Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Hamil....?


__ADS_3

Aku hanya bisa diam dengan air mata bercucuran ketika menyadari bahwa dia sudah benar-benar membuahiku kali ini.


Dia masih menelungkup diatasku sambil berusaha mengatur nafas yang masih ngos-ngosan.


"Mas......!"


Teriakku tertahan oleh tangisanku sambil mencengkeram seprei penuh amarah.


"Sayang...maafkan aku! aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri kali ini,sungguh maafakan aku sayang.....!"


Bisiknya sambil membelai dan menyeka pipiku yang basah oleh air mata.


"Menyingkirlah dariku sekarang!"


Ucapku kesal lalu segera berlari menuju kekamar mandi,berharap apa yang tertumpah tidak benar-benar masuk kedalam dan akan segera keluar kembali.


Aku benar-benar takut jika benihnya akan benar-benar tumbuh dan berkembang biak didalam sana,dia benar-benar jahat karena tega melakukan ini padaku.


Berkali-kali mas Rio mengetuk bahkan menggedor pintu kamar mandi,namun aku masih tak menyahut sama sekali.


Aku benar-benar tidak habis pikir dengannya yang selalu melakukan apapun yang dia mau tanpa memikirkan perasaanku sama sekali.


Setelah keluar dari dalam kamar mandi aku hanya diam tak menggubrisnya sama sekali,bahkan sejuta kali di maminta maaf sekalipun tak lagi ku dengarkan.


Aku tidak hanya kesal,tapi juga marah padanya kali ini.Dia memang keterlaluan! yang dia lakukan kali ini benar-benar sudah melebihi batas.


Mungkin ini yang orang sebut dengan kata di kasih hati minta jantung.


"Jangan sentuh aku lagi mas!"


Bentaku padanya sambil memunggunginya saat dia berusaha meraih tanganku dan memeluk tubuhku dari belakang ketika aku sudah berbaring disampingnya.


"Baiklah......aku tidak akan menyentuhmu lagi,tapi aku mohon maafkan aku."


Pintanya dengan nada yang terdengar memohon.


Sedangkan aku hanya diam memejamkan mata berusaha terlelap,pikiranku kini dipenuhi dengan bayang-bayang kehamilan.Kini apa bedanya aku dan Jesika? bahkan sebentar lagi aku akan seperti dia.


Kami akan melahirkan dalam jarak waktu yang tak terlalu jauh,kemungkinan kalau anak-anak kami sudah besar akan menjadi teman satu sekolah seperti aku dan Jesi sekarang.


"Mas.....perutku sakit......!"

__ADS_1


Ku tarik dan kuremas tangannya dengan kuat,keringat diwajahku sudah tak lagi terhitung berapa liter banyaknya jika dikumpulkan.


Seorang dokter dan dua orang perawat menolongku dalam sebuah prosesi persalinan malam ini.Diatas bed ruang persalinan aku terus berteriak kesakitan sambil berusaha kuatur nafasku yang tersengal.


"Dokter....bayinya......!"


Ucap salah seorang perawat dengan panik pada dokter di sebelahnya.


"Dokter bayi saya kenapa?"


Tanyaku ikutan panik memandangi semua orang,namun tak ada jawaban dari siapapun.


Mas Rio masih dengan sabar menemani di sampingku,tangannya tak lepas dari genggaman tanganku sambil sesekali mengelus keningku tanpa sepatah katapun terucap.


Perlahan aku mendengar suara tangisan bayi namun perlahan sayup-sayup mulai menghilang,terkadang tangisannya terdengar lagi namun terdengar seperti semakin menjauh dan hilang.


"Mas....dimana bayi kita? dimana anak kita? mas.....!"


Aku hanya bisa menangisi bayiku yang tak kunjung kutemukan,bahkan belum sempat kulihat wajahnya dan ku ketahui jenis kelaminnya tapi sudah menghilang.


Kupejamkan mataku saat menangis hingga tersedu.


"Ra.....Rara.....Ra!"


"Mas! dimana bayi kita! dimana anak kita mas?"


Aku tersentak ketika kubuka mata dan ternyata aku sudah berada di dalam kamar tidurku.Apa aku sudah dibawa pulang dari rumah sakit? batinku sambil melihat kesekeliling dan memang benar aku sudah kembali kekamarku,dan bayiku? dimana dia,tidak ada box bayi atau apapun disini.


"Bayi? bayi apa? bayi siapa? Ra...kamu mimpi ya!"


Tanya mas Rio bingung melihat tingkahku.


Kucubit pipiku sendiri.


"Aw! sakit..."


Lalu kusingkap selimut yang menutupi tubuhku dan ku geranyangi perutku yang rata dan biasa saja,tidak ada tanda-tanda apapun yang aneh dari diriku.


"Sayang.....kamu ini kenapa? apa kamu mimpi gara-gara hal semalam? maafkan aku ya,aku janji tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi."


Mas Rio memelukku yang hanya diam masih seperti orang linglung.

__ADS_1


"Kejadian semalam.......?"


Aku kembali teringat kejadian semalam,dengan buru-buru kudorong tubuh mas Rio yang masih memelukku dengan erat hingga hampir terjatuh dari tempat tidur.


Aku baru ingat kalau semalam.....dan itu artinya kejadian barusan memang benar-benar mimpi,nahkan aku merasa mimpiku benar-benar seperti nyata.


Apahak ini sebuah pertanda jika aku benar-benar akan hamil anaknya!


Aku merasa semakin panik dan frustasi dengan keadaan ini,apa jadinya jika aku benar-benar hamil? aku pasti akan di DO dari sekolah,atau sebelum aku di keluarkan lebih baik aku keluar duluan. Tapi......itu bukankah sama saja? Aku akan tetap kehilangan kesempatan untuk lulus,ya Ampun.....! masa depanku benar-benar hancur ditangan guru disekolahku sendiri.


Selama seharian aku terus memikirkanny.


Mulai dari bangun tidur pagi,saat sarapan pagi,saat di sekolah, bahkan ketika di toilet sekalipun pikiranku tak hentinya memikirkan tentang kehamilanku yang tak lama lagi tak mampu kututupi.


Jesi....Jesi pasti akan menjadi orang pertama yang menertawakanku karena pada akhirnya aku bernasib sama dengannya,apakah memang ini karma buatku karena sudah merebut orang yang dia harapkan dan begitu dia gilai selama ini?


Arrgh! Aku benar-benar sudah mulai gila karena terlalu memikirkannya.


Hamil,hamil,dan hamil hanya kata itu yang penuh di kepalaku sekarang.


Aku benar-benar belum siap untuk itu.


Kalau aku tanpa sengaja membuatnya gugur apakah itu juga dosa? kan tidak sengaja!


Mungkin akan berbeda jika melakukannya dengan sengaja.


Malam sebelum tidur aku coba mencari tau dari hapeku beberapa artikel tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan orang hamil yang akan mengancam nyawa sang janin.


Namun aku justru menemukan artikel lain menjelaskan bahwa ad beberapa buah yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan,salah satu yang familiar adalah buah pepaya dan nanas muda.


Sebuah senyuman tersungging dibibir tipisku,sepertinya aku sudah menemukan solusinya agar hatiku bisa tenang setidaknya harus dicoba.Pikirku mulai merancang sesuatu sebelum tidur.


"Kamu kenapa senyum-senyum? sudah tidak marah lagi?"


Tanya mas Rio saat baru saja keluar dari kamar mandi lalu merebahkan tubuhnya di sampingku bersiap untuk tidur.


Aku hanya melengos membuang muka darinya lalu memunggunginya tanpa memperdulikannya.


Aku mulai menyusun rencana,besok sepulang sekolah aku akan meminta pak Pras mengantarkanku ke supermarket untuk mencari nanas dan pepaya muda.


Tapi....bagaimana cara membedakannnya?bahkan aku tidak tau harus memilih yang bagaimana.

__ADS_1


Akhirnya kubuka kembali artikel tentang cara membedakan buah nanas yang masih muda dan tua begitu juga dengan buah pepaya muda.Mungkin untuk yang muda warnanya akan lebih segar dan kehijauan jika dibandingkan dengan yang tua,pkirku namun belum begitu yakin benar sebelum kutemukan jawaban pastinya.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2