
Pak Pras segera mengarahkan kamera hapenya kearah kami agar mami mampu melihat wajah kami dengan jelas dalam panggilan video yang beliau lakukan dengan pak Pras.
"Sayang.....! kalian habis darimana? kenapa jam segini Rara masih memakai seragam sekolahnya!"
Tanya mami pada kami,lalu mas Rio meraih hape milik pak Pras.
"Halo mi,kami baru saja pulang dari membesuk teman Maura yang sakit."
Jawab mas Rio dengan santainya.
"Sampai jam segini? baiklah tapi lain kali kalian angkat telfon dari mami ya! jangan kompak untuk menghindari mami ya!"
"Iya mi...maaf! ampun mi...."
Mas Mario tampak sedang merayu sang mami.
"Hape Rara juga,kenapa sibuk terus dari tadi?"
Tanyanya juga padaku.
"Maaf mi,tadi ada teman yang telfon."
"Baiklah kali ini kumaafkan,tapi lain kali tidak ada lagi maaf dari mami ya!"
Setelah mami menutup panggilan videonya pak Pras kembali melajukan mobilnya dengan posisi mas Rio yang tetap duduk di sampingku.
Kenapa juga dia tidak pindah tempat duduk lain! Bukankah jika dekatku seperti ini justru akan membuat kepalanya sakit lagi.
Batinku kesal.
Pak Pras menghentikan mobil tepat di halaman rumahku,sesaat setelah turun dari mobil segera membukakan pintu mobil untukku sambil membungkukkan badannya saat aku mulai keluar dari mobil.
"Terima kasih pak Pras,lain kali jangan melayaniku secara berlebihan ya! aku bisa membukanya sendiri."
"Tapi nona?"
"Aku bisa melakukannya sendiri pak Pras!"
"Tuan?"
Seolah pak Pras meminta pertimbangan pada sang tuan mudanya atas perkataanku.
"Turuti saja apa maunya Pras!"
"Baik tuan.."
Jawabnya.
"Terima kasih pak Pras untuk hari ini."
Ucapku sambil berjalan cepat masuk kedalam rumah,sambil ku ucapkan salam aku segera melesat masuk dan menaiki anak tangga dengan cepat.
Aku sempat mendengar suara mas Rio mengucap salam sebelum aku sampai pada anak tangga.Sepertinya dia mengikitiku masuk kedalam rumah,entahlah apapun yang dia perbuat aku seolah mulai tak perduli.
Aku masih kesal karena sikapnya tadi saat di mobil,padahal saat di cafe tadi sikapnya begitu lembut dan manis padaku.Kenapa tiba-tiba saja dia dengan mudahnya berubah?Aku semakin tak habis pikir dengan sikapnya padaku.
Segera kulemparkan tas ranselku dengan sembarangan diatas tempat tidur lalu kutingglkan begitu saja pergi kekamar mandi.
Setelah kurasa tubuhku terasa segar dan pakaianku kini sudah kuganti dengan pakaian rumah,kurebahkan sebentar tubuhku diatas tempat tidur
Aku bangkit kembali saat teringat pada tugas-tugasku yang sudah menumpuk sejak minggu lalu.
__ADS_1
Segera kubuka tas dan kunyalakan laptop di atas meja belajarku untuk mulai mengerjakan beberapa tugaa sekolahku yang harus selesai dan terkumpul di dalam minggu ini.
Kuraih hape yang berada di depanku,kuketik pesan pada Medina dengan cepat.
'Din,tugas sekolah kamu sudah selesai?"
Tanyaku dalam pesan singkat yang ku kirim pada Medina.
'Sudah dong......! kenapa?'
Jawab Medina dengan bangganya.
'Pusing nih,tugasku belum kelar!'
'Whaduh Ra...besok tugas pak Mario harus di kumpulin loh! kalau yang lain sih masih aman ya,karena masih ada waktu.'
Ucap Medina memperingatkanku.
'Aman apanya? bukankah besok tugas dari pak Widodo juga harus dikumpulkan!'
'Iya juga ya Ra! besok kan ada pelajaran pak Widodo juga!'
'Punyamu sudah Din?'
Tanyaku padanya.
'Sudah dong.....! kebetulan Sabtu dan Minggu kemarin pesanan kue ibuku tidak seramai biasanya,jadi aku punya banyak waktu untuk mengerjakan!'
Dia kembali pamer padaku.
"Arrgggh! ini gara-gara acara lamaran kemarin!"
Gumamku sendiri sambil mengacak-aca rambutku yang asih setengah basahblalu mulai kukerjakan tugas-tugasku yang sempat terbengkalai.
'Tok,tok,tok'Terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarku.
"Sayang.....ini mama!"Terdengar suara mama dari balik pintu.
"Iya ma......masuk saja,tidak di kunci kok!"
Jawabku masih tetap sibuk dengan tugas-tugasku yang baru kuselesaikan sekitar setengahnya.
"Kamu sedang sibuk ya?"
Tanya mama padaku.
"Iya ma....banyak banget tugas yang beluk ku kerjakan,padahal besok sudah harus dikumpulkan!"
Jawabku sambil menoleh sekilas kearah mama,lalu kembali kebuku-buku yang ada di hadapanku.
"Mau mama bawakan makan kesini sayang?"
Tanya mama menawariku untuk makan di kamar,saat kulirik jam dinding yang tergantung di dinding kamarku ternyata memang sudah malam dan aku tidak menyadari waktu telah lama berlalu.
Seingatku baru saja aku selesai sholat maghrib lalu aku mulai mengerjakan tugas tadi.
"Nanti Rara turun saja ma,sebentar lagi selesai kok.Mama dan yang lain makan saja duluan,"
Ucapku tanpa memperdulikan mama yang masih berada di sampingku.
"Kamu yakin tidak mau makan sekarang?"
__ADS_1
Tanya mama lagi padaku untuk benar-benar memastikannya kembali.
"Iya ma......!"
Jawabku sambil menoleh kearah mama dengan senyuman semanis madu.
"Yasudah,kalau begitu mama tinggal ya?"
"Iya mama....!"
Jawabku di iringi langkah kaki mama keluar dari pintu kamarku.
Kuangkat kedua tanganku keatas lalu kutekuk kepala ke sisi kiri dengan mendekatkan telinga kiri ke arah bahu kiri dan kuulangi lagi ke sisi kanan untuk mengurangi rasa pegal dan kaku pada leher serta pundakku karena terlalu serius sampai terlalu menunduk saat mengerjakan tugas.
Tiba-tiba terdengar bunyi dering hape yang berada di hadapanku yang sedang tergeletak di atas meja.
"Halo........,Assalamu'alaikum!"
Dengan malas ku angkat panggilan dari pak Mario.
"Waalaikum salam,sedang apa?"
Tanyanya padaku yang terdengar seperti hanya berbasa-basi semata.
"Mengerjakan tugas yang harua dikumpulkan besok!"
Jawabku singkat sambil menata buku-buku yang ada dihadapanku.
"Sudah selesai?"
Tanyanya kembali.
"Alhamdulilah,baru saja selesai."
Jawabku memberi tahu.
"Baguslah! Tadinya jika tugasmu belum selesai,waktu pengumpulan akan kuundur.Tapi karena kamu bisa menyelesaikannya tepat waktu,maka segeralah turun untuk makan malam!"
Dari mana dia bisa tau kalau aku belum makan malam? apakah mama yang memberitukan padanya? tanyaku dalam batin pada diriku sendiri.
"Kenapa diam? cepat turun lah! aku sudah lapar menunggumu sedari tadi dimeja makan!"
Ucapnya dari ujung telfon dengan nada kesal.
"Hah! dimeja makan! dirumahku?"
Tanyaku padanya sekedar memastikan dia menungguku di meja makan rumahku atau dirumahnya.
Lagi pula ini sudah cukup larut,untuk apa dia menungguku hanya untuk makan malam dimeja makan rumahku sampi selarut ini?
"Cepat turunlah! atau aku yang akan kesana!"
Ancamnya padaku.
"Iya,iya!"
Jawabku dan panggilan telfon langsung di matikan olehnya.
Setelah selesai menata buku-buku dengan rapi didalam tas,kulirik jam dinding di kamarku sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Ternyata sudah malam sekali."
__ADS_1
Gumamku pelan pada diriku sendiri.
BERSAMBUNG......