
Tubuhku menggeliat menikmati rilexasi peregangan.Kubuka mataku lebar-lebar menyapu seluruh ruangan,aku segera terduduk diatas tempat tidur yang begitu empuk dan ternyata aku sudah berada di kamarku sendiri.
"Hah! kok aku sudah dikamar,bukannya tadi masih dalam perjalanan pulang sama......"
Aku berusaha mengingat-ingat kembali saat aku masih di dalam mobil mas Rio sambil memainkan hapeku membalas chat dari Laura dan Yasmin,kenapa tiba-tiba ada di kamar?
Aku segera menyadarkan diriku sepenuhnya,lalu segera keluar kamar dan menuruni anak tangga mencari siapapun yang ada namun tak kutemukan siapapun.
"Bik! kok rumah sepi,pada kemana?"
Tanyaku ketika kulihat bibi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Maaf non,nyonya dan tuan sedang kerumah sakit mengantar nyonya besar kontrol."
"Kak Rendi dan om Doni ikut juga?"
Tanyaku lagi.
"Tidak non,tuan Doni keluar sejak sore dan belum kembali.Kalau den Rendi pergi dari tadi siang setelah non pergi."
"Bik! Rara mau tanya,tadi bibi liat saya waktu baru pulang?"
"Lihat dong non,kan non lagi tidur nyenyak banget non sampe di bangunin berkali-kali susah banget!"
"Terus bik! siapa yang pindahin kekamar?"
"Eeeeeeee,den Rio non!"
__ADS_1
"Haaaaaah!"
"Sekarang den Rio sedang istirahat di kamar tamu atas non,disebelah kamar non."
"Hah! jadi dia belum pulang bi?"
"Belum non."
"Yaudah terima kasih ya bi."
Aku segera kembali kekamarku,ingin rasanya segera mandi agar tubuhku terasa segar.
Saat kubuka pintu kamar mandi yang berada di dalam kamarku 'ceklek,ceklek,ceklek'
Gagal,meski sudah berkali-kali kucoba membukanya masih saja tetap tak bisa terbuka.
Kupikir pintunya rusak,karena tidak dapat kubuka sama sekali.
"Kenapa! kayak lihat setan saja!"
Dengan cepat aku memutar tubuh menghadap kearah berlawanan membelakanginya,karena mas Mario keluar dari kamar mandiku hanya mengenakan handuk tanpa memakai apapun ditubuhnya hingga menampakkan dada bidang serta otot-otot kekarnya dan perut yang mirip roti sobek.
"Kenapa tidak pakai kamar mandi yang ada di dalam kamarmu sendiri!"
Tanyaki dengan tersipu.
"Disana nggak ada peralatan mandi!"
__ADS_1
"Kan bisa minta sama bibi!"
"Tadinya begitu,tapi karena waktu lewat kamar ini pintunya tidak di tutup rapat."
"Terus mas Rio masuk gitu saja!"
"Iya!"
"Itu kan tidak sopan!"
"Aku sudah izin!"
"Sama siapa?"
"Sama kamu lah!"
"Aku tidak mendengarnya!"
"Salah sendiri tidak dengar!"
Jawabnya sambil berjalan melewati punggungku keluar dari dalam kamarku.
"Oh iya! terima kasih untuk tumpangan mandinya.....mungkin suatu saat aku akan lebih sering mandi dikamar mandimu!"
Ucapnya sebelum benar-benar pergi menghilang dari balik pintu kamarku.
Segera kututup rapat-rapat dan ku kunci pintu kamarku supaya tak ada lagi penyusup yang dengan tidak sopan masuk kedalam kamarku secara tidak sopan seperti barusan.
__ADS_1
Sungguh menyebalkan sekali dia,kenapa juga aku harus ditakdirkan kenal dengan orang seperti dia! kenapa juga papa dan mama harus menjodohkanku dengan orang macam dia! padahal dulu aku pernah mengaguminya dengan sikap baik hati serta ketampanannya,seperti para perempuan di sekolahku yang juga tergila-gila padannya.
BERSAMBUNG.....