Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Perempuan asing


__ADS_3

Saat mendengar pengakuan pak Pras pada perawat tersebut aku dan mas Rio hanya terdiam saling pandang sesaat lalu dengan kompak memandang kearah pak Pras dengan tatapan bingung,sedangkan pak Pras hanya mengangguk pelan seolah mengisyaratkan pada kami agar tak banyak bicara apalagi bertanya apapun disaat genting seperti sekarang ini.


" Baiklah, silahkan masuk untuk menemui dokter dan melihat keadaannya sekarang lalu setelah ini silahkan mengurus ke ruang administrasi karena pasien harus dinrawat inap karena masih memerlukan perawatan lebih intensif." kata perawat wanita tersebut menjelaskan pada kami.


"Apakah kami bertiga boleh masuk secara bersamaan?" tanyaku tak sabar karena ingin segera memastikan bahwa perempuan tersebut orang yang aku kenal atau bukan.


Mas Rio menoleh kearahku dan memandangku dengan tatapan curiga sekaligus bingung, sepertinya ia juga sangat penasaran padaku karena begitu ingin segera melihat keadaan perempuan asing tersebut.


"Apa mas? Aku hanya penasara dengan keadaannya saja," ucapku sambil tersenyum meringis,meski nampak sekali senyumku sangat kupaksakan dan justru semakin membuatnya curiga dan penasaran namun mas Rio tampaknya enggan mempertanyakan apapun padaku.


"Mohon maaf pengunjung maksimal hanya dua orang saja yang boleh masuk,salah satu menemui dokter dan satu lagi boleh menemui pasien." jawab perawat yang menemui kami.


Kami bertiga hanya bisa saling pandang lalu sesaat seolah tau apa yang harus kami lakukan dan kami bertiga sama- sama saling mengangguk seolah sudah paham apa yang ada didalam pikiran masing- masing.


Aku,mas Rio dan juga pak Pras secara bersamaan berjalan mengikuti perawat yang hendak masuk kembali kedalam ruang IGD dimana perempuan asing tersebut mendapat perawatan hingga membuat tubuh kami bertiga saling mendempet dan bertubrukan saat hendak masuk kedalam ruang IGD hingga membuat perawat tersebut kembali menghentikan langkahnya dan menoleh kembali pada kami bertiga yang seketika diam saling pandang.


"Mohon maaf jangan sampai menimbulkan keributan disini ya!" tegur perawat pada kami bertiga yang kini bertingkah seperti bocah taman kanak- kanak berebut hendak masuk kedalam kelas.


"Iya,maaf heehehe" jawabku kikuk karena malu.


"Mas,sebaiknya mas mengurus administrasi saja y. Biar pak Pras yang menemui dokter dan aku yang nemuin....."

__ADS_1


"Oke...oke.....baiklah," jawab mas Rio dengan cepat segera memotong ucapanku yang belum selesai karena paham dengan kode kedipan sebelah mata dariku.


Hehehe, tumben sekali dia langsung paham dengan kode yang aku berikan kali ini.


Batinku memuji suamiku yang sering kali tak paham dengan bahasa isyarat dan kode kodean dariku selama ini.


Setelah melihat mas Rio berlalu meninggalkan kami menuju lorong rumah sakit untuk mengurus biaya administrasi pasien,aku dan pak Pras segera mengikuti perawat tersebut memasuki ruangan IGD.


Pak Pras dipersilahkan menemui dokter yang sudah ditunjukkan kemana tempat yang harus ia tuju,sedangkan aku langsung di tuntun menuju seorang pasien perempuan yang masih tergeletak tak sadarkan diri dengan wajah menoleh kearah yang berlawanan dengan posisiku membuatku benar- benar tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.


"Silahkan nona,pasien masih belum sadarkan diri untuk saat ini. Tapi keadaannya dan juga bayinya baik- baik saja." ucap perawat tersebut memberitahukan keadaan perempuan tersebut padaku.


Hah!!!!! Bayi?!!! Jadi perempuan itu sedang hamil sekarang? Beruntung sekali tidak terjadi hal buruk padanya dan juga janin yang berada dalam kandungannya,jika tidak betapa berdosanya kami telah mencelakakan dua nyawa sekaligus.


Ya,perempuan tersebut tak lain dan tak bukan adalah Yasmin sahabat dekatku saat kami masih sama- sama mengenakan seragam SMP.


Seketika tubuhku terasa lunglai dan kedua tanganku bergetar namun terasa sangat lemas,bahkan kaki ini seolah terasa saking lemasnya hingga tak mampu menopang tubuhku bahkan tak sanggup melanjutkan langkah kakiku untuk lebih dekat dengan Yasmin yang kini masih terpejam tak sadarkan diri diatas tempat tidur rumah sakit.


Kupaksakan kakiku yang masih terasa lemas untuk kembali melanjutkan langkah mendekat kearah Yasmin sahabatku.


"Yasmin.....!" bisikku lirih sambil memegang pelan jemari Yasmin yang terpejam dengan perut yang masih terlihat rata namun kini tubuhnya nampak lebih berisi dari pada beberapa bulan lalu saat kami masih sering berkomunikasi via vedeo call.

__ADS_1


Sejak aku sendiri disibukkan oleh persiapan pra ujian memang kami sudah sangat jarang berkomunikasi secara intens seperti sebelum- sebelumnya, dan aku bahkan tidak pernah tau lagi bagaimana kabar para sahabatku sejak saat itu.


Tanpa terasa lingangan air mata ini mulai mengalir deras melalui pipiku hingga menetes ke tangan Yasmin dan membanjirinya.


"Maaf nona,pasien akan segera dipindahkan keruang perawatan karena proses administrasi sudah selesai di urus." ucap salah seorang perawat lain yang tiba- tiba mendekat kearahku.


Seketika kuseka air mataku untuk menyembunyikan kesedihanku, rasa bersalahku dan rasa takutku melihat keadaan Yasmin saat ini.


Aku sedih melihat keadaan Yasmin sekarang,dia hamil. Bahkan kami baru saja lulus SMA dan setauku Yasmin belum menikah lalu bagaimana bisa Yasmin berada ditempat dimana kami menemukannya tadi?


Jika terjadi hal buruk padanya alangkah berdosanya aku dengan tidak sengaja ikut serta membuatnya seperti ini sekarang. Dalam hati aku hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk Yasmin dan juga janin yang kini ada di dalam rahimnya.


Mungkinkah Yasmin akan bersikap sama seperti Jesika? Yang melakukan dosa besar hingga membuatnya harus hamil diluar nikah.


"Ya Allah ampunilah dosa kami semua, dosa kedua orang tua kami sesungguhnya mereka telah mendidik kami dengan baik agar kami senantiasa menghindari dosa dan kemaksiatan. Namun jika diluar kendali dan juga diluar pengawasan mereka kami telah melakukan dosa maka ampunilah kami dan juga kedua orang tua kami ya Allah." do'aku dalam hati sambil menahan air mata sambil berjalan pelan mengikuti kemana arah para perawat mendorong tempat tidur Yasmin juga diikuti oleh pak Pras dan mas Rio yang memandang kearahku dengan tatapan bingunh namun masih tak kuhiraukan.


Barulah sesampainya diruang perawatab dan para perawat meninggalkan kami berempat disebuah ruangan VIP yang telah diurus mas Rio diruang administrasi tadi.


"Sayang,kamu kenapa? Apakah kamu mengenalnya?" tanya mas Rio sambil mendekat kearahku yang masih terdiam duduk di kursi sebelah Yasmin berbaring tak berdaya.


"Yasmin,namanya Yasmin sahabatku saat SMP mas." jawabku masih tetap menatap kearah Yasmin tanpa menoleh kearah mas Rio.

__ADS_1


BERSAMBUNG,


__ADS_2