
Pak Mario memasuki ruang kelas kami namun kali ini beliau tidak sendirian melainkan seseorang yang sedari tadi saat upacara bendera mencuri perhatianku.
Sepertinya dia murid baru yang akan ditempatkan dikelas kami.
Benar saja pak Mario mempersilahkan anak laki-laki yang berseragam dengan warna senada denganku untuk memperkenalkan diri dan ternyata namanya Samuel,pindahan dari luar kota karena kedua orang tuanya yang baru saja pindah ke kota ini.
Saat pelajaran pak Mario selesai kebetulan jam istirahat,Jesi segera mengikuti pak Mario yang baru saja keluar dari kelas kami.
Aku dan Medina hanya saling pandang dengan penasaran melihat tingkah Jesi,namu tak sampai hati mencegahnya seolah kami berdua sudah bisa menebak apa maksud dan tujuan Jesi mengikuti pak Mario.
"Kita kekantin aja yuk Ra."
Ajak Medin sambil menggandengku.
"Maaf aku boleh ikut kalian ke kantin?"
Tanya Samuel sang murid baru pada kami,sedangkan aku dan Medin hanya saling pandang.
"Boleh,ayo!"
Jawabku,sambil berjalan bergandengan dengan medin menuju kantin sedangkan Samuel mengikuti kami dari belakang.
"Oiya,kita belum kenalan."
Kata mario mengulurkan tangan didepan kami saat kami baru saja sampai di kantin dan mendapat tempat duduk.
"Tapi kami sudah kenal sama kamu,Samuel kan?"
Kataku.
"Tapi kan aku belum kenal kalian."
__ADS_1
"Aku Medina."
Kata Medin sambil menjabat uluran tangan Samuel.
"Kalau nama kamu? Maura?"
Tanyanya padaku lalu kujawab hanya dengan anggukan kepala,jelas saja dia tau namaku karena tadi saat dikelas pak Mario memintaku menjawab pertanyaannya saat di kelas dan memanggil namaku dengan lengkap sampai sehafal itu beliau dengan nama lengkapku.
Sepulang sekolah aku menunggu Medina di dekat parkiran.
"Nungguin siapa disini sendirian?"
Tanya Samuel padaku sambil hendak mengenakan helmnya.
"Nunggui Medin,katany tadi ketoilet dulu."
Jawabku sambil celingukan melihat kearah dimana medin berlari meninggalkanku tadi.
Medin berjalan pelan kearahku.
"Nggak,belum juga ada sejam."
Jawabku,di susul dengan ekspresi wajah nyengir tanpa dosa dari Medin.
"Yuk!"
Ajaknya sambil memberikan salah satu helmnya padaku.
Hari ini aku sengaja tidak minta di jemput karena Medin akan langsung main kerumah sepulang sekolah,sebenarnya Jesi juga akan ikut namun dia berhalangan karena ada keperluan mendadak katanya.
Saat dalam perjalanan Samuel mengiring kami dari belakang,entah kebetulan searah atau memang sengaja mengikuti kami pulang.Kami berpisah saat motor Medin memasuki gerbang halaman rumahku.
__ADS_1
"Samuel ngikutin kita ya?"
Tanya Medina.
"Entah,mungkin kebetulan saja searah."
Jawabku sambil melihat kearah luar pagar dan tak kulihat sosok Samuel.
"Yuk masuk!"
Ajakku memasuki rumah dan setelah kami ucapkan salam.
Kucium punggung tangan mamaku saat kulihat mama yang kebetulan baru keluar dari kamar nenek.
"Eh ada Medina,gimana kabar ayah dan ibu kamu?"
Tanya mama berbasa basi setelah Medin bersalaman dan mencium punggung tangan mama.
"Alhamdulilah sehat tante."
Kami segera naik menuju kekamarku setelah mama dan Medin sedikit mengobrol.
"Kak Rendi gimana Ra,masih nggak nyerah dia ngejar kamu?"
Tanya Medin menyeruput jus jeruk yang sudah di siapkan bibi untuk kami.
"Ya gitu deh,rasanya sekarang suasananya udah beda Din."
Kami membicarakan banyak hal termasuk soal Jesi yang ternyata belum bisa move on dari pak Mario,kami ngobrol ngalor ngidul sampai tak terasa hari mulai sore dan Medin harus berpamitan pulang.
Bersambung.....
__ADS_1