
"Kak Rosa,kapan-kapan kita jalan yuk!"
Ajakku,mencoba mencairkan suasana dan kucoba berbaik sangka padanya siapa tau dengan begini hubungan kami bisa membaik.
"Mmmmmmm,jalan?"
"Iya,kita berdua atau bertiga sama mama juga boleh.Ya kan ma?"
"Mama? jalan sama kalian? aduh....! ya kaleee mama harus ngemong kalian berdua?!"
"Hahahaha.....!"
Sontak kata-kata jawaban mama membuat kami tertawa karena saking lucunya.
"Kalo besok gimana?"
"Hmmmm,ok deh."
"Kakak nggak lagi sibuk kan?"
"Kayaknya nggak deh."
"Nggak ganggu jadwal kerja kakak kan? maaf ya kak aku banyak tanya,takut aja kalo aku justru malah ganggu jadwal kerja kak Rosa."
Aku cuma ingin benar-benar yakin jika Minggu besok kak Rosa memang free job dari pekerjaannya sebagai foto model.
Kak Rosa memang belum begitu terkenal seperti halnya artis papan atas,tapi aku pernah lihat kak Rosa di tivi sebagai bintang iklan beberapa produk.
Kak Rosa memang cantik,tubuhnya yang tinggi langsing serta kulit putih bersih dengan rambut panjang terurainya,gak salah memang kak Rendi begitu menggilainya.
Akhirnya kami sampai juga dirumah setelah melewati masa serta suasana yang tidak mengenakan didalam mobil bersama kak Ros.Entah kenapa aku merasa kak Rosa seperti terpakasa menanggapi obrolanku dimobil tadi,mungkin untuk sekedar menutupi ketidak sukaanya padaku dari semua orang.
__ADS_1
Aku langsung masuk kedalam kamarku,sedangkan mama dan papa memilih mengantarkan nenek beristirahat dikamarnya dan kak Rendi dengan kak Rosa....seperti biasa sepasang muda mudi yang sedang dimabuk asmara sedang berduaan di ruang tengah.
Saat hendak naik kekamarku sempat kulihat kak Rosa bernanja-manja pada kak Rendi padahal para asisten nenek dengan dibantu bibik sedang wira-wiri memasukkan barang-barang nenek kedalam kamar,apa memang orang yang sedang dimabuk cinta tidak ada rasa malu seperti itu ya dedepan orang lain? batinku dalam hati lalu bergegas menuju kamarku.
Baru saja masuk kedalam kamar,belum sempat kututup pintu kamarku suara ringtone hapeku berbunyi tanda ada panggilan masuk.
"Halo...."
Jawabku.
Ternyata itu panggilan dari Jesika,dia mengajakku jalan bareng dengan Medina hari Minggu besok.
Sebenarnya aku mau saja jalan bersama mereka pasti jauh lebih asyik jika dibandingkan dengan jalan bersama kak Rosa yang sebenarnya tidak suka padaku tanpa alasan yang jelas.
Dengan berat hati kutolak ajakan mereka dengan alasan bahwa pacar dari kakakku sudah lebih dulu mengajakku jalan hari Minggu besok,akhirnya Jesika mengubah jadwal menjadi hari ini supaya kami tetap bisa jalan bareng bertiga.
Sejenak aku terdiam untuk berfikir,apakah tidak akan apa-apa jika aku pergi jalan-jalan dengan teman-temanku sementara nenek baru saja tiba.Apa ku coba tanyakan ini pada Papa dan Mama dulu saja ya? Pikirku dalam hati.
"Nanti aku kabari lagi ya Jes,aku coba izin ke orang tuaku dulu."
"Ok,ok."
Okhirnya obrolan via telfon kami akhiri,segera aku turun kembali mencari kedua orang tuaku namun tak kutemukan dimanapun.
"Bik,sini deh!"
Bisikku pada bibik.
"Iya non,ada apa?"
Jawab bibik sambil sedikit berbisik pula.
__ADS_1
Akhirnya kami saling berbisik-bisik tetangga.
"Mama sama Papa dimana bik? apa masih dikamar Nenek?"
"Nyonya masih dikamar nyonya besar,sedangkan tuan itu sedang diteras belakang non."
"O......"
Ku tengokkan kepalaku kearah teras belakang dari arah dapur,ternyata nampak papa sedang duduk dengan laptop dihadapannya.Mungkin ada pekerjaan yang harus papa kerjakan dirumah karena hari ini tidak bisa kekantor.
"Ok,makasih ya bik."
Ucapku sambil berlalu meninggalkan bibik didapur yang dengan samar sempat mengucapkan "Sama-sama" padku.
Dengan perlahan aku duduk di bangku dekat papa yang ternyata menyadari kedatanganku.
"Eh,anak papa......"
"Hehehe,papa sibuk ya?"
"Ya.....beginilah."
"Pa....."
"Hmmmmm."
Sejenak papa mengalihkan pandangannya dari layar laptop yang ada dihadapannya kearahku.Berusaha memperhatikanku yang nampak sedang ingin membicarakan sesuatu hal yang penting.
"Pa....hari ini kan nenek baru saja datang,papa dan kak Rendi bahkan sampai nggak kekantor karena kedatangan nenek."
"He'em,terus?"
__ADS_1
"Tapi....barusan temen aku telfon pa,ngajakin jalan gitu.Enaknya gimana ya pa?"
Bersambung.....