Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Cerita Nenek


__ADS_3

Hari sudah semakin sore,mentari senja telah hadir menggantikan teriknya sinar matahari yang sebentar lagi akan digantikan oleh sang malam.Kami pun berpamitan setelah mengobrol panjang kali lebar kali tinggi sampai keliling pun kami obrolkan,😂.


Aku dan Medina kini bersahabat dan secara kebetulan ternyata mama dulunya adalah bersahabat dengan tantenya Medina sebelum sampai akhirnya mereka terpaksa harus dipisahkan oleh ruang dan waktu.


Sebenarnya tidak ada yang kebetulan didunia ini,karena semua sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Esa seperti halnya pertemuan kami dengan keluarga Medina kali ini.


Malam semakin larut,setelah makan malam aku pergi kekamar nenek karena mama bilang ada yang akan nenek bicarakan padaku.


Setelah mengetuk pintu aku langsung dipersilahkan masuk oleh bu Sum,asisten nenek.


Begitu aku memasuki kamar nenek sontak semua yang ada di dalam kamar nenek segera keluar dari kamar,meninggalkan kami berdua yang saling terpaku dan membisu.


"Duduklah!"


Kata nenek dengan suara pelan.

__ADS_1


Aku segera duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur nenek.


"Kamu tentu sudah tau semuanya,tentang siapa kamu dan ......."


Aku terdiam menunggu lanjutan dari kalimat nenek yang terputus.


"Dulu nenek tidak pernah setuju saat Diana membawamu masuk kedalam keluarga kami,karena aku tak mau kamu hanya akan menjadi beban untuknya dan akan memperburuk apa yang menimpanya selama ini."


Nenek menghela nafas panjang lalu membuangnya perlahan,lalu matanya menerawang memandang langit-langit ruangan yang berwarna putih bersih.


Kulihat mata nenek berkaca-kaca,aku hanya terdiam mendengarkan cerita tentang sejarah masalalu yang tak pernah ku ketahui.


"Sampai akhirnya Diana bertemu dengan Pratiwi,seorang gadis belia yang masa depannya hancur entah karena ulah laki-laki bejad seperti cerita Diana atau memang karena kesalahannya sendiri.Sejak dulu aku tak pernah suka dengan anak atau cucu perempuan di keluargaku,karena tradisi dari keluarga suamiku yang tidak mengizinkan anak perempuan memilih pasangan hidupnya sendiri.Keluarga kami memiliki tradisi jika anak perempuan harus mau menikah dengan seorang laki-laki yang di pilih oleh keluarga untuk dijodohkan dengannya,aki tidak mau tradisi seperti itu terus berlanjut."


Ku genggam dengan lembut jemari nenek yang mulai keriput seiring usianya yang semakin lanjut.

__ADS_1


"Rara paham maksud nenek."


"Karena kamu bukan darah daging keluarga ini,namun sudah menjadi bagian dari keluarga ini.Kamu bisa memilih tetap menjadi bagian dari keluarga ini dengan meneruskan tradisi dikeluarga ini atau pergi jauh mencari kebebasan hidupmu diluar sana."


Air mataku seolah tak mampu kubendung,kupeluk tubuh lemah nenek yang terbaring diatas tempat tidur.


Nenek yang selama ini kuanggap tak pernah menyukaiku dan begitu acuh padaku ternyata begitu peduli denganku.


Banyak yang nenek ceritakan padaku bahkan hal yang belum mama ceritakan padaku dimasa lalu telah banyak ku ketahui dari nenek.


Hari begitu cepat berlalu ujian kenaikan kelas telah usai,dengan mengucap rasa syukur aku naik kelas dengan nilai yang cukup memuaska meski tak sebaik nilai ujian sebelum-sebelumnya.Aku bersyukur meski beberapa waktu yang berlalu kulewati dengan berbagai masalah didalam keluargaku,namun itu tidak begitu mengganggu sekolahku.


Kini aku sudah duduk di bangku kelas duabelas,aku merasa semakin dekat dengan kata dewasa.Aku sedang duduk berdiam diri di bangkuku seorang diri saat jam istirahat,aku sengaja menolak ajakan Medin dan Jesi untuk pergi ke kantin.


Akhir-akhir ini banyak waktu kuhabiskan melamun tak jelas memikirkan pilihan yang nenek berikan,tetap tinggal sebagai keluarga dan harus meneruskan tradisi atau memilih jalan hidupku sendiri diluar sana.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2