
Sesampainya aku dirumah sudah hampir menjelang maghrib,hujan rintik-rintik membasahi dedaunan serta pepohonan di halaman rumahku yang terlihat dari jendela lewat dalam kamarku.
Setelah sholay maghrib aku berniat kekamar nenek,baru saja menapakkan kakiku kelantai setelah anak tangga terakhir kak Rendi yang baru pulang dari kantor memanggilku.
"Ra...!mau kemana?"
"Ke kamar nenek!"
Jawabku.
"Urusan sama Mario sudah kelar?"
Tanyanya sambil menyodorkan paperbag coklat yang tadi pagi sempat disodorkan padaku oleh kak Rendi.
"Urusan apa?"
Tanyaku polos.
"Bukankah tadi Mario mengajakmu untuk bertemu?"
"Nggak jadi!"
"Kenapa? kok dia minta maaf sama kami,memangnya dia melakukan kesalahan apa? biar kakak yang urus kalo sampai dia berani menyakitimu!"
"Apaan sih kak! nggak usah ikut campur deh,aku sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalahku sendiri!".
"Benarkah!"
Kak Rendi mengusap kepalaku.
"Sana! bau asem juga,belum mandi deket-deket! iiiih...!"
Kutinggalkan kak Rendi menuju kamar nenek,belum juga sampai di depan kamar nenek hape yang sedang berada dalam genggamanku berdering dan ternyata panggilan dari Samuel.
__ADS_1
"Halo.....!"
"Hallo Ra,kak Rio lagi sama kamu?"
"Nggak!'
"Sudah jam segini kok belum pulang ya? nggak biasanya dia pergi nggak bilang.
Tadi aku pulang rumah masih kosong,kayaknya memang belum pulang deh Ra!"
"Masa?"
"Iya Ra....pamit ke kamu nggak,mau mampir kemana gitu?"
"Nggak juga!"
"Kemana ya Ra? mana hujan lagi!"
"Sudah! tapi hapenya mati."
"Yaudah Ra aku cari dulu ya!"
Panggilan terputus,aku segera masuk kedalam kamar nenek.
Seperti biasa aku tanyakan keadaan nenek hari ini,sepertinya keadaan nenek sudah semakin membaik.
Nenek bilang harus sehat kembali karena mau melihatku bertunangan dan menikah.
Setelah dari kamar nenek aku kembali ke kamarku,Kulemparkan dengan sembarangan paperbag coklat pemberian mas Rio yang sempat di titipkan pada pak Yanto lalu oleh kak Rendi baru saja diberikan lagi padaku.
Saking kencangnya lemparanku membuat isi dari paperbag berserakan diatas tempat tidurku.
Sebuah jilbab berwarna hijau tosca bermotif bunga-bunga kecil disetiap sisinya,serta sepucuk surat yang isinya tanda permintaan maaf dan memintaku untuk datang di sebuah taman.
__ADS_1
Dalam surat tersebut mas Mario juga memintaku mengenakan jilbab yang ada didalam paperbag ketika datang ketaman menemuinya sebagai tanda bahwa aku telah memaafkannya dan mas Mario akan tetap menunggu kedatanganku sebagai bukti kesungguhan permintaan maafnya.
Aku segera bersiap untuk menemui mas Mario ditaman yang telah disebutkan dalam suratnya,kukenaka. jilbab pemberian darinya yang kupadankan dengan kaus lengan panjang berwarna senada dengan jilbab yang kukenakan serta rok plisket berwarna hitam.
"Mau kemana dek? diluar hujan lho!"
Tanya kak Rendi padaku.
"Ketemu mas Rio,tolong jangan sampai mama dan papa tau!"
Bisikku padanya.
"Kakak antar ya?"
"Nggak usah,aku sudah pesan taksi online kok!"
"Tapi dek!"
"Udah nggak apa-apa kak! tuh taksinya udah dateng!"
"Bawa payung dek!"
"Iya!"
Aku menyambar payung lipat di tempat biasa kami menaruh payung,lalu ku buka payung dan segera berlari kecil menuju taksi yang sudah kupesan.
Taksi berhenti tepat di jalan masuk taman yang sudah sangat sepi karena hujan yang lumayan deras.
Aku berkeliling taman untuk mencari keberadaan Mas Mario,hampir seluruh taman ku kelilingi namun tak juga kutemukan mas Mario.
Hujan semakin lebat,guntur bergemuruh dan kilat nampak beberapa kali menerangi langit yang gelap.
BERSAMBUNG......
__ADS_1