
Mbak Tari mengantarkanku kesebuah kamar di salah satu hotel ini,membukakanku pintu lalu mempersilahkanku masuk dan meninggalkanku setelah aku benar-benar masuk.
Aku segera merogoh hapeku didalam tas.
'Apakah anda masih ditempat acara?'
Kukirim pesan kepada pak Mario.
'Tidak,aku sudah dikamar! kenapa?'
'Apa anda lihat foto kita di tempat acara yang sedang disiapkan tadi?'
'Ya,lihat.'
'Siapa yang foto?'
'Pras.'
'Jadi dia mengawasi kita saat didalam?'
'Dia tidak akan berani'
'Lalu,kenapa dia bisa menggambil foto kita saat didalam tadi tanpa sepengetahuan kita?'
'Kita?kamu saja yang tidak tau!'
'Jadi selama kita didalam dia terus mengawasi kita? termasuk saat anda.......'
Tidak ada lagi balasan darinya.
Aku benar-benar khawatir,betapa malunya aku jika ternyata pak Pras melihat semuanya.
Pikiranku tak bisa lepas dari kejadian saat di taman rumah kaca milik keluarga Wijaya tadi.
__ADS_1
Wajahnya yang begitu dekat dengan wajahku serta bibirnya yang menyentuh bibirku masih terbayang jelas di benakku.
Kusentuh bibirku dengan jemari tanganku,kuusap pelan bekas bibirnya yang menempel tadi.Tega sekali di melakukan ini padaku,bahkan disaat kami belum resmi menikah tapi dia sudah berani melakukan hal yang tak pantas padaku.
Aku merasa kesal,namun semua penyesalan hanyalah sia-sia karena senua telah terjadi.
'Tok'tok'tok!'
Suara ketukan dari pintu kamarku,aku segera bangkit dan membukanya.
"Kak Reina? ayo masuk kak!"
Kusambut dan segera kuajak calon kakak iparku untuk segera masuk kedalam kamar tempatku sekarang.
"Bagaimana persiapannya Ra?"
Tanya kak Reina padaku sambil kami berdua duduk disebuah sofa di dekat tempat tidur besar yang ada di tengah ruangan.
"Persiapan apa kak?semuanya sudah di siapakan oleh mami dan mamaku kan?"
Jawab kak Reina sambil nengembangkan senyumannya padaku.
"Aku.....deg-degkan kak!"
Ucapku sambil tersenyum.
"Itu pasti,karena sudah sewajarnya hal demikian pasti akan dirasakan semua calon mempelai."
Kata kak Reina padaku sambil mengelus punggungku berusaha menenangkanku.
"Gitu ya kak? dulu kakak juga gitu?"
Tanyaku padanya.
__ADS_1
"Iya.Lucunya lagi pas acara mau mulai,kakak sampai berkali-kali bolak balik kekamar mandi karena grogi."
"Serius kak?"
"He'em!"
Kami tertawa bersama-sama saat kak Reina menceritakan pengalaman tak terlupakan ketika akan melangsungkan acara pesta pertunangan serta pernikahannya dengan kak Aldi.
Aku mendengarkan cerita kak Reina dengan serius dan terkadang kami tertawa bersama saat kak Reina mengenang cerita lucu yang dia alami saat acara lamaran bahkan ketika acara akad nikah yang bahkan harus berkali-kali diulang ketika latihan karena saat nama kak Reina yang seharusnya disebut justru terbalik dengan nama sang papi begitu juga sebaliknya.
"Berarti bukan kakak dong yang di nikahi kak Aldi,tali papinya kak Reina? hahahha!"
"Iya,hahaha.....!"
Kami tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata.
"Eh! kakak kok kesini sendirian,Zarra mana kak?"
Tanyaku.
"Zarra lagi tidur di kamar sama pengasuhnya!"
"Kok selama aku di keluarga kakak nggak pernah lihat Zarra sama kak Reina? cuma waktu ke butik kita ketemu!"
"Karena aku sudah tidak lagi tinggal disana setelah menikah."
"Kakak tinggal dimana? maksudku dirumah keluarga kak Aldi,atau rumah sendiri?"
"Masih ikut mertua karena mamanya mas Aldi dirumah sendirian.Papanya mas Aldi dinas di luar kota,sedangkan Samuel sekolah di luar kota juga. Sebenarnya aku pingin tinggal bareng mas Aldi biar bisa deket terus,tapi belum dapat izin dari mertua."
"Yang sabar ya kak.....!"
Kupeluk kak Reina yang sedang duduk disampingku.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....