

__ADS_1


"Mmmmm,maaf ka saya belum bisa menerim kak Roi.Maaf ya kak."


"Iya nggak papa."


Jawab kak Roi sambil terseyum kecewa.


"Jesi kok lama ya?"


Tanyaku sambil celingukan berusaha mengalihkan pembicaraan.


Tiba-tiba hapeku berbunyi,dan itu panggilan telfon dari Jesi.


Sepertinya Jesi dan kak Roi sudah merencanakan semua ini sedari awal sebelum kami pergi.


Aku mulai merasa tak nyaman hanya berduaan saja dengan kak Roi,lalu aku mengajaknya pulang karena hari juga sudah mulai sore.


Saat kami sedang berjalan menuju parkiran lagi-lagi kami bertemu dengan pak Mario di taman yang sama dan sedang bersama denga orang yang sama pula.


Kami tanpa sengaja berpapasan,jadi mau tak mau kami harus saling sapa.


"Selamat sore pak Mario..."

__ADS_1


Sapa ku,lalu disusul juga dengan sapaan kak Roi pada pak Mario.


"Sore,lho kalian disini juga?"


Tanyanya nampak sekali sedang berbasa basi,lalu kami berkenalan juga dengan perempuan yang sedang bersama pak Mario dan ternyata perempuan tersebut bernama kak Reina dan putrinya yang imut dan lucu bernama Zarra.


Anak yang begitu lucu,bahkan aku terkejut karena ketika melihatku Zarra menengadahkan tangannya kearahku seakan bilang meminta kugendong.


Aku yang sebelumnya tak pernah menggendong anak kecil merasa sangat kikuk saat Zarra berada dalam gendonganku.


"Maaf ya dek Maura,Zarra jadi ngerepotin.Biasanya dia nggak pernah mau lho diajak sama orang asing,ini malah minta gendong dengan sendirinya."


kata kak Reina padaku sambil berusaha merayu Zarra kecil agar mau kembali kedalam gendongan sang mama,namun justru Zarra semakin menempel dan memeluk erat tubuhku.


Setelah agak lama dalam gendonganku Zarra yang lucu dan menggemaskan mau lepas dariku,namun anehnya lagi Zarra masih belum mau menerima uluran tangan mamanya malah sekarang gantian minta gendong ke pak Mario sampai-sampai membuat sang mama keheranan.


Karena hari sudah semakin senja kami berpamitan pulang dan berpisah di parkiran karena pak Mario juga akan mengajak pulang keluarganya.


Kak Roi mengantarku pulang sampai kerumah dengan aman,bahkan sempat mampir dan mengobrol dengan papa sebelum akhirnya berpamitan pulang.


Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2