Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kelas baru


__ADS_3

Pagi ini adalah hari pertama aku masuk sekolah lagi setelah libur kenaikan kelas selama satu minggu,aku sudah begitu kangen dengan sekolahku dengan teman-temanku juga.


Aku berangkat dengan di antar oleh papa dan kak Rendi seperti biasa,namun yang berbeda kali ini adalah selama perjalanan kami lebih banyak diam karena suasana terasa sangat canggung.


Sebenarnya kak Rendi sudah berulang kali berusaha meminta maaf padaku setelah kejadian malam itu saat kak Rendi mabuk dan memaksa masuk kedalam kamarku.


Kak Rendi bilang sudah berusaha menghilangkan dan menepis perasaannya terhadapku dengan berbagai cara,namun semuanya sia-sia dan ternyata dulu saat berpacaran dengan kak Rosa itupun salah satu cara dia untuk menepis perasaannya terhadapku namun ketika kak Rendi mengetahui aku yang pernah mengagumi pak Mario membuatnya tak mampu merelakanku dengan laki-laki manapun.


Aku semakin tidak nyaman jika harus bertemu dengan kak Rendi setiap hari karena bagaimanapun kami tinggal serumah.


Mama dan papa tidak mengizinkanku tinggal diluar sana,mau nggak mau aku harus bertemu dengan kak Rendi setiap hari dalam suasana yang canggung.


Saat disekolah aku kembali duduk berdekatan dengan Medina dan Jesika lagi,karena memang saat aku sampau dikelasku yang baru kedua sahabatku itu sudah menyiapkan tempat duduk untukku.


Medin dan Jesi menarikku kesebuah tempat duduk yang masih kosong dan ternyata sengaja mereka siapkan untukku.


Bukan lagi sejajar bersebelahan seperti dikelas-kelas sebelumnya,namun kini bangku Medina berada didepan bangkuku sedangkan Jesika berada di belakang bangkuku kali ini Jesi yang mengaturnya dan kami berdua hanya bisa pasrah.


"Ra,gimana kak Roi?"


Tanya Jesi padaku.


"Gimana apanya?"


Jawabku dengan kembali bertanya padanya.


"Ya kabarnya...."


"Nggak tau,hari ini aku belum ketemu."

__ADS_1


Jawabku sambil merapikan seragam serta hijabku yang sebenarnya sudah rapi.


"Emangnya kalian setiap hari ketemu?"


Tanyanya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Nggak.Udah lah Jes jangan suka nyomblangin aku sama kak Roi terus,lagian kami beda keyakinan."


Kataku berusaha menutup obrolan supaya Jesi tidak membahas soal kak Roi lagi.


"Tapi Ra,kak Roi bilang dia siap kok jadi Mualaf demi kamu."


Obrolan kami terhenti ketika bel berbunyi tanda bahwa sudah saatnya kami harus berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara bendera yang rutin diadakan sekolah kami setiap hari Senin.


Saat mengikuti upacara bendera pandangan mataku tertuju pada seseorang,entah kenapa mataku tak hentinya tertuju padanya.


Setelah selesai mengikuti upacara bendera dilapangan,kami segera masuk kedalam kelas masing-masing karena sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai.Kebetulan jam pelajaran pertama hari ini adalah mata pelajaran yang akan di ajarkan oleh pak Mario,guru Bahasa Indonesia kami.


Tanya Jesi sambil menepuk pundakku.


"Iya Jes."


Jawabku singkat.


"Kenapa Jes?"


Tanya Medin yang berada didepanku saat mendengar suara Jesi menyebut nama pak Mario.


"Kepo aja kamu Med!"

__ADS_1


Celetuk Jesi.


Spontan Medina langsung menoleh kearah Jesika dengan pandangan kesal karena Jesi sering menggodanya dengan panggilan 'Med' atau kadang 'Memed'


"Move on Jes....!"


Kata Medin,sedangkan Jesi hanya menjulurkan lidahnya untuk menggoda Medina.


"Ra,Ra kira-kira kalo aku nembak pak Mario lagi diterima nggak ya?"


Tanyanya padaku,namun belum sempat ku jawab sudah terburu Medin menyela.


"Memepermalukan diri untuk yang kedua kalinya?"


Tanya Medin mencela.


"Kalo sampai aku ditolak lagi,aku jamin dia akan menikahiku dalam waktu dekat!"


"Yakin kamu Jes?!"


Tanya Medin dengan nada meragukan perkataan Jesi.


"Udah lah Jes,cari saja cowok lain yang masih single."


Kataku berusaha menengahi.


"Maksud kamu apa Ra?"


"Tempo hari kan kita ketemu pak Mario Jes,kamu liat sendiri kan keluarga kecil mereka? terus pas aku sama kak Roi di taman kami ketemu lagi dan kami sempet kenalan ternyata istrinya bernama kak Reina."

__ADS_1


Aku menceritakan kejadian ditaman saat bersama kak Roi beberapa hari lalu ketika Jesi meninggalkan kami dengan alasan sakit perut.


Bersambung.....


__ADS_2