Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Pantai


__ADS_3

Sepanjang perjalanan aku mendengarkan cerita suamiku tentang kehidupan masa lalu pak Pras yang tak lain bernama lengkap Muhamad Frans.


Aku begitu antusias mendengarkan ceritanya,namun sayang mungkin karena kelelahan hingga membuatku tanpa sadar tertidur pulas di dalam mobil.


Saat aku terbangun,aku sudah berada di dalam sebuah kamar yang sangat luas duatas tempat tidur yang super besar.


Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju sebuah jendela kaca yang full dinding hingga menampakkan seluruh hamparan berpasir dari dalam kamar serta terdengar sayup-sayup deburan ombak.


"Sudah bangun sayang?"


Tanya mas Rio sambil membuka pintu kamar mengagetkanku yang sedang termenung menikmati pemandangan pantai dari dalam kamar.


Aku hanya menoleh tanpa menjawab pertanyaannya yang langsung memelukku dari belakang.


"Mau turun dan menikmati pantai sekarang?"


Tanyanya tanpa melepaskan pelukan dan kini justru mendusel-ndusel di daerah leherku.


"Boleh!"


Jawabku berusaha melepaskan diri dari pelukannya,namun tak berhasil karena dia semakin mengeratkan pelukannya dan mendusel semakin manja padaku.


"Lepaskan! katanya ngajakin turu?"


Kuusap pipinya dengan asal karena posisinya yang menempel pada pungungku membuatku kesusahan meraihnya.


"Nggak mau! aku maunya disini saja sama kamu...."


Rengeknya manja seperti anak kecil.


"Ya Allah....sejak kapan suamiku jadi manja begini?"


Ledekku sambil menertawakan tingkahnya yang berbanding terbalik dari ketika awal kami dekat.


"Sejak kamu memanjakanku!"


Jawabnya sambil membalikkan tubuhku lalu menggendongku menuju tempat tidur besar yang baru saja kutinggalkan.


Sudah bisa ditebak apa yang akan dia lakukan jika dia membawaku keatas tempat tidur,tidak mungkin juga tidur siang karena hari juga sudah hampir sore.


Aku benar-benar tak kuasa untuk menolak apapun yang dia inginkan jika sudah berada di atas tempat yang dimana dia selalu berkuasa atas tubuhku.


Setelah sekitar hampir satu jam lamanya kami berada serta beradu diatas tempat tidur,aku segera mandi untuk membersihkan diri dari sisa hasil peraduan kami.


Saat aku keluar dari kamar mandi dan selesai mandi,kulihat mas Rio yang sedang terlelap dibalik selimut tebal yang menutupi sebagian tubuhnya.

__ADS_1


Aku segera mengenakan pakaianku yang sudah tersusun rapi didalam almari.


Setelah selesai kukenakan pakaianku kubangunkan mas Rio agar segera mandi dan melaksanakan sholat Ashar berjamaah denganku.


"Mas....bangun,mandi dulu.Mas....mas Rio! ayo bangun.....kita sholat Ashar yuk!"


Panggilku berusaha membangunkannya yang tak kunjung bergerak atau sekedar membuka matanya.


Kupandangi wajahnya yang terlihat lelah karena sepanjang perjalanan harus mengendarai mobil sendiri,setelah sampai tujuan malah mengendaraiku. hehhehehe.


Kusingkap rambutnya yang berantakan menutupi dahinya,kulihat wajahnya yang begitu tampan ketika tertidur.


Kuberanikan diri mencuri cium bibirnya terlebih dahulu saat dia terlelap,hal yang tak pernah berani kulakukan ketika dia terjaga.


Dengan ragu dan sangat hati-hati kutempelkan bibirku pada bibirnya dengan perlahan agar jangan sampai membagunkannya,karen jika sampai itu terjadi entah mau ditaruh dimana mukaku ini karena rasa malu.


Benar saja,saat bibir kami benar-bernar bertemu kulihat mas Rio membuka matanya dan menatapku tajam sambil menyunggingkan senyum sinis padaku.


Saat aku hendak memundurkan wajahku semua sudah terlambat,karena kini tangannya sudah berada di belakang kepalaku menekan agar wajahku tetap dekat dengannya dan bibirku kini sudah berada dalam kuasa serta kendalinya hingga aku tersengal hampir kehabisan nafas ketika dia melepaskanku.


Terlihat dia begitu puas mempermainkanku,nampak ketika kulirik kearahnya dia tersenyum senang sambil menggigit bibir bawahnya sendiri dan melihat kearahku yang tertunduk malu berusaha menyembunyikan wajah meronaku.


"Kenapa harus melakukannya secara diam-diam saat aku tertidur?"


"Aku.....hanya berusaha membagunkanmu tadi,tapi susah sekali dibangunkan.Cepat mandi sana! sudah sore,sudah waktunya sholat Ashat!"


Ucapku berusaha mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak lagi terlalu canggung karena aku benar-benar masih merasa malu setengah mati dihadapannya.


"Pintar sekali caramu membangunkanku tadi,lain kali lakukanlah hal yang sama ketika aku susah untuk dibangunkan!"


Ledeknya padaku sambil bangkit lalu mencium keningku sangat lama,hingga rasanya bibirnya menempel tak mau lepas dari keningku.Spontan kupeluk tubuhnya yang masih terduduk diatas tempat tidur tanpa sehelai benangpun dan hanya selimut yang menutupi tubuhnya.


"Aku pasti akan merindukan saat-saat seperti ini nantinya jika kita sudah harus berjauhan."


Ucapnya sambil tangannya juga memeluk tubuhku.


"Benarkah?"


Tanyaku sambil memandangi wajahnya.


"Janji akan selalu menjaga dirimu untukku,hatimu tak akan pernah terisi oleh orang lain selain aku!"


Pintaku padanya.


"Asalakan aku mendapatkan sekali lagi seperti yang tadi,disini!"

__ADS_1


Ucapnya sambil menunjuk kearah bibirnya denga jarinya sendiri.


Aku sebenarnya tau apa yang dia maksud,namun karena malu untuk melakukannya aku pura-pura lupa dan tak mengerti dengan maksud permintaannya.


"Apa?"


Tanyaku berpura-pura tak mengerti.


CUP


Dengan cepat disambarnya bibirku dengan menggunakan bibirnya dengan lembut.


Lalu dia tersenyum padaku yang masih mematung terduduk diatas tempat tidur dan berjalan meninggalkanku menuju kamar mandi.


Kutitupi wajahku dengan kedua telapak tanganku sendiri karena rasa malu yang tak tertahankan lagi,bahkan saat dia sudah tidak lagi berada di hadapanku rasa malu ini tak kunjung menghilang.Malu pada diriku sendiri yang kini mulai semakin berani padanya,bahkan baru saja aku menciumnya terlebih dulu.


Aku benar-benar sudah gila dan kehilangan rasa maluku sekarang.Apa yang kulakukan! kenapa tadi aku menciumnya segala sih tadi? Kenapa aku bodoh sekali mempermalukan diriku sendiri di hadapannya!


Gerutuku pada diri sendiri sambil berkali-kali menepuk jidat.


Aku benar-benar menyesal,namun apa boleh buat karena semua telah terjadi dan kali ini aku tertangkap basah olehnya.


Setelah selesai sholat Ashar berjamaah,mas Rio mengajakku turun untuk menuju ke pantai yang pemandangannya sudah terlihat dari dalam kamar.


Saat sampai di bawah kami disambut oleh seorang laki-laki paruh baya dan dua orang perempuan,salah satunya masih muda usianya mungkin sedikit lebih tua dariku.


"Selamat sore tuan Mario,selamat sore nona...."


Ucap seorang laki-laki menyapa kami sambil membungkukkan badan diikuti oleh dua perempuan yang berada disamping kanan dan kirinya.


"Sayang ini pak Ujang dan ini istri serta anak perempuan mereka."Ucap mas Rio memperkenalkan ketiganya.


"Selamat sore,saya Maura!"


Sapaku pada ketiganya yang langsung disambut dengan senyuman hangat dari pasangan suami istri yang ada di hadapanku,namun berbeda dengan tatapan wajah anak perempuan mereka yang seakan menunjukkan ekspresi ketidak sukaannya padaku namun kuabaikan pandangan matanya padaku yang mungkin hanya perasaanku saja.


"Selamat datang nona Maura,semoga liburannya menyenangkan."


Ucap istri pak Ujang dengan ramah padaku.


"Kita keluar sekarang sayang?"


Ajak mas Rio sambil merangkul pinggangku dan mengajakku untuk keluar menuju pantai.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2