
Mama mengelus pundakku pelan.
Om Doni tiba-tiba saja mendekat kearahku tanpa sepatah katapun menekuk lututnya dan bersimpuh dipangkuanku membuatku merasa sangat tidak nyaman sekaligus bingung dengan sikapny.
"Om.....om ngapain? ayo om bangkit,jangan kayak gini.Ada apa sih om? ma? pa? nek?"
Semua terdiam tak ada sahutan jawaban dari siapapun.
"Maafkan aku nak.....! maafkan aku....!"
"Om....om.Doni kenapa? Ayo om bangkit,jangan kayak gini."
Aku masih benar-benar bingung dengan semua meadaan ini.
"Akulah yang melakukannya pada ibumu malam itu,aku benar-benar menyesal dan tak ada sedikitpun maksud melecehkannya.Maafkan aku nak,maaf...!"
Beribu-ribu kali om Doni meminta maaf padaku,dan aku hanya minta penjelasan yang sejujur-jujurnya dari om Doni.
Sebenarnya aku tak punya hak menghakimi om Doni serta bukan padaku seharusnya om Doni meminta maaf dan ampunan.
__ADS_1
Setelah agak tenang om Doni menjelaskan semua kejadian yang menimpanya malam itu.
Menurut cerita om Doni,malam itu om Doni sedang patah hati karena cintanya tak mendapat restu dari nenek kala itu namun dia tetap nekat kabur dari rumah dengan meninggalkan semua fasilitas yang dia milikki sebagai anak seorang keluarga Anggara.
Namun ketika om Doni menemui kekasihnya untuk memberi kabar bahwa om Doni telah pergi dari rumah dan semua yang dia miliki hanya demi cintanya justru penolakan yang dia dapatkan dari kekasihnya yang tak siap hidup miskin dengannya.
Keputus asaan membuat om Doni mengambil jalan pintas dengan mabok-mabokan dan ketika om Doni sedang berjalan tanpa arah dan tujuan dalam keadaan mabuk di jalan om Doni bertemu dengan seorang perempuan muda berambut panjang yang saat dia lihat ketika itu seolah adalah kekasihnya yang menolaknya ketika mengetahui dirinya tak lagi punya apa-apa.
Om Doni dengan geram membawa gadis tersebut kesebuah tempat yang sepi dan melakukan hal yang tercela pada gadis tersebut.Sesaat setelah melakukan semua perbuatan tercelanya tersebut barulah Om Doni menyadari bahwa perempuan tersebut adalah orang lain,saat om Doni hendak meminta maaf dan mempertanggung jawabkan perbuatannya justru perempuan tersebut lari ketakutan dan sejak kejadian itu om Doni tak pernah lagi mengetahui keberadaannya meski telah mencarinya kemana-mana dengan dibantu oleh sang kakak sampai sekarang.
"Jadi papa tau om Doni yang melakukannya?"
Ternyata setelah kejadian malam itu om Doni dalam ketakutan menceritakan semuanya pada papa,namun dari cerita om Doni yang tidak jelas siapa gadis itu,siapa namanya serta seperti apa rupanya membuat pencarian mereka menemui titik buntu.
"Jadi,om Doni......"
"Kamu adalah anakku,anak kandungku nak."
Kata om Doni sambil menangis memeluk tubuhku yang hanya terdiam membatu masih tak percaya dengan semua hal yang baru saja kudengar langsung dari mulut om Doni orang yang telah menghancurkan kehidupan ibu kandungku hingga harus menanggung pemderitaannya seorang diri sampai akhir hayatnya.
__ADS_1
Aku tidak tau harus apa kepalaku pusing,tubuhku lemas dan tiba-tiba saja semua menjadi gelap.
Saat aku tersadar ketika kubuka mata hal yang kulihat hanyalah seercah cahaya yang membuat mataku begitu silau,kulihat sekitar hanya warna putih bersih dalam ruang kosong tak ada siapapun.
Samar-samar dari kejauhan nampak ada seseorang yang bergerak mendekat aku berusaha berjalan mendekat namun tubuhku rasanya begitu lemah tak mampu kugerakkan hanya bisa bernafas dan membuka mata.
Kukihat sosok yang semakin mendekat adalah seorang wanita berbaju serba putih sama sepertiku,dengan rambut panjang terurai.
Begitu cantik,saat kulihat wajahnya dengan jelas yang semakin mendekat.
"Maura......kamu sudah sedewasa ini nak,kamu sudah berada di tempat yang tepat.
Berdamailah dengan keadaan,tenangkanlah dirimu sendiri.
Percayalah tak ada yang kebetulan dan tak ada yang bisa disalahkan dalam takdir kehidupan yang sudah digariskan sang penguasa alam semesta."
Tangannya yang dingin menyentuh pipiku dan mendekap erat tubuhku hingga membuatku kesusahan bernafas sampai rasanya dada ini begitu sakit membuatku gelagapan untuk mengambil nafas.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1