
Setelah selesai mandi dan kurasa tubuhku kembali segar,aku segera menuruni anak tangga yang terasa seolah tiada habisnya.Kakiku telah selesai menuruni anak tangga,namun tak kulihat siapapun dibawah kecuali beberapa orang mbak-mbak berseragam yang sedang sibuk berlalu lalang.
"Maaf nona maura,anda sudah di tunggu nyonya sedari tadi.Mari saya antar ketempat nyonya berada."
Kata bi Yayah padaku sambil berjalan membawaku kesebuah ruangan yang cukup luas dengan segala macam peralatan salon yang cukup lengkap,sepertinya mami memang punya salon pribadi dirumahnya. Waw! keren sekali keluarga ini,bahkan mimpipun aku tidak pernah memasuki rumah semewah ini dan aku akan menjadi menantu dirumah ini.
Baru berdiri didepan pintu yang terbuka saja harum wanginya aroma therapy semerbak menyeruak kedalam rongga hidungku membuatku seolah tenang dan ingin segera terbang melayang keatas awan bertemu bintang-bintang serta memeluk bulan.
"Silahkan nona!"
Aku terkejut saat bi Yayah mempersilahkanku memasuki ruangan yang pintunya sudah terbuka oleh bi Yayah sedari tadi..
"Iya bi Yayah,terima kasih."
Jawabku sambil melangkah memasuki ruangan,yang ternyata disana sudah ada mami,kak Reina serta mama juga ada disini.
Mereka sudah melakukan perawatan terlebih dahulu dengan cara masing-masing.
Setiap orang di dampingi oleh masing-masing satu atau dua orang yang dengan telaten menangani mereka semua.
__ADS_1
"Maaf nyonya,ini nona Maura sudah tiba!"
Bi Yayah memberitahukan kedatanganku pada sang nyonya pemilik rumah.
Mama menoleh kearahku dan menyambut kedatanganku dengan senyuman semanis madu yang masih dicampur dengan air gula,kebayangkan betapa manisnya?!
"Sayang.....sini,sini!"
Mama melambaikan tangannya kearahku,aku segera mendekat lalu duduk di kursi dekat mama yang sedang perawatan manicure dan juga pedicure. Selain untuk membuat kuku tangan dan kaki lebih cantik, tujuan lainnya adalah juga menjaga kebersihan kuku.
Kak Reina lebih memilih creambath. Yakni jenis perawatan yang diberikan pada bagian rambutnya agar telihat lebih fresh.
Sekarang giliranku yang hanya menurut saja saat seorang perempuan muda yang mendudukkanku di kursi untuk segera di eksekusi.
Kami telah selesai melakukan serangkaian perawatan selama beberapa jam,bahkan sampai membuatku terlelap dalam tidur tanpa kusadari karena terlalu nyaman oleh keadaan,mami memintaku untuk beristirahat karena malam ini sekitar jam delapan akan ada acara makan malam.
Aku langsung berpamitan untuk kembali kekamarku,namun saat baru saja aku hendak menaiki anak tangga kulihat dari balik kaca mas Mario di halaman depan sedang berbicara sambil duduk-duduk dengan seorang laki-laki muda mungkin usianya tak terpaut jauh darinya.
Karena begitu penasaran aku berjalan pelan menghampirinya,yang sedang berbicara dengan seseorang.
__ADS_1
Laki-laki yang sedari tadi menjadi lawan bicara oleh mas Mario langsung berdiri dan segera menundukkan kepalanya saat mengetahui keberadaanku.
"Selamat sore nona Maura"
Sapanya padaku masih tanpa mengangkat kepalanya.
"Selamat sore."
Jawabku.
"Ehem! maaf jika saya sudah mengganggu,ada hal penting yang mau saya tanyakan pada anda!"
Kataku sambil menundukkan kepala pula pada sang tuan muda Mario.
"Pras,kamu siapkan saja dulu mobilnya! nanti kalau saya sudah siap saya kabari lagi."
Ucap sang tuan muda Mario pada seorang laki-laki yang sedari tadi berbincang dengannya dan kuketahui ternyata namanya Pras.
BERSAMBUNG......
__ADS_1