Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Kakak kelas


__ADS_3

Saat kami hampir tiba didepan kelas,nampak Jesika sudah berada disana.Duduk-duduk di koridor depan kelas sepertinya sedang mengobrol dengan seseorang.


Tak berapa lama saat bel berbunyi kami segera merapat kearah Jesika.


"Pagi Jes....!"


Sapa kami bersamaan.


"Eh,kalian dari mana aja sih jam segini baru nongol?!"


Tanyanya dengan penasaran.


"Ada urusan bentar."


Jawabku sambil tersenyum kearah Medina.


"Tadi ada yang nanyain kamu tuh Ra!"


"Aku? Siapa?"


"Kakak kelas."


Jawabnya sambil melirik kearah luar saat kami hendak masuk kedalam kelas.


Pandangan mataku sontak tertuju pada arah lirikan mata Jesi kearah luar,ternyata memang ada seseorang di seberang kelasku sedang berdiri memandang kearahku dan dia tersenyum ramah padaku saat aku memandangnya.


Segera Merina menggandeng lenganku untuk segera masuk kedalam kelas.


"Ayo masuk."


Aku tersenyum kearah Medina.


Satu persatu semua orang mulai keluar kelas tanda bahwa mereka telah selesai mengerjakan soal ujian,kini giliranku.


Ku bawa kertas jawabanku kedepan,kutinggalkan di atas meja pengawas yang sedang berjaga diruang kelas kami lalu aku berjalan keluar kelas.


Saat aku keluar dari kelas ternyata ada kak Roi yang sudah menungguku didepannkelasku.


"Ehem,Maura?"


Sapanya padaku.


"Hmmmm....iya,ada apa kak?"

__ADS_1


Tanyaku.


"Bisa kita bicara sebentar?"


"Maaf,soal apa ya kak?"


Tanyaku lagi dengan bingung.


"Mmmmm,kita kekantin sebentar yuk!"


Ajaknya.


"Kita?berdua aja?"


Tanyaku agak kikuk.


"Dikantin kan banyak orang,bukan hanya kita berdua aja kan? yuk!"


Ajaknya sambil mempersilahkan aku untuk berjalan lebih dulu.


Sepanjang perjalanan menuju kantin kami hanya saling diam.


Kebetulan Medina dan Jesi belum keluar,sepertinya mereka belum kelas menyelesaikan soal ujian mereka,jadi mau tak mau aku tak ada alasan lain untuk menolak ajakan kak Roi.


Tanyanya padaku,saat kami baru saja duduk di bagian pojok kantin yang kebetulan kali ini kantin belum begitu ramai.


"Hmmmm,air mineral aja kak."


"Yakin nggak mau pesan yang lain?"


"Nggak,terima kasih."


"Maaf,kamu sudah punya pacar belum?"


"Hah?! untuk apa kakak tanya soal pacar ya?"


Menjawab pertanyaanny dengan bertanya balik tanpa menjawab dengan jelas,namun hal ini seolah justru membuka jalan untuknya hingga leluasa mengungkapkan niatnya mengajakku kekantin.


"Mmmm,kamu masih inget waktu kamu dulu pernah kena bola basket sampai pingsan?"


Pikiranku kembali mengingat kejadian dimasalalu ketika aku pingsan terkena bola basket yang melayang hingga dibopong oleh pak Mario ke UKS dan harus di antarkan pulang juga oleh beliau.


"He'em,kenapa?"

__ADS_1


Tanyaku.


"Aku minta maaf,saat itu aku nggak sengaja dan nggak sempat meminta maaf secara langsung sama kamu."


"O....udah nggak papa kak,sudah aku maafin.Lagian aku juga sudah lupa kok."


"Sebenarnya aku pengen minta maaf lngsung sama kamu tapi setiap kali liat kamu justru aku malah nggak berani mendekat."


"Hah! emangnya kenapa?apa aku sehoror itu?"


Tanyaku sambil memegang kedua pipiku sendiri.


"Bukan,bukan begitu Maura.Aku.......


Kulihat tingkah kak Roi mulai aneh,terlihat sekaki dia begitu salah tingkah membuatku jadi bingung dengan tingkah anehnya.


"Kenapa kak?"


"Eng.....mmmmm,Aku.....aku,aku suka sama kamu.Kamu mau nggak jadi pacar aku?"


Aku hanya terdiam mendengar ucapan kak Roi,kuhela nafas panjangku untuk menenangkan diri sendiri dari rasa syok sejenak.


"Maura?"


"Hufh! terima kasih jika kak Roi suka sama aku,tapi untuk pacaran......maaf sepertinya lebih baik kita berteman saja."


"Kenapa Maura? apa aku bukan kriteria kamu? aku janji nggak akan macem-macem,hanya pacaran saja aku nggak mau ada orang lain yang jauh lebih deket sama kamu."


"Maaf kak aku nggak bisa."


Aku mulai bangkit dari kursi tempatku duduk.


"Tunggu Maura!"


Kak Roi hendak memegang pergelangan tanganku namun buru-buru kuhentikan.


"Duduk dulu Maura"


Pintanya padaku,sejenak kupandang wajahnya.


Kak Roi sebenarnya cukup tampan dengan badan tinggi dan tegapnya,kak Rio juga seorang anggota pemain basket sekolah sudah pastinya banyak siswi di sekolah yang mengidolakannya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2