
Mama memelukku serta mengusap kepalaku.
Menasehatiku bahwa jika dua orang bersama maka masalah akan selalu ada,jika salah satu atau bahkan keduanya tidak ada yang saling mau mengalah satu sama lain meski tidak merasa bersalah sekalipun maka yang ada hanya akan menyakiti satu sama lain.
"Sayang tenangkanlah dirimu,pikirkanlah baik-baik apa yang harus kau lakukan dalam keadaan tenang!"
"Tapi ma....."
"Istirahatlah sayang,mama yang akan menjaganya sama papa nanti."
Aku mengangguk sambil bersiap untuk tidur,mama masih memelukku sampai aku benar-benar terlelap.
Sayup-sayup kudengar suara mas Mario memanggilku agar seger bangun,kubuka mata perlahan karena masih silau oleh cahaya lampu yang begitu terang.
"Mas? kamu ngapain disini!"
Tanyaku melihatnya tengah duduk dikursi depan meja belajarku dengan wajah yang masih pucat,bahkan jauh lebih pucat dari semalam waktu terakhir aku melihatnya.
Mas Mario terdiam sambil menundukkan kepalanya setelah aki terbangun.Aku berjalan mendekatinya,meski sedang dalam keadaan menunduk namun aku merasa seolah dia nampak begitu sedih.
"Mas......"
Tak ada sahutan sama sekali,wajahnya semakin menunduk.Saat aku ikut menunduk untuk melihat kearah wajahnya,ternyata matanya terpejam seketika mas Mario terjatuh kelantai kamarku tububnya meringkuk kaku dengan posisi sama saat dia terduduk diam dikursi depan meja belajarku.
"Mas,mas...........!"
Nafasku memburu seiring bulir-bulir keringat mulai mengalir dari keningku,aku bangun dengan terengah-engah sambil memandang sekeliling kamarku.Kulihat lantai didekat meja belajarku namun tak kulihat sosok mas Mario meringkuk kaku disana,sepertinya barusan aku hanya mimpi buruk.
"Alhamdulillah ya Allah....hanya mimpi ternyata! Astagfirullah.....!"
Aku masih terus beristighfar setiap mengingat kejadian barusan.
Aku segera bergegas menuju kamar mas Mario,melihat keadaannya.
Saat kubuka pintu kamarnya nampak sangat sepi,tempat tidurnya juga kosong dan sudah nampak rapi.
Kemana perginya dia? atau mungkin dia dikamar mandi? apa dia sudah sehat?
__ADS_1
Kucoba mengetuk pintu kamar mandinya.
"Iya! siapa?"
Belum sempat aku menjawab,pintu kamar mandi tiba-tiba saja terbuka mengejutkanku yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi.
"Ada apa subuh-subuh begini datang kekamarku?"
Tanyanya sambil memandangku dari atas sampai kebawah lalu kembali lagi kebawah.
"Kamu baru bangun tidur?"
"Mas udah sehat?"
"Ditanya malah balik tanya!"
"Iya aku baru bangun!kenapa?"
"Hemh,lihat itu bekas iler yang mengering di tepi bibirmu!"
Jawabnya sambil tersenyum penuh ejekan padaku.
"Cuci muka dulu sana! sekalian wudhu lalu solat subuh! atau mau jamaah sama aku,jadi makmumku sekarang?"
"Apaan sih!"
Aku segera berbalik hendak keluar kamar,naasnya kakiku tersandung oleh kakiku yang lain hingga membuatku tak seimbang dan hendak terjatuh.
"Awas!"Teriaknya.
Untungnya mas Mario dengan cepat menopang tubuhku lalu menariknya kedalam pelukannya,dengan cepat kudorong tubuhnya menjauh dariku.
"Jangan mencari-cari kesempatan lagi ya! dasar mesum!"
"Sudah di tolongin juga! siapa juga yang mau cari kesempatan? gara-gara nolongin kamu nih wudhuku jadi batal! gerutunya sambil kembali masuk kedalam kamar mandi sedangkan aku segera keluar dari kamarnya.
Setelah selesai bersiap dengan seragam sekolahku aku segera turun untuk sarapan pagi ini,mama dan papa sudah siap dimeja makan.
__ADS_1
"Pagi sayang.....!"
Sapa papa padaku saat aku menarik kursi hendak duduk.
"Pagi pa,ma...!"
"Sayang,kamu sama Rio baik-baik saja kan?"
Tanya papa padaku dengan mimik wajah serius.
"Baik kok pa!"
"Papa lihat sepertinya ada masalah yang sedang kalian sembunyikan!"
"Nggak kok pa,papa tenang saja ya!"
"Tadi pagi-pagi sekali Rio pulang,kamu tau?"
"Pulang? tadi aku lihat dikamarnya masih ada kok pa!"
"Kapan?"
Tanya papa padaku.
"Tadi subuh!"
"Lalu setelah itu dia pulang,kamu tidak tau?"
"Dia tidak pamit,mana aku tau!"
"Selamat pagi semuanya....!"
Sapa kak Rendi yang baru bergabung dengan kami dimeja makan.
"Udah baikan sama Rio dek?"
Kulirik kak Rendi dengan tatapan kesal karena membuatku jadi mati kutu didepan papa.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....