
Pagi-pagi sekali kami sekeluarga sudah bersiap untuk kerumah sakit,mempersiapkan diri untuk pernikahanku dengan mas Rio.
Setelah bangun tidur,mandi lalu melaksanakan sholat subuh aku sudah mulai mempersiapkan diri.
Mas Rio pulang kerumahnya hanya untuk menjemputku lebih awak kerumah sakit.
Sepanjang perjalanan mas Rio hanya diam seribu bahasa,aku hanya sesekali melirik kearahnya tanpa bicara apapun.Kami hanya saling diam membuat suasana hening selama perjalanan.
Setelah mobil berhenti di parkiran rumah sakit,mas Rio tidak segera turun dari mobil.
Kulihat dia menghela nafas panjang lalu terdiam.
"Apakah kamu sudah siap?"
Tanyanya padaku.
"Insya Allah mas,Aku hanya bisa Bismillah saja!"
Jawabku berusaha meyakinkan diri.
Kulihat dahinya berkeringat,padahal pendingin dalam mobil masih dalam keadaan menyala dan sinar matahari juga belum terik menyinari lalu kenapa dia kepanasan sampai membuatnya berkeringat seperti itu? mungkin kah dia gugup!
"Mas,kenapa berkeringat begitu? apakah mas juga gugup?"
Tanyaku padanya,lalu dengan buru-buru dia menyeka keringat yang hampir menetes dari dahinya.
__ADS_1
"Apa menurutmu aku terlihat gugup?"
Tanyanya padaku,yang hanya ku jawab dengan senyuman yang ku sunggingkan dibibirku.
"Kita mau disini saja? tidak turun!"
"Kenapa? sepertinya kamu tidak sabar sekali ingin segera menikah denganku!"
"Bukannya begitu,kita sudah berapa lama disini? Ayo turun!"
"Nanti dulu! biarkan aku menenangkan pikiranku sejenak,temani aku dulu!"
Aku terpaksa harus menemaninya selama dia menenangkan pikirannya yang dia bilang hanya sejenak itu,namun entah berapa lama akan dia lakukan.
"Semalaman aku belajar menghafalkannya dibantu Rendi dan Pras!"
"Menghafalkan apa?"
Tanyaku bingung.
"Kalimat Ijab qabul!"Jawabnya singkat.
"Oh!"
Aku hanya menanggapinya dengan tak kalah singkat.
__ADS_1
Terdengar dering hape milik mas Rio,lalu sanh pemilik segera menjawab panggilan dari seseorang.
"Halo.....baiklah,kami segera kesana sekarang!"
Mas Rio segera mengajakku turun dari mobil dan menuntunku menuju ruang tempat om Dedi dirawat.
Bukan masuk kedalam ruang om Dedi,melainkan di ruangan lain yang berada di seberang ruangan tempat om Dedi dirawat.
Saat kami memasuki ruangan,ruangan tersebut sudah di sulap menjadi ruang ganti sekaligus tempatku akan dirias.
Aku segera diminta untuk mengganti pakaianku dengan kimono panjang yang sudah disiapkan untukku,segera aku ketoilet untuk melepaskan pakaianku untuk memudahkanku nanti mengganti pakaian pernikahan setelah selesai di make up.
Sementara mas Rio pergi keruangan om Dedi sambil menungguku selesai bersiap.
Aku hanya bisa pasrah bahkan saat mama dan mami ikut masuk kedalam ruangan dimana kini aku sedang di rias.
Aku benar-benar nampak seperti pengantin sungguhan pada umumnya lengkap dengan kebaya namun tetap berhijab.
Bukan lagi seperti pengantin,karena hari ini aku memang menjadi pengantin sungguhan.
Setelah aku selesai di makeup serta sudah mengenakan pakaian yang akan ku gunakan untuk acara akad nikah,mas Rio masuk kedalam ruangan dimana kini aku selesai dirias.
Mas Rio segera masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian.Tak perlu waktu lama,mas Rio keluar hanya mengenakan kaos polos berwarna putih dan kini telah mengganti celana yang dikenakannya tadi dengan celana yang berbeda.
Dengan cepat mas Rio sudah siap dengan setelah jas berwarna abu-abu,kini berdiri dibelakangku sambil menatap cermin yang ada dihadapanku untuk mengecek penampilan dirinya sendiri dicermin.
__ADS_1
BERSAMBUNG......