Bahasa Cinta

Bahasa Cinta
Memancing kak Roi


__ADS_3

Waktu yang sepakati akhirnya tiba,pukul setengah delapan kami sudah siap di cafe Rnr milik mas Rio.


Aku yang sejak sore tadi sudah diminta menghubungi kak Roi agar terpancing keluar dari sarangnya.


Sejak sore tadi kak Roi memang tidak bisa dihubungi,baru selepas Maghrib dia membalas chatku dan memberikan nomor barunya padaku.


Tidak mudah awalnya untuk membuatnya percaya padaku,namun aku terus berusaha meyakinkan bahwa aku sedang bertengkar dengan Jesi soal tuduhan Jesi padanya.


Aku mengatakan padanya jika perasaanku mulai berubah padanya sejak dia berhenti mengejarku,aku ingin bersamanya namun Jesi menghalangiku karena ingin merebutnya.


Dia dengan mudahnya percaya pada kata-kata dustaku yang sudah kami rancang sedemikian rupa bersama mas Rio,tidak mudah memang bagiku untuk berbohong tanpa harus menghafalkan teks yang sudah di sekenariokan oleh sang guru bahasa disekolah kami dan aku juga harus belajar akting agar sandiwaraku benar-benar nyata untuk meyakinkan kak Roi.


Aku benar-benar gugup saat menunggu kedatangan kak Roi di meeting room yang berada di cafe ini bersama pak Mario dan Samuel sedangkan Jesika dan pak Pras yang menunggudi temapat parkir memberi informasi tentang kedatangan Kak Roi begitu juga dengan Jesi yang baru akan masuk kedalam cafe sesaat setelah kak Roi masuk dan duduk di tempat yang sudah kami pesan.


"Halo kak,kakak jadi datang?"


Tanyaku padanya lewat panggilan telfon yang sudah ku loud spiker.


"Iya ini sudah di parkiran,kamu masih didalam kan? kamu sendirian tidak dengan Jesi kan sekarang?"


Tanyanya padaku kembali meyakinkan,karena sepertinya dia waspada sekali takut jika aku menjebaknya dengan membawa Jesika.Meski kenyataannya demikian.


"Untuk apa aku mengajaknya,dia sudah mempermalukanku didepan orang tua juga teman-temanku dengan mengataiku yang tidak-tidam aku kesal sekali padanya kak."


"Iya,iya nanti lagi ceritanya ya kalau kita sudah ketemu aku jalan dulu kedalam."


"Iya kak,aku tunggu ya!"


Pak Pras menginformasikan bahwa target sudah masuk kedalam,aku segera berlari menuju kearah toilet sedangkan Jesi yang sudah bersiap di pintu masuk menunggu kak Roi duduk untuk menungguku dari toilet.


"Halo Ra,kamu dimana? "


Tanya kak Roi kembali menelfonku karena tak kunjung menemukanku dimanapun.


"Maaf kak aku ke toilet sebentar,kakak tanya saja pelayan disana reservasi atas nama Maura!"


"Baiklah!"


Lalu panggilan telfon dimatikan.


Sesaat setelah kak Roi masuk dan duduk,Jesika masuk dengan tenang tanpa disadari oleh kak Roi yang baru saja duduk.

__ADS_1


Mas rio memberiku aba-aba untuk masuk kedalam tempat yang sudah kami seting sedemikian rupa.


"Jesika? ngapain kamu kesini,mau merayu kak Roi untuk tanggung jawab! dasar kamu ya,semua laki-laki kamu tuduh menghamilimu! kemarin pak Mario,sekarang kak Roi,besok siapa lagi Jes!"


Ucapku pada Jesi dengan raut yang kupaksakan agar terlihat marah sungguhan padanya meski dalam hati membatin.


Maafkan aku Jes!


"Aku tidak menyangka kamu sebegitunya percaya sama dia Ra,kamu akam menyesal karena sudah mempercayai serta membelanya!"


Ucap Jesi dengan sumpah serapahnya yang diucapkan padaku dan Juga kak Roi,bahwa kami tidak akan berjodoh dan akan menyesal karena telah menyakitinya.


"Pergi kamu Jes! pergi dari sini sekarang!"


Bentakku pada Jesi dengan nada pelan namun kutekan.


"Benar-benar tega kalian!"


Jawan Jesi,segera kuseret keluar dia sampai ketempat parkit dengan menggandeng lengan tangannya dan membawanya menghilang dibalik mobil yang dimana sudah ada pak Pras berada.


Aku segera kembali menemui kak Roi di tempat yang sudh kujanjikan sebelumnya.


Gerutuku saat berada didepan kak Roi.


"Sudah,sudah jangan dibahas lagi soal Jesika! Jadi kamu mau bilang bahwa kamu mau jadi pacarku?"


Tanya kak Roi sambil mendekatkan jemarinya hendak memegang jariku yang berada di atas meja dan segera kuhindarkan dengan menarik tanganku untuk meminum minuman yang sudah di siapkan untukku.Aku memang sengaja tidak duduk di sampingnya,melainkan di hadapannya untuk menghindari kontak fisik yang kemungkinan akan terjadi nantinya.


"Kak Roi tidak pesan minum?"


Tanyaku berbasa-basi menawarinya minum,lalu datang seorang pelayan kedalam ruang private yang sudah kami pesan untuk menanyakan pesanan kak Roi.


Sambil menunggu pesanan minum kak Roi datang,kami sedikit berbincang mengenai perasaanku pada kak Roi namun aku tetap menolaknya untuo berpacaran melainkan menjadi teman spesial.


Tak perlu menunggu lama pesanan kak Roi datang,diantarkan oleh seorang pelayan yang tak asing lagi yaitu Samuel.


"Silahkan pesanannya.."


Ucap Samuel dengan nada kemayu membuat kak Roi langsung menoleh kearah Samuel.


"Kamu! kenapa bisa disini? bukankah kamu....."

__ADS_1


Kak Roi mengingat wajah Samuel dengan baik rupanya.


Samuel duduk disampingku setelah meletakkan minuman untuk kak Roi dimeja.


"Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu pada Jesi,atau akan kami laporkan kamu ke polisi"


Tanya Samuel santai sambil menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya yang sensual.


"Hah,kamu pikir semudah itu melaporkanku kepolisi? bahkan salah satu keluargaku memiliki pangkat terpandang di jajaran kepolisian.kamu tidak bisa seenaknya menuduh orang lain tanpa bukti!"


Jawab kak Roi geram namum dia masih bisa menahan diri dengan tidak marah dihadapanku.


"Tanpa bukti kamu bilang? bukti akan langsung masuk kedalam hapemu sebentar lagi,dasar!"


Umpatan serta cacian kasar dan berbagai jenis hewan dikebun binatang terucap dari bibir kak Roo seketika setelah di selesai melihat sepenggal video yang menampilkan adegan kak Roi dan Jesi berdebat di ruangan ini tadi.


Meski aku sendiri belum meihat isi rekaman itu,namum sempat kudengar kak Roi bilang kalau dia sudah menyuruh Jesi untuk melenyapkan janin tersebut agar semuanya beres karena sampai kapanpun kak Roi tidak akan pernah mau menikahi Jesi.


Kak Roi bakan menghina Jesi dengan kata tak pantas,aku bahkan ikut kesal dengan perlakuan kak Roi membuatku tiba-tiba saja sakit kepala hingga saat hendak bangkit aku hampir terjatuh namun aku berhasil terduduk di tempatku semula sambil memegang kepalaku sendiri.


Terakhir kudengar Samuel mengancam kak Roi akan dilaporkan kepolisi jika tidak mau mengakui perbuatannya pada Jesi didepan orang tuanya dan juga orang tua Jesi,juga pada pihak sekolah untuk membersihkan nama pak Mario.


Kepalaku sangat sakit saat seorang pelayan perempum membantuku untuk memapahku berjalan menuju mobil mas Rio yang terparkir tak jauh dari pintu cafe.


Sayup-sayup kudengar suara mas Rio memanggil -manggil namaku karena telingaku seperti berdengung karena rasa pusing yang kurasanan.


Aku masih bisa melihat wajah mas Rio yang terlihat sangat tampan malam ini membuarku begiti bergairah padanya.


Hawa panas menyelimuti tubuhku hingga kurasakan gerah yang luar biasa membuatku ingin membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuhku.


"Mas.....kenapa panas sekali,apa AC di mobilmu sedang rusak?"


tanyaku dengan meracau.


"Roi kurang ajar! bisa-bisanya dia mencampur obat jahanam itu dimunuman Rara!"


Gumam mas Rio pelan namun aku masih bisa mendengarnya karena telingaku ini masih berfungsi dengan normal.


BERSAMBUNG....


.

__ADS_1


__ADS_2