
Mami menggandeng kami berdua diantaranya yakni di kanan dan di kirinya membawa kami masuk kedalam istananya yang mereka sebut dengan rumah.
"Kalian berdua dari mana? malam-malam begini kok pada hilang,mana di telfon pada nggak bisa!"
Tanya mami sambil melepaskan gandengan tangannya pada kami.
"Hehehehe,maaf ya mi....tadi saya lupa tidak bawa hape."
Jawabku sambil nyengir.
"Trus kamu Rio! kenapa tidak angkat telfon mami juga!"
Tanya mami dengan nada kesal sambil berkacak pinggang.
"Itu mi....anu....hape Rio lagi di cas mi....iya lagi di cas!"
Jawab mas Rio seakan ragu dengan perkataannya sendiri membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan langsung tau kalau dia sedang tidak jujur.
"Menantu mami ini lelah setelah perjalanan jauh,kenapa masih juga diajak pergi-pergi tidak jelas! kasian kan Rara jadi tidak bisa istirahat!"
Akhirnya aku kembali kekamarku dengan menyisakan begitu banyak rasa penasaran dari teka-teki yang ada didalam keluarga ini.
__ADS_1
Sebelum aku kembali kekamar mami memaksa mas Mario meminta maaf padaku karena aku jadi tidak bisa beristirahat karena harus mengukuti kemauannya bertemu anak-anak yang kurang beruntung diluar saya.
Mas Mario menyebut mereka sebagai sahabat jalanan,karena mereka sering kali bertemu saat dijalanan.
Sebenarnya aku masih penasaran dengan kehidupan mas Rio,bukankah dia lahir sebagai pewaris tunggal Wijaya Group kenapa dia malah memilih menjadi seorang guru? apakah memang dia sengaja mengajar disekolah yang sama denganku agar bisa lebih dekat mengenalku? Ah! mungkin juga tidak,Pede sekali aku ini sampai dia rela menjadi guru cuma untuk supaya bisa dekat denganku!
Waktu makam malam telah tiba,seorang pelayan perempuan telah menyiapkan pakaian yang harus aku kenakan saat acara makan malam nanti.
"Apakah saya harus memakai ini hanya untuk makan malam saja mbak?"
Tanyaku padanya saat seorang perempuan yang ternyata bernama Tari membantuku bersiap.
"Maaf nona,saya hanya menjalankan perintah."
'Tok,tok,tok!'
Suara ketukan pintu kamarku dari luar
"Permisi sayang,ini mama!"
Ucap seseorang dari balik pintu yang mengetuk dan ternyata mama.
__ADS_1
"Nona,saya mohon izin untuk membukakan pintu untuk nyonya Diana!"
"Iya mbak,terima kasih ya!"Jawabku sambil membetulkan gaun yang kukenakan.
"Tidak usah sungkan nona!"
Jawabnya sambil berjalan mendekati pintu,lalu membukanya dan mempersilahkan mama masuk kedalam kamarku yang ternyata mama juga sudah rapi dan terlihat sangat anggun dengan dres berwarna coklat muda dengan motif bunga di bagian bawah dan lengan serta dipadukan dengan pasmina dengan warna sedana membuat mama tampak sangat manis.
"Sayang kamu cantik banget,calon mertua kamu pinter banget milihin buat kamu!"
"Ih,mama! paling pinter kalau muji aku!"
Ucapku dengan wajah tersepu malu.
Mama dengan mbak Tari membantuku bersiap karena mamang aku yang tidak terbiasa dandan dan belum begitu pandai dengan peralatan makeup yang biasa digunakan oleh beberapa para perempuan.
"Ma....cuma makan malam saja,kenapa harus formal sekali sih?"
Tanyaku penasaran.
"Sepertinya ini bukan acara makan malam biasa,karena mama dengar akan ada beberapa anggota keluarga yang diundang."
__ADS_1
Jawab mama menerangkan sambil merapikan kembali gaun berwarna rose gold yang ku kenakan saat aku bangkit dari tempat dudukku didepan sebuah meja dengan kaca besar yang diberi lampu menyala di seluruh sisinya.
BERSAMBUNG......