Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kecemburuan Jesika


__ADS_3

Akhirnya karena tak tahan dengan sikap Jesika yang nampak aneh padaku,kuberanikan diri bertanya soal dia yang berubah menjadi aneh sedari tadi.


"Are you oke Jes?"


"Hmmmmm."


"Yakin?"


"Ya."


Hanya sepatah kata yang terucap sebagai jawaban dari setiap pertanyaanku,itupun hanya sebuah kata singkat.


Bahkan ketika jam istirahat Jesika hanya mengajak Medina dan meninggalkanku sendiri dikelas.


Aku sangat bingung dengan sikap Jesika,beberapa hari yang lalu saat aku pingsan dia tampak begitu khawatir bahkan aku sakit sampai tidak masuk sekolah kemarin.


Aku tidak tau apa yang terjadi hingga membuatnya sebegitu marahnya sama aku,kikira mereka akan merindukanku dan menanyakan bagaimana kabarku sekarang,namun justru aku didiamkan seperti ini.


Disaat seperti ini aku begitu merindukan kedua sahabat SMPku,mereka tak pernah memperlakukanku seperti ini.


Kami kenal dan berteman cukup lama tapi tak pernah marah-marahan bahkan sampai diem-dieman begini.


Setelah bel tanda pulang berbunyi,kulihat Jesika sedang duduk dikoridor depan kelas ditemani Medina.Kudekati mereka dan aku sengaja duduk disebelah Jesika.


"Jes,aku minta maaf."


Ucapku padanya,meski aku sendiri tak yakin telah membuat kesalahan bahkan tak tau apa salahku.

__ADS_1


Yang ku tau ini adalah senjata andalan Papa ketika Mama ngambek tanpa Papa tau apa sebabnya.Karena dengan meminta maaf biasanya Mama akan memberi tau apa kesalahan Papa hingga membuat Mama marah dan jurus ini yang sekarang kutiru.


"Maaf?"


"Iya,aku tau sudah membuat kesalahan hingga membuatmu marah padamu.Maaf Jes aku tak pernah ada maksud apapun untuk menyakiti hatimu."


Jesika memandang kearahku lalu memelukku dengan erat,sambil menangis sesenggukan.


"Hei.....kenapa kamu malah menangis?"


Jesika membuatku semakin bingung,apakah dia justru semakin marah padaku dengan perkataanku barusan? tanyaku pada diriku sendiri.


Aku hanya memandang kearah Medina yang juga nampak sama bingungnya denganku,Medina hanya mengangkat kedua bahunya sebagai isyarat ketidak tahuannya.


Bahkan Medina jug ikut menenangkan Jesika agar berhenti menangis.


Setelah selesai menangis dan menyeka air matanya Jesika kembali menatapku.


"Iya,kenapa memangnya?"


Tanyaku dengan bingung sambil menatap kearah Medina.


"Dia cemburu liat kamu sama pak Mario."


Sahut Medina tanpa melihat kearah kami.


"Hah?! kamu suka sama pak Mario Jes?"

__ADS_1


Jesika hanya mengangguk sambil menundukkan wajahnya yang nampak malu-malu mengakui perasaannya pada kami.


"Jadi,kamu diemin aku sejak tadi pagi hanya karena hal ini?hahahahaha...."


Tawaku meledak diiringi meledak pula rasa bimbang dan sedih dihatiku.Disatu sisi aku juga memiliki rasa kagum pada pak Mario tapi di sisi lain aku tak mungkin menyakiti hati teman baikku yang dengan terang-terangan merasa cemburu hanya dengan melihatku diantarkan pulang oleh pak Mario padahal aku saat itu sedang dalam keadaan sakit.


Jadi aku harus mengesampingkan perasaanku demi kebahagiaan teman baikku agar tidak menyakitinya.


Aku harus memendam sendiri perasaanku pada pak Mario untukku sendiri agar tak ada seorangpun yang tau.


Lagipula jika melihat sikap dingin pak Mario pada semua perempuan belum tentu juga pak Mario mau dengan salah satu diantara kami,mungkin pak Mario sudah seseorang yang membuatnya tidak memperdulikan perempuan manapun.


Akhirnya kami kembali baikan seperti biasa,bahkan Jesika memelukku dan malah berbalik meminta maaf padaku sekaligus Jesika mengundang kami untuk datang kerumahnya minggu depan tepat di acara ulang tahunnya.


Selama dalam perjalanan pulang aku hanya diam memikirkan hal yang terjadi seharian disekolah.


"Ada apa dek?kok ngelamun? ngelamunin cowok ya?"


Tanya kak Rendi meledekku,yang masih diam tanpa menyahut candaannya.Kali ini aku sedang malas meladeninya,perasaanku masih galau.


"Ada cowok yang kamu sukai disekolah?atau ada yang suka sama kamu?jangan-jangan kamu ngefans sama guru cowok kamu ya? hahaha!"


'Deg!'


Kenapa salah satu tebakan kak Rendi bener gitu? Pasti kak Rendi asal-asalan saja nebaknya.


"Kakak sok tau!"

__ADS_1


Sahutku sambil memonyongkan bibirku kearah kak Rendi.


Bersambung......


__ADS_2