Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Persiapan acara


__ADS_3

Aku masih diam mematung,mas Mario berhenti sejenak lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali kearahku.


Aku spontan mundur saat dia mulai mendekat kearahku.


"Ayo!"


"Mau ngapain lagi! jangan macam-macam!"


"Hahahahaha....kamu kira aku mau ngapain? jangan berfikir macam-macam!"


Jawabnya sambil menyentil dahiku,meski rasa sakitnya tak seberapa namun aku sedikit terkejut dibuatnya.


"Ayo,kita harus segera ketempat acara! mami sudah lama menunggu kita!"


"Hah!"


"Telingamu tidak dengar! perlu juga kujewer!"


"Tidak perlu! saya sudah dengar!"


Kami segera keluar dari dalam taman rumah kaca,menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Pras di halaman depan istana.


"Acaranya kan masih nanti malam,kenapa kita harus kesana sekarang?"


Tanyaku saat kami baru saja memasuki mobil,pak Pras dengan cepat menutup pintu mobil kembali lalu berjalan dengan cepat memasuki mobil dan menjalankannya.


Mas Mario membangunkanku yang ternyata tanpa sengaja tertidur dibahunya.

__ADS_1


Mobil berhenti di depan lobi sebuah hotel berbintang.


"Sudah sampai ya? Acaranya disini?"


"Iya,ayo turun!"


"Selamat siang,selamat datang tuan muda!"


Sapa seorang laki-laki paruh baya berseragam serba hitam menyambut mas Mario turun dari mobil.


"Selamat siang nona Maura,selamat datang!"


Sambutnya pula padaku sambil membungkukkan badan saat aku keluar dari dalam mobil dan berjalan pelan menuju mas Mario.


"Selamat siang pak!"


Kenapa lagi dengannya? batinku melihat tingkah anehnya membawaku langsung masuk ke lobi hotel.


"Selamat siang tuan muda,selamat datang!"


Sapa seorang resepsionis yang penampilannya begitu menarik dengan rambut sebahu dan nampak rapi dengan setelan kantor yang ia kenakan.


Mas Mario melewatinya begitu saja menggandeng lenganku menuju lift khusus tanpa memeperdulikan siapapun yang sempat menyapanya.


Aku hanya bisa menurut tanpa berani memprotes atau bertanya sepatah katapun.


Melihat ekspresinya yang begitu serius,sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikirannya saat ini.

__ADS_1


"Lain kali kalau keluar pakai cadar!"Ucapnya tiba-tiba saat kami masih berada didalam lift,memecah keheningan.


"Hah! kenapa?"Tanyaku penasaran.


"Tidak usah banyak tanya! banyak mata pria memperhatikanmu!"


"Lalu jika di sekolah juga?"


Tak ada sahutan lagi darinya,kini suasana kembali hening tak ada lagi percakapan yang berlanjut.


'Ting!'


Saat pintu lift terbuka kami langsung berada disebuah ballroom yang sangat luas lengkap dengan dekorasi bak sebuah pernikahan yang cukup mewah.


Mama dan mami nampak ikut sibuk mengatur segala sesuatunya agar bisa berjalan sesuai keinginan mereka.


Aneh memang,jika biasanya lamaran atau pesta pertunangan dilaksanakan di tempat pihak perempuan beda halnya dengan pesta pertunangan kami yang tidak biasa ini yang akan dilaksanakan ditempat pihak laki-laki dan di persiapkan oleh kedua belah pihak orang tuanya.


Mungkin karena memang hubungan kami yang tidak biasa pula,jadi kami hanya tinggal duduk manis untuk menjalani acaranya bak boneka yang telah mereka atur sedemikian rupa sesuai keinginan kedua orang tua kami.


Mama dan mami seketika menoleh kearah kami dengan kompak dan serempak tanpa di komando,menghentikan segala aktifitas merek lalu bergegas berjalan dengan cepat menuju kearah kami.


"Sayang....kalian dari mana saja,kok lama banget datangnya!"


Tanya mami pada kami yang lebih dulu sampai didekat kami karena jaraknya yang lebih dekat dengan pintu lift kemudian disusul oleh pertanyaan mama yang hampir serupa.


Kami hanya saling pandang dan aku tersenyum pada keduanya yang memberikan pertanyaan sama namun sama-sama tak dapat jawaban apa-apa dari kami berdua.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2