
Mas Rio nampaknya tidak suka melihatku mendapat pesan singkat dari Dimas.
"Mas sudah bangun? handuk dan baju gantinya sudah siap,"
Dengan gugup aku memberitahukan padanya.
"Apakah kamu benar-benar suka dengan laki-laki macam dia?"
Tanyanya padaku,bukannya segera mandi namun justru dia malah menarik kursi yang berada didepan meja rias mendekat kearah kursiku lalu mendudukinya.
"Kenapa mas bertanya begitu?"
Tanyaku semakin gugup karena kini kami sangat dekat.
"Aku lihat dia sering mengirim chat kepadamu,apakah pacarnya tau!"
Aku hanya diam menunduk,aku tau apa yang Dimas lakukan selama ini bukanlah hal yang benar,namun aku juga tidak salah karena tidak pernah menanggapi pesan yang Dimas kirim padaku.
"Ingat statusmu sekarang! kamu itu sudah bersuami,dan jangan sampai menjadi perusah hubungan orang lain!"
Mas Rio berusaha mengingtkanku,meski dia benar namun aku bukan perusak hubungan orang lain apalagi dia pacar sahabatku.
"Iya,iya,aku ingat! lagi pula pernikahan ini hanya sebatas status kan?"
Jawabku saat mas Rio bangkit dari tempatnya duduk.
"Ingat juga,surat perjanjian hanya berlaku sampai itsbat nikah dilakukan.Sesuai rencana pernikahan kita setelah kamu lulus sekolah!"
__ADS_1
"Hah! maksudnya apa?"
Mataku membulat,ku dongakkan wajahku memandang tajam kearah mas Rio yang kini dalam posisi berdiri dihadapanku sedangkan aku masih duduk di kursi belajarku.
"Apa kamu sudah membaca dengan teliti sebelum menandatanginya?"
Tanyanya padaku sambil menyunggingkan senyum lalu membalikkan tubuhnya membelakangiku berjalan pelan menyambar handuk untuknya mandi.
"Tunggu dulu! itsbat nikah? apa itu?"
Tanyaku padanya sambil bangkit lalu menyusulnya yang hampir saja masuk kedalam kamar mandi.
"Kamu mau tau?"
Tanyanya dengan senyum tersungging di bibirny sambil memandangiku seolah pandangan matanya sedang menggodaku.
"Mmph!"
Dengan cepat dikecupnya bibirku pelan.
Aku hanya diam tanpa perlawanan seolah aku mengizinkannya.
Bibir yang saling beradu kini mulai dipermainkan olehnya,lidahnya perlahan menerobos kedalam mulutku dan aku hanya menerima perlakuannya tanpa perlawanan seolah pasrah.
Kini tangannya mencengkeram bahuku menyandarkanku kedindin dekat pintu kamar mandi,kedua tanganku hanya diam dalam keadaan terkepal di delan dadanya yang bidang.
Perlahan mas Rio melepaskan bibirku,menatapku sesaat lalu melepaskan cengkeraman tangannya di bahuku.
__ADS_1
Aku hanya tertunduk dengan wajah merah padam karena malu.
"Aku mau mandi,jika kamu masih tetap disini aku takut akan melanggar perjanjian yang sudah kita buat!"
Ucapnya lirih ditelingaku,aku masih diam mematung di depan pintu kamar mandi sambil menyentuh bibirku sendiri yang terasa aneh saat mas Rio menutup pintu kamar mandi dari dalam.
Mas Rio mengagetkanku saat kembali membuka pintu kamar mandi,dan hanya menunjukkan setengah badannya bagian atas.
"Untuk pertanyaanmu yang tadi,cari sendiri disana!"
Arah pandangan serta jari telunjuknya menuju meja belajarku.
Aku langsung mengerti apa yang dimaksud olehnya,bahwa aku harus mencari taunya sendirindi internet tentang apa itu itsbat nikah.
Segera kubuka laptopku dan kucari tetang itsbat nikah,yakni itsbat nikah adalah permohonan pengesahan pernikahan siri yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Sesungguhnya perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat nikah.
Begitulah penjabarannya yang menerangkan tentang itsbat nikah yang kitelusuri di media online.
"Jadi setelah itu,aku akan menjadi istri yang seutuhnya untuk mas Rio!"
Gumamku pelan sambil menutup mulutku dengan kedua tanganku.
"Iya!"
Aku dikagetkan oleh suara mas Rio yang tiba-tiba mengejutkanku dari belakang,dengan spontan aku berdiri dan langsung berbalik badan melihat keberadaan mas Rio.
BERSAMBUNG......
__ADS_1