Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Menjemput Nenek


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap membantu mama menyiapkan sarapan untuk semua,memang tidak banyak yang bisa aku kerjakan karena masakpun aku belum bisa.


Setelah selesai sarapan kami sekeluarga segera berangkat ke bandara untuk menjemput kedatangan nenek disana.Kami hanya berangkat bertiga,karena kak Rendi harus menjemput kak Rosa dulu dirumahnya.


Sebenarnya kami tidak berencana mengajak serta kak Rosa,namun karena kak Rendi ingin memperkenalkan kak Rosa pada nenek jadi moment kedatangan nenek sengaja dijadikan ajang perkenalan untuk pacarnya.


Kak Rendi yang berniat akan melamar kak Rosa dalam waktu dekat harus mendapatkan restu dari nenek tentunya.


Aku yakin nenek pasti tidak akan suka dengan kak Rosa,sama seperti nenek yang tidak begitu suka denganku.


Saat kami tiba di Bandara ternyata nenek sudah sampai dan sudah menunggu di pintu keluar Bandara,bersama bu Sum dan pak Yanto asisten kepercayaan nenek.Disana juga sudah ada kak Rendi serta kak Rosa.


Kulihat dari kejauhan nampaknya nenek begitu akrab dengan kak Rosa,tidak seperti saat denganku.


"Maaf ya ma kami terlambat."


Ucap papa sambil mencium punggung tangan nenek lalu memeluknya dengan kasih sayang penuh kerinduan.


Juga mama,setelah mencium punggung tangan nenek pun memeluknya lalu yang terakhir aku.


Kuraih tangan kanan nenek yang sudah mulai keriput lalu kucium punggung tangannya,aku terkejut karena nenek ternyata juga memelukku.


Aku sampai tersipu malu mendapat perlakuan istimewa dari nenek.


"Sini nek Rara bawain tasnya."

__ADS_1


Ucapku sambil tersenyum bahagia karena selama menjadi cucunya baru kali ini aku dipeluk olehnya.


"Nggak usah,nenek masih kuat bawa sendiri."


Jawabnya.


Kami segera menuju mobil dan bergegas pulang,nenek duduk didepan dengan papa yang memegang kemudi sedangkan aku dan mama ikut kemobil kak Rendi.


Karena ada pak Yanto dan bi Sum yang harus selalu berada di dekat nenek kemanapun dan dimanapun.


Seprtinya kak Rosa tidak keberatan kami semobil dengannya,nampak kak Rosa dan mama asyik mengobrol sepanjang perjalanan sedangkan aku lebih memilih banyak diam.


Aku sedang sibuk dengan hapeku yang sedang seru-serunya berbagi cerita dengan sahabat SMPku di grup chat kami.


Mereka meledekku karena kupamerkan adegan dibandara tadi,dimana nenek memelukku.


Untuk saat ini hanya mereka tempatku mencurahkan isi hatiku,dimana aku merasa gundah karena aku menyukai guru disekolahku.


Laura agak tidak setuju dengan apa yang aku rasakan saat ini,dia takut jika aku nantinya hanya akan dipermainkan.


Sedangkan Yasmin justru mendukungku karena Yasmin bilang sepertinya pak Mario itu orang baik nyatanya beberapa kali menolongku.


Mereka sempat berdebat karenaku,tapi semua tak berlangsung lama.Karena aku segera menengahi merek,akhirnya kuputuskan untuk tetap membiarkan serta menyembunyikan perasaan kagumku ini sendiri dalam diam agar tak ada orang yang tau serta tak akan ada lagi yang merasa tersakiti.


Mereka setuju dengan keputusanku,karena memang jodoh Tuhan yang atur kita tak pernah tau dengan siapa kita berjodoh.

__ADS_1


Kualihkan pembicaraan untuk membahas hal lain agar suasana tidak terus menerus tegang.


"Kakak liat dari tadi kamu sibuk sendiri dengan hape dek?"


Tanya kak Rendi,karena memang selama perjalanan aku lebih sibuk dengan hapeku daripada ikut ngobrol dengan mama dan kak Rosa yang menurutku nggak lebih seru dibandingkan obrolanku dengan Laura dan Yasmin.


"Lagi chat sama Laura dan Yasmin kak."


Jawabku,lalu kembali sibuk dengan layar hapeku.


"Ow,gimana kabar mereka sekarang?"


"Baik."


"Titip salam buat merek ya."


"Ok."


'Guys...ada yang mau salam dari kak Rendi nggak? kak Rendi yang ganteng titip salam nih buat kalian.'


Ucapku sambil menekan tombol bergambar pesan suara di layar chattingku.


Segera mereka membalas pula dengan pesan suara alias voice note yang membuat kak Rendi tertawa terpingkal-pingkal mendengar balasan voice note dari teman-temanku,kulihat ekspresi kak Rosa seketika berubah seakan tak suka.


Mama hanya menggeleng pelan sambil menatal kearahku saat menyadari perubahan suasana hati kak Rosa.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2